Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Kutipan terjemahan surat Al Baqarah ayat 286 tersebut mengingatkan aku bahwa apa yang tengah aku jalani saat ini, pastilah sudah ditakar oleh Allah sesuai dengan kesanggupanku. Hanya saja, terkadang aku lupa dan terlalu banyak mengeluh.

Alhamdulillah aku punya banyak orang di sekelilingku yang selalu mensupport dan mengingatkan aku. Saat aku merasa terpuruk, mereka selalu ada dan tak melepaskan genggaman tangannya dariku. Aku sangat bersyukur memiliki mereka.

Yang paling dekat denganku, belahan jiwa yang selalu ada dalam suka dan duka. Tak pernah berhenti mencintai bahkan dititik terpurukku sekalipun, ianya selalu ada di sampingku, menopangku kala aku lemah, menyemangatiku kala aku lelah.

Orang tua dan mertua yang tak putus mendoakanku, menjadi pengobar semangat. Aku ingin dapat membahagiakan mereka semua. Jika aku lelah, aku membayangkan wajah-wajah mereka, dan mengumpulkan kembali kekuatan, mengakarkan kembali niatku agar aku sukses dan bisa membahagiakan mereka,

Kelima buah hati, yang kala menatap wajah-wajah mereka, aku merasa malu jika menyerah. Mereka adalah anugerah yang harus aku perjuangkan kebahagiaannya sebagai wujud tanggung jawab serta syukurku memiliki mereka. Merekalah salah satu sumber kekuatan hatiku.

Begitu juga saudara dan ipar serta keponakan tersayang, yang ingin aku bahagiakan. Aku ingin saat mereka butuh, aku bisa membantu. Karena mereka juga penyemangatku.

Tak lupa, sahabat-sahabat terkasih. Yang dengan mereka, aku bisa bercerita tanpa takut menjadi bahan ghibah. Yang uluran tangannya juga selalu siap kala aku butuh, walau belum aku pinta. Kehadiran mereka, yang nasehatnya straight to the point, tanpa tedeng aling-aling, jelek bilang jelek, bagus hilang bagus, adalah rejeki tiada terkira bagiku.

Yang pasti, dari sekian banyak yang menopangku kala aku terjatuh, andai mereka melepaskan uluran tangannya pun, masih ada yang akan selalu mendekapku dengan kasih sayangNya. Dialah pemilik hidupku. Yang tanpaNya apalah artinya aku. Yang rizkiNya telah disiapkan untukku. Yang ujianNya pasti sudah tertakar untukku. Yang sudah menyiapkan kemudahan dibalik segala kesulitan yang menghampiriku.

Seperti janjiNya dalam surat Al Insyirah ayat 5-6:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Jadi, tak ada alasanku untuk menyerah.

0Shares

Tinggalkan Balasan