EDISI CURHAT TEMA CHALLENGE IDE SEGAR WCR

Mari Bersikap, Bodo Amat!

Mari Bersikap, Bodo Amat!

Aku anak yang biasa-biasa saja. Nilai nggak jelek-jelek amat, bagus banget juga nggak. Rangking pun tengah-tengah.

Kalau ditelaah satu-satu, mungkin hampir nggak ada yang bisa dibanggakan. Karena aku biasa aja. Setelah lulus dari perguruan tinggi pun, sempat nganggur. Dan itu cukup lama.

Setelah dapat kerjaan pun, rasanya masih belum bisa percaya diri. Karena pekerjaanku nggak sekeren teman-teman seangkatan lain, yang kerjanya di tempat mentereng.

Pernah suatu hari, temanku mengirimkan sebuah pesan. Dia bilang, sebenernya dia minder dengan teman-teman dekatnya, yang kerja di tempat yang bagus. Sementara dia, bekerja menjadi staf administrasi aja.

Deg!

Iya sama, itu yang dulu kurasakan. Dan aku cuma bisa bilang, “Inget-inget aja, kamu iri dengan posisi temenmu itu. Tapi di luar sana, ada juga yang iri dengan posisimu saat ini. Seenggaknya, kamu ada kerjaan.”

Sebenernya, aku bilang begitu pun, dengan maksud untuk menguatkan hatiku sendiri. Biar nggak goyah denger ucapan orang, yang kadang – entah dia sadar atau nggak – cukup bikin nyelekit di hati.

Sok nggak peduli gitu, kalau ada bilang yang negatif-negatif. Padahal dalam hati, rasanya ambyar. Jadi suka mikir, iya juga ya omongan orang-orang.

Kadang, mencari pelampiasan dengan makanan. Seringnya jadi nyemilin coklat atau es krim. Atau makan banyak-banyak. Akibatnya, jelas dong. Berat badan naik, jadi makin gembul lah diriku. Bertambah pula komentar-komentar, “Kok tambah gendut?”, “Perawan kok gendut, ngilani.”

Ironisnya, walau sudah mencoba mengurangi porsi makan atau berhenti makan sebelum jam tujuh. Si timbangan nggak mau gerak ke atas, dikit aja. Keukeh diangka 70an.

Akhirnya? Aku nyerah soal berat badan. Udah makan aja sepuasnya, makan semaumu. Asal jangan sampai kekenyangan berlebihan. Nggak perlu diet-dietan, yang ada malah nyiksa diri sendiri.

Soal kerjaan? Aku mencoba untuk bersikap, bodo amat sama omongan orang. Dan mencoba melakukan lagi apa yang sedari dulu kusuka, hal yang sudah lama tak kulakukan. Menulis.

Setidaknya untuk menyenangkan diriku sendiri. Agar hati dan pikiran tetap waras, self lovelah kata orang-orang jaman sekarang.

Hasilnya? Baru-baru ini, aku baru tahu, setidaknya ada lima kilo berat badanku berkurang. Soal kerjaan, aku masih berusaha untuk nggak membandingkan dengan yang lain. Pun dengan teman-teman seprofesi.

Pelan-pelan belajar tentang penerimaan diri. Dan setelah kupikir-pikir, aku jadi teringat ucapan seorang teman dulu. Dia bilang, aku cukup beruntung. Meski dalam kondisi nganggur dulunya, aku masih bisa menghasilkan recehan dari jualan kue kering atau lainnya.

Sungguh, ini adalah nikmat yang tertutup karena terlalu sering mendengar ‘kata orang’.

Untuk siapa saja yang lagi minder dengan kondisi sekarang ini, kalian boleh kok bersikap bodo amat dengan ucapan orang. Apalagi itu adalah cemooh atau nyinyiran. Itu bukan egois, karena nggak mau denger ‘kritikan’.

Kalian juga berhak bahagia. Kalian hebat, dengan menjadi diri sendiri. Percaya pada dirimu sendiri. Angkat kepalamu, nanti mahkotamu jatuh girls.

Jombang, 24 Desember 2020
Salam Hangat si Unyu 💕

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *