Assalammualaikum, Sobat Curhat..

Alhamdulillah, setelah selesai Ramadhan dan merayakan Idul Fitri, kami, keluarga 7R diberi kesempatan dan kesehatan untuk lanjut menunaikan ibadah puasa syawal. Dan kemarin adalah momen ‘lebaran syawalan’ kami. Karena si Umi mendahulukan bayar hutang puasa Ramadhan, akhirnya si Umi yang paling terakhir selesai puasa syawal. Walau begitu, tetap saja ‘lebaran syawalan’nya menunggu si Umi selesai melaksanakan puasa syawal enam hari.

Untuk merayakan momen ‘lebaran syawalan’ kali ini, si Umi sengaja membeli aneka kue basah khas Palembang. Sebagai ganti karena lebaran Idul Fitri kemarin minus kue basah, kecuali delapan jam yang memang favorit si Ayah dan kudu ada setiap lebaran.

Banyak ragam kue basah khas Palembang, Sobat Curhat. Namun, pilihan si Umi jatuh pada kue Delapan Jam, Lapis Legit Premium, Maksuba dan Engkak Ketan Hitam. Keempat kue yang disebut ini adalah yang paling top diantara jenis kue basah lain berdasarkan selera si Umi, hihihi.

Dari keempat kue tersebut, apakah ada yang akrab di lidah atau setidaknya di telinga Sobat Curhat? Kalau belum ada, yuk mari simak curhatan si Umi tentang keempat kue tersebut, siapa tau nanti Sobat Curhat ada kesempatan berkunjung ke Palembang, jadi sudah tau mau nyicipin kue yang mana.

1. Kue Delapan Jam
Kue Delapan Jam, terbuat dari telur ayam yang diaduk bersama gula, susu kental manis, margarine dan vanili. Di kukus selama delapan, nggak boleh kurang, karena jika waktu mengukus dikurangi akan menyebabkan warna kue menjadi pucat.
Menurut si Umi, kue khas Palembang yang satu ini adalah kue yang paling gampang dibuat. Bahan-bahannya pun mudah dicari. Asal tahan saja nungguin kukusan selama delapan jam, dan setiap jam ngecek air kukusan jangan sampai kehabisan.
Rasanya terbilang manis, karena kenggunakan banyak gula dan susu kental manis. Jadi, sebaiknya yang nggak sohiban dengan gula kudu menghindari kue ini, Sobat Curhat.

Baca juga:

2. Lapis Legit
Sepengetahuan si Umi, Lapis Legit  bukan khas Palembang saja ya, tapi bagi si Umi Lapis Legit Palembang ini istimewa. Aroma butternya lebih terasa dibanding aroma spekuk, malah beberapa benar-benar nggak pakai spekuk. Selain itu, kuenya lebih basah, bukan yang kering seperti lapis legit lain terutama lapis legit dalam kemasan yang lebih kering. Dan kalo digigit tuh rasanya, nyessss. Hahahah, jangan mupeng yaa, Sobat Curhat.

3. Maksuba
Maksuba ini bahan-bahannya kurang  lebih sama seperti Delapan Jam. Yang berbeda hanyalah teknik memasaknya saja. Jika Delapan Jam butuh kesabaran nungguin kukusan selama delapan jam, Maksuba butuh kesabaran untuk memanggang adonan selapis demi selapis. Iyes, teksturnya berlapis mirip lapis legit, hanya saja tiap lapisan lebih besar dan lebih berair pastinya. Rasanya ya sebelas duabelas sama delapan jam.

4. Engkak Ketan Hitam
Kue Engkak Ketan Hitam ini merupakan inovasi dari kue sebelumnya, Engkak Ketan. Jika Engkak Ketan hanya memakai tepung ketan putih, pada Engkak Ketan Hitam ditambahkan tepung ketan hitam sebagai pelapisnya. Dimasak berlapis-lapis juga persis maksuba dan lapis legit, bedanya, tekstur kuenya lebih padat dan kenyal. Rasanya juga lebih gurih karena salah satu bahannya adalah santan kelapa.

Nah, Sobat Curhat, itu tadi ulasan singkat dari si Umi tentang aneka kue basah khas Palembang yang biasanya selalu hadir di momen lebaran.

Apa nih kue khas daerah tempat Sobat Curhat yang wajib ada di momen istimewa seperti lebaran?

Apapun kuenya, bahkan, ada ataupun nggak ada kue, tetap jadikan setiap momen bersama orang-orang tersayang istimewa ya. Karena, di masa pandemi seperti ini, bisa berkumpul bersama keluarga itu juga sudah istimewa banget. Dan wajib disyukuri ya, Sobat Curhat.

Sampai jumpa di curhatan si Umi berikutnya.

Thank you for reading.

0Shares

Tinggalkan Balasan