Kubuka halaman demi halaman notepad di gawai tempat aku mencurahkan segala isi hati dan pikiranku.

Hmm.. sepertinya sudah lama sekali dari terakhir aku menulis. Terakhir ketika aku menulis naskah tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha yang aku rintis.Bahkan untuk sekedar menulis status di medsos pun sudah makin jarang. Tak serajin dulu.

Kalimat motivasi yang setiap pagi aku bagikan dan mendapat banyak ‘cinta’ dari teman-teman juga sudah jarang aku post.Apalagi di web binaan salah satu temanku, sudah lama dari tanggal terakhir tulisanku dan belum ada tulisanku yang lain di situ. Beberapa tawaran teman untuk ikut menulis di salah satu kompetisi juga aku tolak.

Kemana hilangnya semangat menulis itu???Semua ini membuat aku kembali mempertanyakan keseriusanku di dunia kepenulisan ini. Bertanya dalam hati, apa iya aku mencintai dunia literasi?

Atau aku hanya iseng, coba-coba, wujud eksistensi atau menulis hanya supaya disukai, dikenal, riya’.

Entahlah… Aku sendiri belum berani menelaah lebih jauh. Sejatuh cinta apa aku sama dunia literasi.

Biarlah kunikmati setiap moment mood menulis datang, yang membuat aku bisa betah berlama-lama di depan layar. Pun jika mood menulis pergi, tetap aku jalani kehidupanku, bercengkrama dengan deadline desain dan pekerjaan rumah tangga yang membuatku tak sempat memikirkan mengapa aku tidak menulis.

Sekarang, saat aku mengambil keputusan untuk kembali ikut berkompetisi di Challenge RNB batch 3, aku merasa sudah siap mengikuti setiap tahapannya.

Sebenarnya, ada sedikit rasa malu, karena saat ini teman-teman seperjuangan di batch satu dan dua banyak yang sudah naik kelas jadi juri dan admin, sedangkan aku masih di sini-sini saja.Tapi tak mengapa, toh rasa malu itu bisa dijadikan pemicu semangat untuk berusaha sebaik mungkin agar rasa malu tadi tidak menjadi malu-maluin teman seperjuangan, hahahah.

Bismillah, aku mendeklarasikan diri untuk mengikuti RNB batch 3 dengan bahagia dan dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab setor naskah sesuai ketentuan.Doakan aku teman, agar mood menulis ini senantiasa menetap di hati.

Jangan keburu pergi selagi aku masih berkompetisi. Jangan hilang kala baru saja semangat itu datang. Semoga bisa melewati setiap tantangan dan berhasil sampai akhir.

Salam litersi!

Palembang, 02 Oktober 2020

Ratih Paskie ~ 7R_Production

0Shares

1 thought on “Aku dan Dunia Literasi

Tinggalkan Balasan