“Para Kontributor antologi, jangan lupa ya, DL nya tinggal 5 hari lagi ya teman-teman” sebuah notifikasi pesan Whatsapp membuat mataku yang tadinya mulai meredup karena mengantuk akhirnya terbuka lebar dan terang berderang seperti lampu neon 100 watt, saraf-saraf di sekujur tubuhku mengantarkan pesan ke otakku mengabarkan tentang pesan yang ku dapatdan menimbukkan kepanikan.

“OMG…aku belum nulis sama sekali..bagaimana ini ya Allah?” rasa panik yang sudah diterima di otak dan gelisah menyerangku

“kemana ide menulis ini saat aku butuhkan?” jeritku dalam hati dan membuat aliran dalam darahku menuju jantung membuat berjalan lebih cepat yang menimbulkan pacuan jantungku melebihi dari kecepatan valentino rossi (oke, yang ini terlalu di hiperbolakan ^_^)

***

Lalu sebuah pertanyaan timbul dalam benak kita.

Apakah semua orang pernah mengalami apa yang ku alami sekarang?

Pernahkah kita mengalami kehilangan ide saat ingin menulis?

Ataukah saat akan dikejar deadline, ide itu tak juga muncul?

Ternyata bukan kita saja yang mengalaminya, bahkan penulis terkenal Bunda Asma Nadia seperti yang diungkapkan oleh Pak Isa Alamsyah dalam Bukunya “Cara Mudah Menulis Novel” mengungkapkan bahwa

“…Asma Nadia rutin mengisi kolom Resonansi di harian Republika. Untuk menulis Resonansi mungkin sang penulis hanya butuh waktu 30 Menit sampai satu jam, dan editing  serius 30 menit.

Akan tetapi, mencari ide apa yang harus ditulis, kadang butuh waktu sampai satu minggu. Tak jarang, menjelang Deadline, ide belum muncul. Kalau sudah begitu arus buka koran, surfing internet, diskusi dengan staf, hanya dalam rangka mencari ide. Begitu muncul, Cuma butuh waktu singkat untuk mengeksekusi gagasan menjadi tulisan…”

Lalu bagaimana dengan kita yang hanya penulis biasa, yang sehari-hari harus dikejar Deadline karena belum menyelesaikan tulisan di antologi.

Lalu kadang ide itu timbul ditempat dan diwaktu yang tidak bisa diperkirakan.

Misalnya:

  • pada saat mengendarai motor menuju tempat kerja. Tiba-tiba ditengah jalan saat mengendarai motor dan  lalu lintas sedang padat-padatnya. Sebuah ide untuk penulisan muncul.
  • Bagi yang pekerjaannya ibu rumah tangga, kadang ide itu muncul saat memasak atau membereskan rumah. Bagaimana mungkin, keadaan sedang memegang peralatan rumah tangga harus menulis.
  • Dan sebagainya

Salah satu penulis senior membagikan tipsnya, yaitu menyiapkan selalu buku catatan kecil didekat kita. Agar sewaktu-waktu bila ide itu muncul, kita bisa menuliskannya point-point dari ide tersebut lalu setelah saat ada kesempatan dapat menuangkan point-point ide itu ke dalam tulisan dan mengeksekusinya.

Selamat mencoba ya!

Mari bersama-sama belajar untuk mencintai literasi dan menuangkan dalam sebuah tulisan.

oleh Sukma

0Shares

Tinggalkan Balasan