Berdamai dengan Diabetes, Siapa Takut?

sering kita temukan dalam keseharian, entah orang tua, kakak adik atau tetangga dan rekan kerja di kantor, yang menderita sakit Diabetes. Bahkan Diabetes adalah salah satu penyakit degeneratif, yang semakin hari meningkat jumlah penderitanya, bahkan  menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Gaya hidup, usia dan disfungsi Pankreas dalam tubuh, sering disinyalir sebagai penyebab utama Diabetes. Apa yang bisa kita lakukan untuk berdamai dengan diabetes?

Gaya hidup kekinian yang memungkinkan kita untuk mengkonsumi segala jenis makanan, membuat kita lupa bahwa tidak semua makanan itu baik bagi tubuh kita.  Kita harus bijak memilih dan memilah makanan apa untuk kita konsumsi. Kecenderungan kita memilih makanan cepat saji dan minuman dengan pemanis atau soft drink dapat memicu diabetes. Pola makan yang tidak menyesuaikan waktu makan tapi   menyesuaikan maunya kita makan, mengakibatkan tubuh kita menjadi melebar dan bila tidak terkontrol bisa menjadi penyebab kita menderita diabetes.

Lalu, bagaimana kita bisa berdamai dengan diabetes?

Usia juga disinyalir sebagai salah satu faktor determinan kita menderita diabetes. Pakar Kesehatan, Hans Tandra, menyebutkan bahwa semkin kita tua maka semakin besar peluang kita untuk menderita diabetes. Jadi ketka kita bersia dibawah 30 tahun maka peluang kita untuk terkena diabetes  kurang lebih 1 pesen. Bila sudah melebihi 40 tahun maka berpeluang sekitar 8 persen. terus meningkat peluang tersebut hingga 25 persen bila  kita sudah berusia  di atas 60 tahun. 

Syringe and medical drugs for diabetes, metabolic disease treatment

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena semakin tua usia kita. maka fungsi Pankreas kita semakin merosot sehingga kemampuan insulin dalam tubuh kita untuk memproduksi gula darah pun semakin lemah.

Gula darah dalam tubuh di produksi di hati. Makanan yang mengandung karbohidrat diserap tubuh melalui usus kemudian berubah menjadi glukosa. Glukosa ada di otot dan jaringan yang menjadi sumber energi utama sel tubuh. Glukosa memiliki soulmate yaitu insulin yang diproduksi pankreas.

Tiap kali kita makan, Pankreas kita  akan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah sehingga kadar glukosa dalam darah akan turun. Untuk penderita diabetes, terdapat gangguan keseimbangan antara  transportasi glukosa ke dalam sel, glukosa yang disimpan di hati serta glukosa yang dikeluarkan oleh hati, sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Kelebihan glukosa akan keluar melalui urine sehingga kita akan lebih sering ke belakang.

Bila tubuh kita melebar karena kebanyakan lemak, hormon di lemak akan menganggu kerja insulin, sehingga insulin kita tidak dapat berfungsi dengan baik dan menyebabkan glukosa darah menjadi sulit diturunkan. Insulin tidak bisa membantu kerja glukosa dalam darah.

Empat macam penderita diabetes

Bisakah kita berdamai dengan diabetes?

Menurut Hans Tandra, ada empat macam penderita Diabetes. Diabetes Type 1 karena fungsi Pankreas terganggu sehingga tidak mampu memproduksi insulin secara mandiri, untuk itu membutuhkan penanganan dengan  suntik insulin.

Untuk Diabetes Type 2 adalah type yang banyak diderita oleh  masyarakat sekitar kita.  Pada Type ini,  Pankreas masih mampu untuk memproduksi insulin namun kualitasnya buruk. Ha ini  dikarenakan sel jaringan tubuh dan otot, tidak peka atau resisten tehadap insulin.  Pendeirita type 2 adalah Diabetesi dengan Berat Badan yang berat atau bertubuh gemuk.

Diabetes ketiga adalah diabetes pada kehamilan atau yang disebut diabetes type Gestasi ,yang terjadi karena pembentukan beberapa hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi (terganggu) insulin. Diabetes yang terakhir adalah diabetes yang tidak termasuk pada tiga macam sebelunya, namun diabetes ini  terjadi akibat penyakit lain yang menganggu produksi insulin.

Apakah kita bisa terkena Diabetes?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut,mari kita lihat satu persatu  faktor yang mudah membuat kita terkena diabetes. Faktor-faktor itu adalah:

  1. Keturunan

         Apakah dikeluarga kita ada yang sudah menderita Diabetes?  Bila sudah ada maka kita berpeluang besar untuk terkena Diabetes.

  • Ras dan Etnis

         Menurut Hans Tandra, secara demografis orang yang berkulit hitam jauh  lebih mudah terkena diabetes dari pada orang yang berkukit puth.  Orang Asia juga punya resiko tinggi mengidap diabetes.

  • Usia

         Seperti di sebut sebelumnya, semakin usia menua semakin tinggi berpeluang terkena diabetes.

  • Obesitas

         Pada type 2, mereka yang gemuk memiliki resiko terkena diabetes lebih besar. Hal ini dikarenakan banyak lemak yang menimbun mengakibatkan sulit bergeraknya insulin. Insulin sulit bekerja maka guka darah akan mudah meningkat.

  • Kurang gerak badan

        Peluang beresiko terkena diabetes karena kita jarang atau kurang bergerak, Itu sebabnya bila kita terkena diabetes saran pertana adalah selalin diet kita diharuskan untuk berolah raga

  • Stres

        Stres menyebabkan hormon counterinsulin menjadi lebih aktif sehingga meningkatkan glukosa darah

  • Obat-obatan

         Berapa obat memang meningkatkan kadar gula darah seperti hormone stereoid, obat penurun kolesterol, obat asma  dan obat HIV.

Apa gejala seseorang terkena Diabetes?

Beberapa tanda tau gejala seseorang terkena Diabetes yaitu

  • Sering merasa haus

Kesalahan kita saat merasa haus adalah mengkonsumsi soft drink yang dingin segar dan manis. Hal itu  justru menaikkan gula.

  • Sering  berkemih

Ginjal tidak dapat  menyerap kembali  gula yang berlebihan di dalam darah, sehingga  gula akan menarik air ke luar sel jaringan. Nah itu sebabnya kita sering berkemih bahkan di malam hari.

  • Sering kesemutan

Kerusakan syaraf sensorik akibat glukosa yang tinggi keluan yang sering muncul ada ras akesemutan atau baal.

  • Luka sukar sembuh

Penderita Diabetes sering  mengalami luka yang sukar sembuh  karena glukoas tinggi menghambat aliran.

  • Sering merasa lemas dan mengantuk

Karena diabetes, kita akan cepat merasa mudah lelah dan lemas Gula tidak lagi menjadi sumber energi karena glukosa tidak dapat diangkut ke dalam sel untuk kemudian menjadi energi.  Seringkali kita merasa mengantuk.

  • Penglihatan mulai kabur

Terdapat penderita yang baru menyadari bila terkena diabetes dikarenakan adanya gangguan penghilatannya. Untuk diabetasi yang menggunakan insulin, biasanya mengalami gangguan dalam penglihatan karena salah satu  dari efek suntik insulin adalah mata kita menjadi kabur.

Banyak orang berpikir setelah kita menderita sakit Diabetes, kita seperti mengalami The end of The World, karena penyakit yang dahulu disebut penyakit orang tua, yang sudah tidak bisa berbuat apa apa sepanjang hidupnya, akan terus menderita Dabetes. Padahal karena gaya hidup, memungkinkan kita yang masih di usia produktifpun  terkena Diabetes.

Apa yang harus kita lakukan bila kita sudah terkena Diabetes?

Pertama, mengubah Gaya hidup kita

Dimulai dengan makanan dan minuman. Bila kita terbiasa mengkonsumsi nasi putih, ubah dengan kentang atau beras merah. BIla ada beras hitam lebih bagus. Karena nasi merah atau hitam dan kentang,  kadar gulanya lebih rendah daripada nasi putih. Usahakan mengurangi porsi karbohidrat  seperti mie, roti atau biskuit. Pelan-pelan kita kurangi  sampai terbiasa untuk tidak mengkonsumsi lagi.  Porsi makanan  juga perlahan kita kurangi.  Kalau biasanya kita makan dengan porsi 2 piring kita kurangi menjadi 1 piring lalu setengah piring. Buah-buahan tetap kita konsumsi dengan memperhatian kadar gulanya. Kalau perut lapar sebelum waktu makan ada baiknya kita ngemil buah.

Say Good bye dengan soft drink atau minuman  botol /kaleng dengan kadar pemanis yang tinggi.  Berat? Tidak dong!. Kita masih bisa minum teh hangat dengan porsi gula sedikit atau sama sekali tidak pakai gula. Kita perbanyak minum air putih, minimal 8 gelar air atau 2 liter perhari.

Gaya hidup lain yang harus diubah adalah berolah raga. Biasakan  perbanyak olah raga atau bergerak dalam keseharian kita. Aktivitas jalan kaki di sekitar rumah dan kantor atau membiasakan naik tangga adalah aktivitas ringan dan mudah yang bisa kita lakukan. Olah raga penting tidak saja untuk penderita Diabetes, untuk semua penyakit juga,selalu disarankan untuk dilakukan sekalipun hanya dalam bentuk jalan kaki.

Kedua, kita harus rajin mengecek tingkat gula darah kita.

Diabetesi pasti memiliki alatnya. Yang mudah ditemukan di apotik yaitu  Accu-Check Family Pack.  Dengan memiliki alat itu, kita dapat dengan mudah mengetahui berapa tingkat gula kita. Karena meningkatnya gula bisa datang dengan tiba-tiba, dalam kondisi yang tidak tentu, sehingga bila kita rutin melakukan pengecekan, setidaknya kita dapat melakukan antisipasi. Namun sekalipun kita sudh memiliki alatnya, kita juga dapat mengeceknya di klinik atau Laboratorium, agar mempeoleh informasi yang lebih akurat. Tidak ada salahnya untuk kontrol ke dokter dalam waktu tertentu.

Ketiga, Alternatif pengganti gula

Kalau kita tidak ingin mengkonsumsi obat gula seumur hidup, kita bisa merapkan  gaya hidup yang sehat dan mengkonsumsi herbal  seperti rebusan daun buah cherry atau buah mahoni. Banyak herbal di sekitar kita yang dapat dikonsumsi, namun kita harus banyak konsumsi air putih  agar peredaran darah kita lancar  dan kotoran tidak menumpuk di ginjal kita.

Keempat, banyak mencari referensi

Membaca buku atau browsing di dunia maya mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Diabetes. Wawasan ini sangat bermanfaat untuk mindset kita, agar selalu berpikir positif bahwa menderita diabetes bukan berarti kita tdak bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. Untuk yang sudah lanjut usia juga masih dapat melakukan aktivitas tidak mengurung diri karena terkena Diabetes.

Aktivitas berjemur dan jalan kaki di pagi hari atau sore hari, untuk mereka yang berusia senja, menjadi aktivitas yang menyenangkan terlebih bila bertemu atau berkumpul dengan teman-temannya.

Saya berbagi pengalaman saya sebagai diabetes. Pada bulan Juli 2018 ,saya  mengikuti Dikjur Rengar sebagai salah satu upaya meningkatkan skill dalam bekerja. Pada malam pertama di Asrama, saya tidak bisa tidur nyenyak karena panasnya udara malam itu. Saya tidur di ubin dengan menggunakan selimut. Kessokan harinya, saya tidak kuat bangun karena kepala pusing dan badan terasa lemas.

Saya tidak bisa mengikuti pembukaan acara. Oleh Panitia, saya segera dibawa ke RS di lingkungan Asrama, dan saya sempat shock karena memperoleh kabar bahwa kadar gula saya tinggi yaitu 399.  Saya baru tahu kalau saya diabetasi. Memang di kelurga, Ibu dan Kakak sulung saya menderita sakit gula. Ibu saya diabetes type 2 sedangkan kakak sulung saya type 1. Menurut dokter yang merawat saya Type 2.

Saya menyadari bahwa saya memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Saya penyuka kuliner. Hanya ada 2 kata dalam kamus saya. Enak dan Enak Sekali. Ditambah saya  jarang berolah raga. Saya juga memiliki kebiasaan  buruk yaitu kurang minum air putih. Karena padatnya aktivtas mengakibatkan saya  lupa untuk minum! Subhannalah. itu sebabnya lengkap sudah penyebab saya menjadi diabetes.

Saya dirawat 2 hari lalu  kembali ke asrama. Karena saya ingin melanjutkan aktivitas dikjur saya.  Dokter tidak menyetujui namun saya tidak mau dipulangkan dari Dikjur karena tidak mengikuti Pendidikan selama 2 hari. Akhirnya dokter menginjinkan dan untuk mempercepat turunnya kadar gula, saya diberi insulin.

Saya diharuskan menyuntik sendiri. Duh bagaimana rasanya saya harus menyuntik perut saya  sendiri, sementara saya takut disuntik.  Untung ada teman asrama yang rela membantu saya.  Satu bulan saya menjalani aktivitas pendidikan dan lulus dengan predikat 5 besar.  Bonusnya adalah…1 bulan di Asrama dengan kondisi sakit diabetes,  berat badan   turun 10 kilo.  Uhuy 😊

Setelah kembali ke rumah, saya berobat ke dokter langganan. Tiga bulan  saya harus minum obat dan periksa laboratrium. Saya tidak pernah disuntik insulin lagi hanya saat di Asrama. Program  berlanjut dua bulan untuk transisi karena saya sudah menyampaikan pada dokter, kalau saya ingin berhenti konsumsi obat-oabatan. Saya mau hidup sehat dan konsumsi herbal. 

Dokter menolak namun saya sudah tegaskan kalau ini pilihan saya dan segala konsekuensi saya jalani. Saya bukan keras kepala, tapi saya ingin mengubah mindset saya bahwa saya bisa berdamai dengan diabetes. Saya menerima kalau saya penderita diabetes namun saya berusaha menjalani aktivitas saya seperti biasa. Saya tidak mau tenggelam dalam pikiran buruk bahwa  dunia saya runtuh karena diabetes.

Tidak!

Saya percaya bahwa diabetes yang saya derita bukan penghalang saya untuk melakukan banyak hak. Kuncinya hanya tetap menjaga Kesehatan. Berusaha untuk hidup sehat. 

Diabetes memang pembuka jalan penyakit lainnya seperti Asam urat dan Kolestrol atau penyakit degeneratif lainnya, namun kita masih bisa kok berdamai dengan diabetes dan menghasilkkan karya sekalipun demikian  kita tetap harus menjaga gaya  hidup kita menjadi lebih sehat.

Kontrol ke dokter, minum obat atau herbal tidak menjadikan kendala kita untuk tetap berkarya.  Jadi … berdamai dengan Diabetes … Siapa Takut?

Referensi: Hands Tandra. 2017. Diabetes bisa sembuh. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Baca juga yuk:

0Shares

1 thought on “Berdamai dengan Diabetes, Siapa Takut?

Tinggalkan Balasan