Berdamai dengan Masalah

Hai sobat curhat,

Hayoo siapa dari kalian yang mengaku tidak punya masalah? Cung jari šŸ˜Š

Pasti tidak ada. Karena setiap dari kita selalu memiliki masalah.Ā  Entah masalah dengan pasangan, masalah dengan keluarga, masalah di kantorĀ  ataupun masalah dengan teman atau sahabat.

Masalah

Masalah adalah perbedaan antara harapan dengan realitas. Apa yang kita harapankan berbeda dengan yang kita terima atau jalani.  Ketika perbedaan itu muncul maka masalah telah terjadi. 

Setiap dari kita adalah pribadi yang tumbuh pada keluarga yang memiliki  prinisp dan nilai yang berbeda satu sama lainnya, sehingga everybody has a value about everything. Ketika berproses dan berinteraksi dengan pribadi lainnya, sudah pasti akan melahirkan perbedaan-perbedaan dan inilah yang kemudian menjadi masalah.

Jadi setiap orang dalam hidup tidak dapat lepas dari masalah. Masalah akan selalu ada selama manusia ada.

Nah bagaimana kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi?

Banyak cara yang bisa kita lakukan tergantung masalahnya itu sendiri. Terkadang membutuhkan mediator, terkadang hanya perlu saling berbicara dan ada kalanya butuh penyelesaian secara fisik.

Setiap pribadi akan berbeda bereaksi atas masalahnya. Ada yang uring-uringan dan menjadi emosional, ada pula yang menangis terus menerus. Ada yang galau tidakĀ  jelas dan butuh curhat. Adapula yang tetap tenang santai menghadapi masalah yang datang.

Dari sekian banyak cara mengatasi masalah, saya lebihĀ cenderung berdamai dengan masalah yang saya hadapi. Berdamai adalah suatu situasi dan kondisi dimana kita berusaha menerima masalah yang datang, memandang masalah dari banyak persepektif hingga akhirnya dapat memaafkan.

Penerimaan diri atas masalah yang datang, adalah bentuk kita membuka diri, untuk menerima masalah sebagai bentuk ujian dan cobaan dari Nya, yang akan selalu memiliki hikmah yang dapat kita petik.  Pada saat kita masih mengingkari atau tidak bisa menerima masalah tersebut, maka sejatinya kita masih merasa  tidak pantas dikenai masalah. Perasaan ini hanya membuat kita akan mendendam. Penolakan atau pengingkaran terhadap masalah, hanya akan membuat hidup kita terganggu dan tidak dapat melanjutkan hidup kita dengan penuh Bahagia.

Sobat curhat,

Efek samping

Coba bayangkan, kita menjadi tidak bisa tidur, selalu marah atau nangis tidak jelas. Kita merasa teraniaya akibat perlakuan orang lain. Hal yang menjadi masalah, membuat hidup kita tidak nyaman dan kita menjadi dendam ingin membalas perilaku orang yang menjadi penyebab masalah.

Padahal di sisi lain, orang yang bermaslaah dengan kita, mungkin tidak merasa bersalah pada kita. Mereka bisa tidur nyenyak pada saat malam-malam terasa berat untuk kita. Mereka bisa menjalani aktivitas seperti biasa, sedangkan kita ke kantor kaya zombie karena kurang tidur. Bekerja menjadi tidak fokus bahkan mungkin saja kita menjadi sakit.

Nah .. kalau sudah demikian siapa yang rugi? Kita bukan? Untuk itulah kita butuh penerimaan bukan pengingkaran. Kita butuh menerima masalah yang ada dan belajar melihat dari sisi lain. Kalau kita sudah bisa melihat masalah dari sisi lain, pastinya kita akan dapat memaafkan. Saya percaya berdamai dengan masalah adalah sebuah proses panjang. Berdamai dengan masalah membutuhkan niat baik kita untuk senantiasa berpikir dan merasa positif. Berdamai dengan masalah menuntut keikhlasan kita. Keikhlasan untuk memaafkan. Dan itu tidak mudah. Saya mengerti hal itu. Itu sebabnya berdamai dengan masalah, membutuhkan waktu yang panjang. Namun efek yang kita rasakan setelah kita berhasil berdamai dengan masalah adalah efek yang membahagiakan. Sangat luar biasa. Tak dapat tertandingi oleh apapun. Kita seperti terlahir menjadi pribadi yang baru.

Saya dapat berkata seperti ini, karena saya baru saja selesai melalui proses panjang untuk berdamai dengan masalah yang saya hadapi. Sekalipun setelah proses itu berhasil saya lalu, saya menghadapi masalah lagi. Walaupun dengan individu yang berbeda, dalam posisi yang berbeda, namun saya percaya saya pasti dapat berdamai dengan masalah. Sekalipun kali ini saya akan mencoba memodifikasi dengan cara lain namun bisa dipastikan bahwa cara yang saya ambil, tidak mengurangi makna berdamai dengan masalah. Karena alur berpikirnya tetap sama. Menerima masalah yang datang, melihat dari segala persepektif dan memaafkan. Insya Alllah masalah yang datang dapat saya lalui.

Baca juga:

Sobat curhat,

Meskipun memaafkan itu seperti melawan gravitasi bumi, namun memaafkan membebaskan kita dari belenggu diri. Memaafkan memberi kebahagiaan yang luar biasa. Begitupula dengan meminta maaf.  Hanya orang yang berhati besar yang dapat meminta maaf dan memaafkan orang lain termasuk meminta maaf pada diri sendiri dan memaafkan diri sendiri.

Untuk itulah, dari palung samudera hati saya yang terdalam,  saya ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H . Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Bathin

0Shares

2 thoughts on “Berdamai dengan Masalah

Tinggalkan Balasan