Banyak ungkapan tentang menuntut ilmu. Yang paling akrab adalah “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat” dan “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”

Ungkapan tersebut mempunyai makna yang mendalam tentang pentingnya kita belajar, mencari ilmu. Tak ada batasan umur untuk belajar. Tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, semua berhak belajar. Belajar apapun juga sesuai kebutuhan dan minat. Seperti saat ini, aku sedang asyik belajar menulis.

Belajar menuangkan pikiran ke dalam sebuah tulisan. Aku menulis karena ingin bercerita apa saja yang ada di pikiranku Entah itu tentang pengalaman hidup, resep masakan, keluargs, perasaan yang sedang dirasakan dan masih banyak lagi hal yang ingin aku ungkapkan melalui tulisan.

Menurutku, belajar menulis itu bisa dimulai dengan menulis tentang kegiatan sehari-hari. Dulu aku punya buku diary, isinya ya tentang apa saja yang aku alamai setiap harinya. Ketemu siapa? Makan apa? Bagaimana di sekolah?. Sayangnya, aku kurang rajin mengasah ilmu tentang menulis. Baru satu tahun terakhir ini aku mulai belajar lagi, dan itu butuh perjuangan banget.

Salah satunya dengan mengikuti berbagai kelas menulis. Banyak sih, kelas-kelas menulis online. Pastikan kita mencari tempat belajar yang nyaman. Mentor yang berpengalaman juga turut mempengaruhi proses belajar dan kualitas tulisan kita.

Tapi, satu hal yang paling perlu diperhatikan adalah niat kita. Jangan sampai niat kita belajar menulis hanya untuk tujuan dunia, menjadi terkenal, kaya dan lain-lain yang hanya duniawi semata. Tapi, mulailah dengan niat yang lebih greget, yang bertujuan untuk menebarkan kebaikan melalui tulisan. Menbuat karya yang bermanfaat untuk banyak orang. Menghasilkan tulisan-tulisan yang menyerukan kebaikan. Yang InsyaaAllah ada tujuan akhiratnya di tulisan kita.

Satu lagi, jangan lupa melibatkan Allah dalam setiap karya kita. Karena, jika Allah terlibat, InsyaaAllah hasilnya dahsyat.

0Shares

Tinggalkan Balasan