Curhat – Ringtone lagu lily milik Alan Walker tiba-tiba mengusik tidurku pagi ini. Dengan mata masih setengah terbuka, ku cari sipemilik bunyi itu diatas nakas dan kudapati benda pipih itu. Ku tatap yang nama yang berada dilayar

“iya Yan, ada apa?” kujawab si pemanggil yang menelponku.

“Wi … aku butuh curhat,” rengek dari seberang teleponku.

“iya ada apa Yani Hadiningrum?”aku mengucek-ngucek mataku dan melirik kearah jam weker yang berada diatas nakas tempat tidur.

“asem nih Yani, baru juga jam 6, udah bangunin gue dihari libur”bisik batinku gemas dengan sahabatku satu ini.

“Wi, elo tahukan gebetan baru gue si Roman, anak fakultas Hukum di samping gedung kelas kita?”

Kami berdua adalah mahasiswa jurusan manajemen semester 3 dan berada dikelas yang gedungnya bersebelahan dengan anak fakultas hukum. Setiap kekelas, kami selalu saja melirik ke gedung seberang untuk cuci mata siapa tahu ada yang nyangkut. Dan ternyata Yani lebih beruntung dariku, ternyata dari gedung sebelah juga ada yang menaruh hati kepada Yani yang baru saja putus sebulan yang lalu. Sedangkan aku, jangankan putus untuk merasakan ditaksir cowok atau pacaran saja belum pernah kurasakan dari bangku sekolah menengah.

“hmmm…yaa…”aku jawab sekenanya sambil berpikir gebetan Yani yang mana lagi ini.

“Dia tadi malam ngajak gue keluar, trus kami nongkrong deh di Cafe Drum, lalu disana dia kasih suprise untuk gue Wi, elo tau gak suprise yang dikasih ke gue wi?”ujar yani bersemangat.

Suprise apakah itu diajeng Yani?” aku bangun dari tempat tidur sambil terus memegang benda pipih agar tetap ditelingaku dan membuka tirai jendelaku.

“Dia menyewa grup band Citarasa, grup indie kesukaan kita dan tahu tidak si Roman langsung nembak gue untuk jadi pacar dia”teriak Yani diseberang telepon dengan antusias.

Aku langsung menjauhkan teleponku dari telingaku.

“Yani, jangan teriak ditelpon sakit tahu kuping dengar elo teriak-teriak”aku memarahi anak sableng itu karena tanpa aba-aba teriak ditelepon.

“maaf, maaf Wi sayang, jangan marah ya. Pokoknya aku senang banget, padahal baru seminggu yang lalu pendekatan eh Si Roman langsung nembak gue tadi malam. Dan hari ini gue mau traktir elo di cafe favorit kita makan es krim, setelah itu elo temani gue belanja untuk kencan nanti malam gue sama Roman ya”seru Yani sambil tertawa cekikikan.

“Ya, ya, ya…jemput gue ya”sahutku sambil duduk diujung tempat tidur.

“aman, pokoknya nanti gue jemput di kost elo, gue senang sekali hari ini dan bla…bla…bla…”cerita Yani pagi itu.

Aku mendengarkannya sambil sesekali menguap.

Ternyata begini ya namanya jatuh cinta. Tapi aku tidak tahu ini jatuh cinta keberapa bagi Yani, karena sejak kami bersahabat pada awal ospek kampus , Yani selalu saja ada yang naksir.

Wajar saja sih, kalau banyak yang naksir Yani. Anak orang kaya dari keluarga konglomerat di Kota Pelajar ini. Bapaknya Yani memiliki bermacam-macam usaha dari usaha katering sampai usaha furniture, lalu dari usaha budidaya ternak Lebah madu yang menghasilkan Madu sampai usaha ternak sapi perah dan sapi potong. Dan Ibu yani adalah seorang penari keraton yang sudah tidak aktif lagi dan sekarang hanya mengurus rumah tangga serta anak tunggal mereka yaitu Yani.

Yani adalah gadis ayu yang ceria dan manja tetapi tidak pernah egois. Dia selalu mengalah terutama kepadaku sahabatnya. Pernah suatu hari dia membatalkan kencan hanya demi menemaniku nonton dibioskop dan jalan-jalan ditoko buku. Dia juga pernah mengikuti perlombaan Putri  Indonesia, tapi tidak lolos seleksi pada tingkat provinsi.

Dia adalah gadis yang selalu mendahulukan keinginan orang-orang yang disayangnya. Pernah dia mengajakku untuk tinggal dirumahnya yang sangat besar itu, tapi aku tolak. Aku ingat pesan bapak dan ibu, bagaimanapun juga aku harus mandiri tidak boleh menyusahkan orang lain. Sekalipun orang itu sangat baik sekali seperti Yani dan keluarganya.

Mungkin keluarga Yani menganggap dengan adanya aku dirumah mereka, Yani tak perlu kesepian lagi sebagai anak tunggal. Namun, bagaimana mungkin Yani bisa kesepian sedangkan asisten rumah tangga dirumahnya saja ada 3, tukang kebun ada 2 dan supir pribadi ada 2. Yani memang sungguh beruntung di anugerahi berbagai macam kekayaan yang berlimpah. Sedangkan aku di anugerahi berbagai macam kasih sayang, baik dari Bapak, Ibu, satu Kakak Perempuanku dan dua adik kembarku. Walaupun bapak berkerja sebagai guru SD dan ibu sebagai guru TK   di kampung, tapi aku sangat bangga kepada mereka, mereka tetap mengajarkan kami untuk mandiri dan tetap mementingkan pendidikan walaupun mereka hidup sederhana.

Dan aku juga ingin menjadi salah satu anak kebanggaan mereka, dengan mengikuti jejak kakakku yang telah sekolah S2 keluar negeri dengan beasiswa dari pemerintah berkat prestasinya sebagai salah satu mahasiswa yang memenangkan olimpiade matematika tingkat international.

Inilah adalah curhatku malam ini setelah aku menemani Yani makan es Krim dan belanja untuk kencannya dengan Roman, sang pacar baru.

0Shares
Categories WCR

Tinggalkan Balasan