Dedek Fiya memang dekat sekali sama Miminya. Selalu sedih seperti di foto ini kalau Miminya pulang. Maunya Dedek, ada Umi ada Mimi juga. Tapi untuk saat ini belum bisa. Sebelumnya, kami memang tinggal satu rumah sama Mimi, qodarullah, Uyut pindah ke Palembang lagi dan maunya ditemani Mimi. Akhirnya, Mimi dan Bapak tinggal sama Uyut.

Sabarlah yaa, Dedek Fiya, InsyaaAllah nanti kalau Uyut sudah mau ditinggal, Dedek bisa peluk Mimi lagi setiap saat. Saat ini Uyut lebih butuh ditemani Mimi. Karena Uyut maunya sama Mimi.

Nah, ceritanya, tadi malem, Mimi tidur di rumah, Dedek Fiya senang sekali, jadi bisa tidur sambil dipeluk Mimi, deh. Tapi ya itu, ketika tadi Mimi mau dianter Ayah pulang, eehh si Dedek mulai drama. Dia sembunyi di balik pintu sambil nangis. Ketika mau anter Mimi ke depan, Umi gendong, tapi tetap nggak mau say “bye..bye..” sama Mimi, sedih banget sampai nggak mau lihat Miminya pergi.

Sempat minta izin ke Ayah supaya diajak ikut memgantar Mimi pulang, tapi Ayah kan mau langsung mengurus orderan cetak, jadi nggak langsung pulang ke rumah. Tambahlah si Dedek sedih dan menangis sesegukan.

Ah, Si Dedek kemenag begitu, padahal besok juga seharian main ke rumah Mimi, dan ketika nanti dijemput Ayah pulang ya sedih juga ninggalin Miminya. Galau Dedek kalau disuruh pilih mau menginap di rumah Mimi atau pulang sama Umi.

Pernah, suatu hari, Dedek minta izin menginap di rumah Mimi. Yo wes, akhirnya diizinkan, ehh Dia nggak bisa tidur. Jam tiga pagi video call, kirim voice note, minta jemput, nggak bisa tidur karena nggak peluk Umi. Hihihi. Kamu itu memang masih bayi, Dek.

Oh iya, Mimi itu Utinya Dek Fiya, tapi dipanggil Mimi. Dari jaman Mamas Ihan kecil, lengket panggilan Mimi dan Bapak. Sampe semua adek-adeknya manggil Mimi-Bapak.

Pernah diajarin memanggil Uti-Kakung, Neknang-Nekno, Oma-Opa, masih yang melekat panggilan Mimi-Bapak. Yo wes lah, Mimi dan Bapak juga nggak komplain, tapi yang mendengar saja heran, kenapa ada Mimi ada Umi, ada Ayah ada Bapak.

0Shares

Tinggalkan Balasan