BUKU EDISI CURHAT

“Berdamai Dengan Masalah”, Secuil Kisah para Makhluk Tuhan

Setiap manusia di dunia ini pastinya mempunyai masalah. Entah besar ataupun kecil masalah yang menimpa, kita hanya bisa menerima dan berusaha sebaik mungkin untuk menghadapinya. Walaupun terkadang kita merasa lelah menerima masalah-masalah yang terus menerus menghampiri. Disaat seperti itulah, kita hanya bisa menghadapi dengan lapang dada, bersujud dan menengadahkan tangan kepada Yang Maha Kuasa dan Berdamai dengan masalah yang menimpa kita.

Baca juga yuks : Chicken Soup ala Nubar : Kisah Cinta dalam Rumah Tangga

Buku Berdamai Dengan Masalah ini ditulis oleh teman-teman Tim Nubar Area Sumatera dan diterbitkan oleh Penerbit Rumedia dengan tebal buku sebanyak 168 halaman. Buku ini berisi banyak kisah-kisah inspiratif tentang berbagai permasalahan yang menimpa seseorang, baik itu dalam kehidupan rumah tangga, pekerjaan, hubungan anak dan orang tua, dan lain sebagainya.

Dalam buku ini memberikan pandangan pada kita, bahwa berdamai dengan masalah memang bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Dalam buku ini selain mengisahkan tentang permasalahan yang menimpa dan bagaimana mereka menghadapinya, juga ada beberapa tips dalam menangani luka masa lalu dan cara-cara berdamai dengan masalah yang menimpa, baik dari sisi psikologis, keagamaan, maupun pengalaman-pengalaman para narasumber.

Baca juga yuks : Melepas KDRT jilid 1 dan 2

Ada satu cerita yang ditulis oleh Sabiqis Edogawa yang membuat saya teringat pada apa yang pernah saya alami dulu. Suatu kejadian yang membuat saya marah, kecewa dan merasa diperlakukan dengan tidak adil oleh atasan saya. Atasan saya hanya melihat suatu permasalahan dari satu sisi saja yaitu pelapor, tetapi tidak mau mendengarkan terlebih dahulu dari sisi saya tentang bagaimana kejadian yang sebenarnya. Beliau langsung men-judge bahwa saya bersalah.

Tetapi, seminggu kemudian beliau baru menanyakan tentang permasalahan yang sebenarnya terjadi. Setelah menegur dan memarahi saya dengan cukup keras. Saya hanya bisa menjawab bahwa atasan saya sudah terlambat karena baru menanyakan hal tersebut sekarang. Karena pada saat itu saya sedang “berusaha” untuk berdamai dengan masalah yang sudah terjadi, walaupun terkadang masih ada sedikit rasa sakit hati pada sang pelapor dan kecewa pada atasan saya. Karena seperti yang saya katakan sebelumnya, berdamai dengan masalah adalah suatu hal yang memang tidak mudah, walaupun juga bukan hal yang mustahil untuk dilakukan.

Baca juga yaa : Mari Bersikap, Bodo Amat!

Bunda saya juga adalah salah satu orang yang telah berdamai dengan masalah/musibah yang menimpa. Saat kakak laki-laki saya pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya, beliau tidak mau menerimanya. Saat pertama kali berita kematian kakak saya diterima, dan jenasahnya sampai di rumah, beliau masih denial dan mengatakan bahwa jenasah itu bukanlah kakak saya. Beliau mengatakan bahwa semua orang berbohong. Beliau tidak mau makan ataupun minum sampai beberapa waktu lamanya, hanya bisa memasukkan sedikit sekali makanan ataupun minuman setelah dipaksa. Berat badan beliau menurun drastis dan wajah beliau terlihat lebih tua.

Lain halnya dengan ayah saya. Beliau juga terpukul tetapi tetap berusaha tegar demi untuk istrinya dan anak-anaknya yang lain. Ayah berusaha untuk tidak menangis dan bersikap tegar dihadapan siapa pun. Tetapi saya tahu beliau menangis diam-diam saat mengira tidak ada siapa pun yang melihat ataupun mengetahuinya.

Dengan nasehat, perhatian dan bimbingan dari Ayah, Bunda pun berangsur-angsur bisa menerima kenyataan dan mulai kembali lagi menjadi Bunda yang dulu. Ayah dan Bunda sama-sama saling menguatkan dalam menerima dan berdamai dengan musibah yang menimpa.

Baca juga yaa : Gara-Gara Buku Nubar!

Buku “Berdamai Dengan Masalah” ini tidak hanya berisi kisah-kisah yang dialami oleh penulis saja, tetapi juga ada beberapa kisah dari narasumber-narasumber yang mengijinkan untuk kisahnya dituangkan dalam buku ini. Tips dan cara-cara untuk berdamai dengan masalah yang tertuang dalam buku ini berasal dari beberapa sumber baik itu dari pengalaman-pengalaman pribadi, media online maupun offline (buku, majalah, dan lainnya). Beberapa sumber diantaranya adalah Pengobatan dengan Al-Qur’an oleh Muhammad Reza Karimi, Essential Secrets of Psychotheraphy : The Inner Child oleh S.A. Diamond, dan masih ada banyak lagi.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Baqoroh ayat 286, yang artinya “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…”. Memahami hal ini menumbuhkan keyakinan dalam diri kita, bahwa setiap masalah yang kita hadapi tentulah Allah SWT sudah mengukur kesanggupan kita dalam menyelesaikan dan menjalani masalah yang menimpa kita.

Dengan adanya buku ini, diharapkan kita mampu memberikan rasa syukur atas permasalahan yang sedang atau telah kita alami. Semoga bisa sebagai penguat bagi banyak pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Salam,

Galuh Candra

~ Info pemesanan buku bisa menghubungi CS DETRINDO di nomor 0878 8788 5767