Karena Helm Unik.

Meski lapangan ini adalah tempat pembuangan sampah, tapi tempat ini tidak menimbulkan bau seperti TPS umumnya. Karena ini adalah khusus untuk pembuangan sampah rumah rangga, seperti lemari pendingin, mesin cuci, meja, kursi. Bahkan tabung gas berbagai ukuran. Mungkin mereka dibuang oleh pabrik pembuatnya.

Oh ya, namaku Tiko, ceret jadul dari alumunium. Aku berakhir di sini karena pemilikku sebelumnya melihat lubang kecil di dasarku. Setelah berkali-kali ditambal, akhirnya lubang bertambah besar. Dan yaa, di sinilah aku sekarang. Bersama ceret-ceret lainnya.

 Sedih? Tentu lah, siapa yang tak sedih jika setelah disayang-sayang, berujung dibuang?

Sampai lelaki tua itu datang. Tengah malam, ia berbaring di atas kasur yang baru tiba tiga hari lalu. Ia menatap langit malam bertabur bintang. Sesekali ia menguap, tapi matanya masih belum mau terpejam. Semilir lembut angin tak mampu menghantarnya pada lelap.

Lelaki tua itu mengangkatku. Ia menatapku lama, dan sesekali beralih pada teman-temanku, ceret-ceret dan tabung gas lain.

Meksi lelaki tua itu tak tahu, tapi mata kami bertemu. Tampak ada sesuatu yang mengganggunya. Entah apa, tapi itu yang kurasakan dari tatapan matanya.

Pagi tiba, cahaya matahari pagi mulai menyinari. Lelaki bangun, tak hanya membawaku. Ia juga membawa beberapa ceret dan tabung gas, diletakkannya kami pada gerobak yang dibawanya sedari kemaren.

Ia bersenandung ringan sambil mendorong gerobak. Langkahnya terasa ringan.

Setiba di rumah, segera ia membongkar kami. Sebelumnya, ia mulai menajamkan segala peralatan yang dibutuhkannya.

Dengan cekatan lelaki tua itu mulai memotong, mengamplas bagian-bagian yang kasar. Lantas melapisi bagian dalam dengan busa dan kain, agar nyaman saat memakainya nanti.

Tak butuh waktu lama, ia menghasilkan sebuah mahakarya yang unik. Mungkin, bisa saja nanti bakal viral.

*

“Mbah, ini helmnya kok unik gini? Harganya berapa, Mbah?” tanya tiga orang pemuda.

Setelah aku bertransformasi, menjadi benda yang sangat berbeda dengan aku yang dulu. Meski tampilan luarnya sih, sama aja. Banyak orang yang berminat padaku.

Seket ewu Le sijine,” kata si lelaki tua.

Mendengar harganya yang murah, ketiga pemuda itu masing-masing memberi satu. Dua orang membeli helm berbentuk ceret, dan satu lagi memilih si ijo, tabung gas tiga kilo.

Lelaki tua menatap ketiga pemuda yang telah berbalik memunggunginya.

Pemuda yang mengenakan kaos hitam itu mengenakan helm ceretnya. Sementara pemuda yang ada di tengah mengenakan jaket lusuh berwarna putih, dipakainya pula helm berbentuk tabung gas. Ada tulisan “Tidak Untuk Ditiru” dibagian belakangnya.

Dan yang berdiri di sebelah kanan, mengenakan jaket hitam dengan warna putih dibagian lengannya. Ada sedikit kombinasi batik biru di atasnya. Ia juga mengenakan helm ceret seperti kawannya. Hanya saja, arah corong cerek saling berlawan.

Ketiga pemuda itu segera berlari ke arah kerumunan, begitu mereka keluar dari gubuk si lelaki tua.

*

“Pemirsa, seorang lelaki tua yang membuat helm unik viral beraneka bentuk itu ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia dilaporkan oleh pihak A, karena diduga ia menjual helm yang tidak memenuhi kriteria SNI. Demikian sekilas info,” ucap pembawa berita.

Jombang, 19 Desember 2020

Salam Unyu

—-

sumber gambar: dari admin RNB Batch 3

0Shares

Tinggalkan Balasan