Assalammualaikum..
Haii Sobat Curhat..

Hari ini, si Umi mau cerita tentang kebiasaan baru yang Keluarga 7R terapkan sejak bendera pandemi Covid-19 berkibar. Simak yukk.

Sobat Curhat tau kan, pandemi di negeri ini menyebabkan banyak perubahan di tatanan kehidupan masyarakat. Salah satu yang paling terasa perubahannya adalah ketika masjid dilarang menggelar sholat berjamaah.

Makdeggg! Baru saja membiasakan anak-anak mencintai dan meramaikan rumah Allah dengan sholat berjamaah di masjid, tiba-tiba masjid ditutup.

Sedih? Pasti! Tapi life must go on kan.
Dan si Umi merasa perlu membuat anak-anak memahami situasi dan kondisinya. Jadi, si Umi menjelaskan bahwa saat ini keselamatan diri dan orang-orang di sekitar adalah tanggung jawab bersama. Semua harus mendukung pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Alhamdulillah anak-anak bisa memahami. Walau akhir-akhir ini masjid sudah dibuka kembali, tetap saja si Umi masih belum tega melepas mereka untuk sholat berjamaah di masjid lagi.

Walau tak bisa sholat berjamaah di masjid, kami masih bisa sholat berjamaah di rumah dengan Ayah dan Mamas bergantian sebagai imam.
Menurut si Umi, ini juga salah satu nikmat dari Allah lhoo, Sobat Curhat. Banyak juga teman-teman kita yang tidak bisa sholat berjamaah di rumah karena berbagai kondisi. Jadi, bersyukur banget bisa berjamaah sekeluarga.

Walau nggak selalu lima waktu berjamaah, tapi diusahakan Maghrib, Isya dan Subuh kami sholat berjamaah. Karena, dari waktu Maghrib ke Isya’ biasanya kami isi dengan mengaji bersama atau mendengarkan tausiyah Ayah. Begitu juga sehabis sholat subuh.

Nah, Sobat Curhat, agar anak-anak semangat mengaji dan mengkaji ilmu, pengajian ini kami setting mirip pengajian atau majelis ilmu pada umumnya. Hal yang pertama kami lakukan adalah memberi nama pengajian kami. Pengajian As Salam, namanya, Sobat Curhat.

Sebenarnya nama ini tercetus tak sengaja dan akhirnya kami sepakat memakainya. As Salam merupakan satu dari sembilan puluh sembilan Asmaul Husna yang mempunyai arti Maha Sejahtera. Salam juga bisa berarti selamat. Dengan kata lain, kami berharap pengajian ini bisa menyelamatkan dan mensejahterakan kami di dunia serta akhirat kelak.

Hal lain yang bisa membuat bocah betah duduk manis adalah mereka tau si Umi akan menyuguhkan something special untuk mereka. Iyes, mirip pengajian di luar kaaan, yang ada snack dan minumannya. Sama, di pengajian kami juga ada lhoo, Sobat Curhat. Walau si Umi kudu rerempongan masak ini itu buat snack pengajian, nggak apa-apa deh, demi yang tersayang.

Banyak harap yang kami gantungkan bersamaan dengan aktifitas pengajian As Salam ini. Salah satunya agar Allah memberkahi dan memudahkan semua upaya yang kami lakukan agar bocah mau membaca, menghapal, memahami, mencintai dan mengamalkan Al Quran.

Membayangkan betapa tenangnya nanti jika mereka sudah benar-benar menjadikan Al Quran sebagai pegangan hidupnya, membuat kami semakin semangat membiasakan hal baik ini.

Memang untuk saat ini mereka masih harus diingatkan, disuruh, diiming-imingi hadiah. Bahkan jika kami maghrib masih di jalan, mereka nggak langsung mengaji, malah leyeh-leyeh pegang handphone. Kami berusaha untuk tidak marah, hanya mengingatkan, dan mereka langsung mengambil mushab masing-masing dan mengaji.

Butuh perjuangan memang. Tapi kami yakin kebiasaan ini akan membawa kebaikan untuk kami semua. Semoga kami selaku orang tua pun bisa istiqomah mengingatkan, memberi contoh kepada mereka untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik.

Naah, kalau Sobat Curhat, apa nih kebiasaan barunya semasa pandemi?
Yuk aahh buat kebiasaan baik yang akan memberikan dampak baik juga, setidaknya bagi diri dan keluarga dulu. 

0Shares

1 thought on “Kebiasaan Baru Semasa Pandemi

Tinggalkan Balasan