Ketiga buku ini terbit hanya berselang beberapa waktu saja, tapi ketiganya baru sempat ku foto tadi malam.

Tak bisa kulukiskan dengan kata-kata bagaimana bahagianya hatiku.

Mungkin bagi sebagian orang, ini bukanlah apa-apa, tapi bagiku, tulisan yang dibukukan -meskipun buku antologi- adalah salah satu dari sekian mimpi yang terwujud nyata. MasyaaAllah tabarakallah..

Naskahku yang berjudul Kisah si Gadis, menjadi buku antologi perdanaku yang terbit dmegan judul Cerita si Gadis akhir tahun kemarin. Kisah si Gadis, mengisahkan perjalanan seorang gadis mencari cintanya.

Buku antologi kedua berjudul I Finally Found Someone. Di buku tersebut, tulisanku ‘Rejeki Menggenapkan Separuh Dien” berisi tentang sekilas perjalanan pernikahan.

‘Bersama, Kita Luar Biasa’ adalah tulisanku yang tergabung di buku antologi ketiga berjudul Kalian Luar Biasa. Aku bercerita tentang pengalaman ‘resign’nya suami hingga bisnis yang hancur dan bagaimana bangkit dengan tertatih di bisnis yang sama.

Jika di buku ketiga aku bercerita tentang bisnis, di buku Berdamai dengan Masalah aku berkisah tentang hidup di rantau dengan masalah-masalah yang ada di dalamnya serta bagaimana kami pasrah dan menyadari bahwa kalkulator Allah lebih canggih dari kalkulator makhlukNya.

Semua kisahku di keempat buku tersebut sedikit banyak idenya berdasarkan kisah nyata yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menarik untuk dibaca.

Terus terang, awalnya aku tidak percaya diri ketika menyerahkan naskah untuk buku si Gadis. Menurutku, tulisanku masih polos dan norak banget. Alhamdulillah, seorang penulis yang aku kenal menyemangati. Dan aku bersyukur minta first editing sama beliau, baik banget. MasyaaAllah.
PJ buku-buku antologiku juga baik dan sabar banget. Bahagia dikelilingi orang-orang baik yang sampai saat ini selalu support aku dan membuat aku ketagihan menulis buku, malah nekad menjadi PJ. 🥰

Selain Mbak Nova Yulianto (penulis buku kesayangan aku) dan Mbak Dewi (PJ kece), ada mbak Emmy selaku MA dan Pak Ilham Alfafa founder Rumedia yang sudah memberi ruang padaku untuk menulis dan mewujudkan mimpi.

Tentunya, kesemuanya itu tak lepas dari campur tangan Sang Pemilik Hati. Yang memungkinkan aku mengenal mereka-mereka, yang menggerakkan hati mereka untuk mengajakku menulis, yang juga menggerakkan hatiku untuk nekad menulis. Alhamdulillah, Allahuakbar.

Di balik istri yang ‘kelincahan’ ada suami ~sang ‘spesial one’~ yang selalu mendukung semua hobi dan kegiatan istrinya jika dinilainya positif. Saranghae, K’Yo. Oiya, terima kasih juga untuk jepretannya tadi malam. Love it!

Juga untuk anak-anak, yang juga turut bahagia saat Abang kurir datang mengantar buku baru si Umi dan buru-buru unboxing hanya untuk memastikan ada foto si Umi di bagian belakang sampul bukunya. Sayang kalian semua.

Aku, bukanlah siapa-siapa.
Hanya seorang ‘aku’ yang ingin ikut mewarnai dunia kepenulisan dengan karyaku yang tak seberapa ini.

Terima kasih dan luv you all.. 💖

0Shares

Tinggalkan Balasan