Diberi kesempatan kedua untuk menciptakan sebuah nama, bukan berarti menjadi lebih mudah. Mengapa? Karena yang saya bahas disini adalah memberi nama pada buah hati kita. Menciptakan nama rasanya menjadi harapan kepribadian pada anak kita. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk memberikan nama pada buah hatinya:-)

Dengan latar belakang anak pertama perempuan dan anak kedua juga perempuan, sehingga segala pemikiran berusaha adil bahkan untuk nama sekalipun. Sehingga nama anak kedua saya mengacu pada nama anak pertama saya. Anak pertama saya bernama “Intan Aura Dewi”. Berikut penjelasan lebih sistematis *kayak penulis skripsi ya.. hehe.. maksudnya supaya lebih enak dibaca :

1.Intan. Kata pertama dari nama adalah suatu permata yang berkilau dan bernilai tinggi. Jadi untuk anak kedua saya berikan nama permata yang juga sama berharganya yaitu “Mutiara”. Namun karena saat ini sering sekali nama mutiara jadi saya cari sensasi yang berbeda dengan bahasa Arab, yakni Safaniya.

2. Aura. Kata tengah disini adalah suatu yang memancar. Kata ini menjadi penekanan untuk arti dari kata sebelum dan sesudahnya. Doa yang terkandung didalamnya adalah seorang anak memiliki pancaran yang baik dan bersih, berkilau bagaikan Intan. 

3. Alesha. Merupakan bahasa arab,yang artinya anak yang beruntung. Mengatur pola makan dan memperbanyak vitamin, adalah tantangan bagi kehamilan kedua saya. Dan lebih dari 2 dokter spesialis yang menangani pemeriksaan kehamilan ini. Doa disetiap waktu tak luput kami panjatkan pada Yang Kuasa, semoga anak didalam kandungan saya sehat tidak kekurangan suatu apapun. Nah, itulah dibalik doa semoga menjadi anak yang dilindungi Allah dan beruntung, tersimpan dalam kata “Alesha”.

4. Dewi. Kedua nama buah hatiku tersemat kata Dewi yang merupakan nama besar dari bundanya, alias saya sendiri *hidung kembang kempis karena bangga. Dewi adalah sesosok wanita yang begitu Anggun dan sedap dipandang. Memiliki sisi feminim dan perilaku yang elegan. Cantik pesona dan jiwanya. 

Dari acuan nama anak pertama saya, maka muncullah nama “Alesha Safaniya Dewi”. Karena yang diinginkan bagi kami adalah berbuat adil dan anak mampu merasakan adilnya sikap dan perhatian dari kedua orangtuanya. Begitulah kami menyayangi kalian berdua, bahkan sebelum kami melihat fisik kalian sebelum lahir dimuka bumi ini. Elusan lembut dari perut bunda dan sapaan hangat suara Ayah ingin mengantar kalian menjadi anak-anak yang berbhakti, sholeh dan berguna bagi keluarga dan orang orang disekitar. 

Itulah sensasi saya rasanya menciptakan sebuah nama, bagaimana denganmu?


Salam hangat,

Dewi Adikara

Iklan
0Shares

0 thoughts on “Filosofi Dua Nama

Tinggalkan Balasan