Kejutan untuk Alang

Hari ini, tak ada hal yang berbeda dengan hari-hari kemaren. Masih sama. Matahari mulai menampakkan sinar hangatnya seperti biasa. Jacky si Ayam Jantan, berkokok lantang tanpa ragu. Embun pagi pun, tak pernah melewatkan pagi untuk membasuh tanaman.

Semuanya berjalan normal dan biasa saja. Tak ada yang berbeda atau istimewa. Tapi tidak bagi Alang, karena hari ini adalah hari yang sangat di nanti-nantikannya.

Yup! Hari ini adalah ulang tahun Alang, si Belalang Sembah.

Sejak pagi, ia sudah bangun sebelum Jacky berkokok dan merapikan tempat tidurnya. Lantas membantu ibunya di dapur.

“Bu … hari ini aku kan ulang tahun, aku ingin mengundang teman-teman. Jadi … apa ibu bisa membuatkan kuenya? Kue warna hijau kesukaanku, dan dihiasi dengan lilin. Boleh ya Bu … ” rajuk Alang.

“Selamat ulang tahun Alang, anak kesayangan ibu. Tapi maaf ya sayang. Bukannya ibu tidak mau merayakannya, tapi hari ini ibu ada janji dengan nenek. Jadi, besok saja ya merayakannya,” ucap Ibu sembari mengusap kepala Alang.

“Tapi kan ulang tahun Alang hari ini, bukan besok!” teriak Alang. Merasa kecewa, Alang berlari keluar rumah meninggalkan Ibunya.

***

Sepanjang jalan di hutan, Alang menekuk wajahnya. Hari ini benar-benar hari yang buruk. Padahal, seharusnya ia menjadi hewan yang paling bahagia di hutan ini.

Lelah berjalan hingga tengah hari, Alang memutuskan untuk berhenti di tepi sungai. Ia duduk di atas bebatuan. Dilemparinya sungai dengan batu-batu kecil, sekedar melampiaskan rasa jengkelnya.

“Huh! Kenapa sih, nggak ada yang ingat kalau hari ini ulang tahunku. Bahkan teman-temanku. Padahalkan, aku selalu ingat kapan ulang tahun mereka,” Alang melempar batu kuat-kuat.

“Hei Lang, jangan main lempar batu dong! Kalau kena aku gimana?” protes sebuah suara.

Alang yang mengira jika ia sendirian di tepi sungai, celingak-celinguk mencari si pemilik suara yang protes.

“Hei, aku di bawah sini. Tepat di bawahmu!” ujarnya lagi.

“Ah, maafkan aku Kori. Aku tak tahu kalau kamu ada di sini,” ucap Alang. Kori adalah ikan mas, yang juga salah satu teman Alang. “Apa aku melukaimu?” tanyanya.

“Tidak Lang, aku baik-baik saja. Hanya saja, kau harus hati-hati. Kau bisa saja melukai seseorang,” nasehat Kori. “Oh ya, selamat ulang tahun Alang! Semoga cita-citamu tercapai yaa.”

“Makasih Kori. Semoga kamu juga …. ”

“Kenapa Lang? Kan hari ini ulang tahunmu, kenapa wajahmu murung?”

“Yaah … aku hanya kesal saja, karena tak bisa merayakannya hari ini. Dan baru bisa merayakan besok. Teman-teman pun, tak ada yang ingat dengan ulang tahunku.”

“Hei, bukankah itu artinya masih bisa dirayakan? Meski terlambat …. ”

Kori benar, ulang tahun Alang selalu dirayakan setiap tahunnya. Ini pertama kalinya, ia merayakannya terlambat satu hari.

“Kau benar, Kori …. ” ucap Alang membenarkan. “Kalau begitu, aku mau pulang dulu.”

Alang hendak bangkit berdiri, tapi Kori Menahannya.

“Alang, sebelum kamu pulang. Apa kamu bisa ikut aku ke pohon ek, yang ada di dekat danau?” pinta Kori.

“Hmm … baiklah. Ayo kita balapan ke sana!”

Alang melompat-lompat penuh semangat. Sementara Kori berenang dengan gesit. Keduanya berlomba menuju danau yang tak jauh dari tempat mereka.

***

Monki, si monyet yang suka sekali dengan pisang, tengah bersantai duduk di cabang pohon. Tentu saja dengan pisang di tangan kanannya.

Ujung matanya menangkap sosok Kori, yang tengah berenang. Disusul Alang yang melompat-lompat di belakangnya. Tanpa pikir panjang, Mongki bergelayut pergi.

“Yeey! Aku sampai duluan!” teriak Kori, ia melompat-lompat keluar dari air, karena kegirangan.

“Yaah … aku kalah … ” ucap Alang kecewa.

“SELAMAT ULANG TAHUN ALANG!” Ibu, Nenek, Ayah, dan teman-teman Alang muncul dari balik semak-semak dan pepohonan.

Danau yang tadinya sepi, hanya terdengar gemericik sungai, tiba-tiba menjadi ramai.

Ibu Alang membawa kue tart warna hijau dengan lilin di atasnya, seperti permintaan Alang pagi tadi. Teman-teman Alang mengenakan topi pesta, dan beberapa meniupkan peluit yang dapat menjulur jika ditiup.

“Ibu, Nenek, Ayah, teman-teman … ” Alang tak menyangka, jika ia akan mendapat kejutan dari keluarga dan teman-temannya.

Mereka sudah merencanakan kejutan ini sejak kemarin, dan hari ini mereka berpura-pura sedang sibuk. Dan sejak pagi, mereka menghias tepi danau dengan balon-balon dan bendera segitiga, bertuliskan SELAMAT ULANG TAHUN, ALANG. Agar saat sore tiba, mereka dapat memberikan kejutan untuk Alang.

“Terima kasih semuanya!” ucap Alang senang.

“Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat panjang umur, kita kan do’akan …. ”

Keluarga dan teman-teman Alang menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, sebelum akhirnya mereka menikmati kue tart bersama.

*****

Selamat ulang tahun, buat teman-teman yang juga berulang tahun di bulan Nopember. Semoga, segala aktivitasnya diberi kemudahan dan kelancaran. Terwujud pula yang dicita-citakan.

Alang, Si Belalang Sembah

*

sumber gambar: pixabay.com

Mojokerto, 04 Nopember 2020

Salam Unyu

0Shares

Tinggalkan Balasan