Bismillah.

Semangat Pagi, Sobat Curhat.

Pernah nggak sih, Sobat Curhat gagal dalam melakukan sesuatu, tapi penasaran ingin mencoba lagi? Keukeh nggak mau menyerah dengan kegagalan.

Nah si Umi lagi ngalamin nih. Ceritanya, lagi penasaran membuat donat yang enak, lembut, menul-menul dan white ring-nya muncul. Kenapa koq penasaran? Karena penghuni rumah ini semua doyan donat, tau sendiri kan donat empuk menul-menul itu harganya lumayan, coba dikaliin tujuh, eh delapan dink sama bapak, itu juga nggak cukup seorang satu, minimal dua. Beli selusin nggak cukup donk ya. Beli dua lusin nggak cukup juga…. duitnya, hahaha.

Alasan idealisnya, sih, ya supaya bisa menyajikan jajanan homemade yang halal, sehat dan lezat, ramah di perut juga di kantong, hahaha, teteeppp aja ujungnya, maklum deh emak-emak, semua dihitung.

Dari kedua alasan itu nggak ada yang salah, ye kan? Kan? Iyain aja yaa, Sobat Curhat. Biar cepet. Hihihi.

Iya, nggak salah donk kita kepengen bisa membuat jajanan bermutu dari tangan kita sendiri untuk disajikan ke orang-orang yang dicintai, selain terjamin kehalalannya, pemilihan bahan baku terbaik tentunya akan membuat jajanan kita aman dikonsumsi, terutama oleh anak-anak.

Soal rasa dan harga, itu sih bonus yang nantinya bisa didapat, jika, proses pembuatan makanan tersebut benar sehingga rasanya enak, dan pas sesuai takaran sehingga hasil yang didapat juga pas hitungannya dengan modal. Tapi, tidak seperti kejadian yang si Umi alami kemarin, Sobat Curhat.

Dengan modal pembuatan satu kilo donat premium, tak ada satu pun yang sukses sempurna, semua ambyaarr. Ya iyalah, kan adonananya satu. Nggak balik modal, Sobat Curhat. Yaa, tetap bisa dimakan tapi rasa dan tampilannya enggak bangettt. Kakak Aisa seneng sih, katanya mirip donat jajanan di kantin sekolahnya. Huaahh, makin ambyaarrr, donat premium disamaain sama donat seribuan.

Si Umi bete donk, lalu update status medsos perihal si donat. Qodarullah, status si Umi tersebut dibaca oleh salah satu sahabat yang pintar bebuatan dan memang punya toko kue. Semua yang dibuat oleh tangan cantiknya, enaakk. That’s why, tokonya jadi yang paling ngetop se Palembang. Begitu pula produk-produknya, viraalll, Sobat Curhat!!!

Sahabat si Umi yang baik hati tadi akhirnya kasih beberapa tips yang harus diperhatikan dalam membuat donat. Sempat di wapri juga, si Umi disuruh ceritain alur pembuatan donat gagal tadi, runut dari awal hingga berakhir bantat, keras dan tampilannya mengerikan, hahaha. Dikasih tau juga beberapa kesalahan dalam prosesnya.

Ngechat sambil ketawa-ketiwi sendiri dan membuat sahabat si Umi juga ketawa ngakak abissss, melihat foto donat gagal si umi yang tampak jelas sekali kerasnya, lebih cocok buat nimpuk kerumunan orang yang berdesakan nggak pakai masker dan melupakan social distancing di musim pandemi.

Alhamdulillah, tips sudah di tangan. Tinggal mengumpulkan niat lagi nih, Sobat Curhat. Soalnya, kemarin si Umi sempat malas mencoba lagi. Lalu, si Umi teringat kata-kata ini “Gagal itu adalah jika kamu berhenti mencoba”. Jadi, coba lagi, sampai sukses.

Begitu juga dengan bisnis, gagal berkali-kali ya nggak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika kita nggak mau bangkit dari kegagalan tersebut. Menyerah. Disitulah kegagalan kita sebenarnya. So, jangan menyerah, bangkit lagi, coba lagi, sampai berhasil. Habiskan jatah gagal kita, sambut kesuksesan kita.

Udah aahh, si Umi mau bersemedi dulu, mengumpulkan mood untuk buat donat lagi.

Sampai jumpa di curhatan si Umi yang lain yaa, Sobat Curhat.

0Shares

1 thought on “Gagal Itu Kalau Berhenti Mencoba

Tinggalkan Balasan