Menanggapi berita yang baru saja beredar, mengenai sampah popok bayi sekali pakai sampai dengan 300kg dari anak sungai Brantas, bagaimana bisa?

Sumber foto :kampanye pembersihan ecoton

Bahkan pengangkatan sampah popok bayi ini dilakukan oleh tim penyelamat lingkungan Ecoton, baca disini. Saya sampai tidak percaya bagaimana ini bisa terjadi, pembersihan itu dilakukan selama 4 hari, di 13 titik anak sungai. Padahal sungai Brantas itu adalah berada di wilayah hulu, dan dapat mempengaruhi sungai-sungai lainnya.

Rasa penasaran saya membuat saya Googling untuk mencari sejak kapan sih permasalahan sampah popok sekali pakai ini? 

Hasil pencarian saya sampai yang tertua adalah di tahun 2004, simak artikelnya.

Dan apakah dengan sudah dibahas dari 13 tahun yang lalu itu berbuahkan hasil yang baik? Susahnya ya mendapatkan perubahan. Paling tidak saya akan ikut serta menyebarkan informasi cara pembuangan Popok sekali pakai, agar para ibu/pengasuh bisa saling memberikan informasi dan mengurangi permasalahan ini. Semoga saja berguna.

Popok sekali pakai bisa disingkat dengan Pospak.
Why Diapers? What Diapers?

Kenapa harus peduli untuk membuang Pospak dengan benar? Mengapa sih Pospak itu kok dianggap berbahaya?

Dengan benar berarti dapat mengurangi limbah lingkungan Pospak, karena bahan dari pospak itu sangat susah didaur ulang. Sudah tau kan air pipis saja menjadi gel didalam diapers, mau dibakar pasti susah, mau dibuang ke sungai, apa ga terpikir sungai kita nanti tercemar pipis, lalu ikannya bisa mati, atau yang bertahan hidup adalah ikan yang terkontaminasi dengan zat berbahaya dari pipis dan pospak. Lalu ikan itu diambil dan dikonsumsi juga oleh manusia. Siapa manusia? Ya Kita! Kebayang kan semakin merajalela penyakit, dan tanpa tau penyebabnya, virus beredar tanpa tau asalnya.

Who knows? When we do?

Siapa saja yang terlibat, siapa saja yang terkena dampak, siapa saja yang bisa melakukan perubahan? Semua bisa. Kapan kita mulai peduli?

Sumber foto: pixabay

Kalau anda adalah seorang ibu/pengasuh yang anaknya pengguna Pospak, maka sangat penting sekali untuk memulai ini dari sekarang. Hari ini. Pagi ini. Karena dimulai dari dini akan membantu sekali. Jangan dianggap sepele, bayangkan saja sehari 2-3 Pospak, kalau sebulan 60-90 Pospak. Ada dikantong sampah atau di sungai? Belum lagi anak tetangga? Belum lagi yang anaknya lebih dari satu? Ada berapa KK di area perumahan/kampung kita? Misal ada 100 KK saja sudah ada sampah 9000 Pospak/bulan. Belum lagi berapa KK di negara ini yang punya anak pengguna Pospak?

Rasanya ditahun 2017, Pospak jadi pilihan favorite di semua kalangan. Sehingga pengguna popok kain sudah mulai menipis.

Kalau anda adalah bukan seorang ibu/pengasuh, minimal bisa memberikan perhatian berupa saran bagi orang terdekat, karena efek pembuangan ini berimbas ke semua masyarakat. Seperti bacaan diatasi mengenai nasib ikan, bagaimana gizi ikan saat ini, jadi harus dipertanyakan ya? 😅

Where? How?

Dimana kita harus membuang Pospak? Bagaimana caranya?

Dimulai dari rumah Anda sendiri, tidak perlu mencari sungai untuk membuang Pospak (mitos harus buang di sungai), atau usaha yang baik dengan mencoba membakar sendiri dibantu minyak tanah dan koran bekas (ada pula mitos dilarang membakar). Kalau liat itu semua seperti ribet, padahal jaman dahulu, mengganti pipis karena pakai popok kain itu lebih ribet loh. Sungguh luar biasa para ibu saat itu ya. Akhirnya jalan pintas orang-orang saat ini ingin praktis dengan Pospak sehingga juga cenderung lalai cara membuangnya. Semoga anda tidak termasuk yang disini ya😊

Bila belum tahu caranya masih bisa dimaklumi, namun kalau sudah tidak peduli itu yang menakutkan. Sebenarnya caranya mudah yaitu:

Silahkan anda memulai dari rumah Anda sendiri.

Ini adalah cara yang paling mudah, jadi sebenarnya sudah tidak ada alasan lain bila tidak dikerjakan.

  1. Sampah Pospak dipisah, disendirikan, ditempati plastik  sendiri, apa udah jelas ya penjelasan saya? Semoga udah cukup jelas. Sampah pospak  jangan digabungkan dengan sampah lainnya. Karena bak sampah yang kita buang keluar, dan diambil oleh tukang sampah nantinya akan diproses. Dan proses itu bukan bimsalabim, bisa terpisah sendiri. Butuh ketelatenan orang lain yang seharusnya dari kita dahulu sebagai pengguna pospak. Karena itu juga membutuhkan waktu yang lama, dan tidak mudah untuk memisahkan bila sampah pospak menyatu dengan sampah basah atau sampah dapur kita.
  2. Sampah pospak yang berisi Pup dibuang sendiri, di bungkus kresek sendiri. Namun tetap dibuang pada kumpulan sampah pospak. Yang paling benar adalah, “Pups” nya dibuang terlebih dahulu ke kloset. Baru dibungkus. Kebayang kan ibu-ibu terdahulu kita kalau membuang Pups dari kain popok kita? Itu sebenarnya wajar. Kita saja yang saat ini banyak dipermudah, sehingga tidak mau menyulitkan diri sendiri dengan alasan jijik. Nah, diri sendiri jijik bagaimana dengan orang lain? Bila tidak kita kerjakan, sama saja kita menindas orang lain untuk melakukan pembersihan ini.

Karena bagaimanapun pospak nantinya di pembuangan harus dipilah karena termasuk kategori bahan sampah yang sulit terurai.

Dengan melakukan ini, setidaknya kita bisa mengurangi susahnya pemilahan pospak, bahkan mengurangi resiko pospak berserakan di sungai.

Apa mau isi sungai kita beralih menjadi Pospak yang berenang?

Lalu ikan kita kemana?

Sumber foto: pixabay
Lauk yang mengandung Omega, dan bisa mencerdaskan otak dan memberikan gizi penting akan hilang kemana?

Mari mulai dari sekarang.

Dalam rangka berbagi artikel untuk mengurangi dampak buruk dari Pospak, baca juga : Panduan membuang sampah pospak
Salam,

Dewi Adikara.

Iklan
0Shares

0 thoughts on “300 kg sampah Popok sekali pakai di Sungai Brantas?

  1. Mbak Melaniii, aku suka banget tulisannya… keren, inspiratif.
    Aku juga ada nge-draft soal penanganan pospak ini, menyedihkan memang faktanya di lapangan ya, pencemaran lingkungan tanpa kita sadari, para ibu, lakukan kontinyu setiap hari 😦
    Aku termasuk golongan ‘pembakar’ mbak, jadi pospak sama sampah plastik biasanya aku kumpulin terus aku bakar ditempat khusus, dan habis pospak dibakar pun masih ada residu karena gel tidak bisa dibakar sempurna. Hmm..
    Terus, itu kalau dibuang ke sungai tanpa diolah sama sekali gimana ya?

    1. Alhamdulillah.. terimakasih mbak zulaeha, mari saling berbagi informasi😉 ga banyak org tau kalau berakhirnya Pospak tuh menyedihkan bagi lingkungan..

Tinggalkan Balasan