Awalnya aku hanya melihat gambar postingan temanku tentang seekor kucing. Aku kira, kucingnya yang mati. Lalu, tak lama kemudian, teman lain juga memposting gambar yang sama. Aku penasaran, ada apa gerangan?

Ternyata, gambar tersebut merupakan reaksi dari netizen tentang kebiadaban dua orang manusia. Ya, video viral tentang penyiksaan terhadap seekor anak kucing yang dilakukan oleh dua orang wanita tersebut sontak menggemparkan dunia maya.

Aku hanya sanggup melihat video itu beberapa detik saja. Sungguh tak kuasa untuk melanjutkan menonton perbuatan keji dari makhluk atas makhluk lemah lainnya.

Entah terbuat dari apa hati mereka, sehingga tega memperlakukan seekor kucing mungil tak berdosa dengan sedemikian kejam. Tak terasa air mata ini menggenang di pelupuk mata.

Tak terbayangkan sakitnya tubuh mungil berbulu itu diinjak-injak dan diseret sedemikian rupa. Sengaja tak kuaktifkan volume gawai, agar tak terngiang suara si kucing tersebut mengeong seakan minta tolong. Membaca kolom komentar saja sudah cukup bagiku membayangkan jeritan kucing kecil itu, yang semakin membuatku tak ingin melanjutkan tontonan. Ngeri!

Sungguh biadab yang dilakukan kedua wanita tersebut. Aaah, semoga video penyiksaan itu tak pernah mampir ke gawai anak-anak. Tak bisa kubayangkan bagaimana reaksi anak-anak jika mereka melihat video tersebut, pastilah mereka sedih, bahkan Kakak Aisa bisa kupastikan nangis bercucuran air mata.

Kami penyayang kucing. Di rumah ini kami pernah memelihara belasan anak bulu. Walau kini yang bertahan tinggal beberapa ekor saja karena memang kami tak pernah mengurung mereka, bebas mau datang dan pergi sesuka hati. Jadi bagaimana mungkin hati ini tak ikut tercabik melihat kucing mungil itu dianiaya tanpa ampun.

Miris! Mengapa mereka bisa sekeji itu, wanita pula. Yang kodratnya punya hati lembut dan penuh kasih. Yang seharusnya bisa menyayangi. Yaa setidaknya, lebih baik abaikan saja lah jika memang tidak suka. Kenapa pula harus menyiksa?

Aku bertanya-tanya dalam hati. Puaskah yang mereka rasakan melihat kucing mungil terksebut akhirnya meregang nyawa ditangan mereka? Tak adakah sedikit saja belas kasihan melihat kucing itu mengeong mengiba?

Hingga tulisan ini aku buat, mata ini masih basah, dada ini bergemuruh, sakit, sedih, marah, semua campur aduk jadi satu.

Hanya satu yang bisa menghiburku, setidaknya, makhluk mungil berbulu itu kini tak lagi merasakan sakitnya dianiaya. Ia sudah berbahagia di alam sana.

Wallahu’alam bishowab.

Iklan
0Shares

1 thought on “Makhluk Mungil Berbulu Yang Malang

  1. Ya Allah mbak pantas saja di twitter viral gambar kucing. Tadinya gak ngeh kalau kucing ini dianiaya. Bener2 biadab.

Tinggalkan Balasan