“Jojo, kapan kamu masak lagi? Ibu titip dong” tanya seorang ibu yang berada dalam satu ruang kerja denganku

“Duh kapan ya bu” menggaruk kepalaku tidak gatal

“Saya kalau masak tergantung mood bu. Kemarin mood saya lagi bagus, makanya saya masak”ujarku kembali.

“Duh. Mood terus dong Jo. Habisnya masakan kamu rasanya pas semua di lidah saya”puji ibu Jumilah.

Aku hanya nyengir kuda mendengar penuturan ibu Jumilah

Sebenarnya aku tidak terlalu rajin memasak. Tergantung mood yang sedang melanda. Kadang ada yang lebih parah. Bahwa moodku ini bisa membawaku ke Gunung dibelakang Gedung sekolah SMP saat itu

Kadang ibu pernah berkata bahwa aku lebih mengena di gaya laki-laki. Dibandingkan gaya perempuan seperti saran teman sebayaku. Aku harus mencoba pakaian wanita.

Demkiann saran-saran temanku.

“Jo, kayak mana cara  buatnya?” tanya bu Jumilah

“lah, kemarin kan sudah saya kasih tau cara pembuatannya. Seperti masak ayam gulai seperti biasa, lalu setelah dimasak gulainya. Masukkan buah nanas”jelasku

“nanti saya coba dirumah deh bu!” ujar Bu jamilah kembali

***

“Bro, kok rasanya aneh saja saya olah ya. Beda dengan masakan yang kamu buat Jo” ujar bu Kamashita megah mengadukan perihal masakannya yang sudah ada di buku masakan ya

“kamu masakin buat saya ya Jo. Nanti tinggal tinggal duitnya dan makan saja. Hahahhah” Bu jamilah  

aku hanya tak habis pikir bawah ibu Jamilah bakal memesan makanan aku yang sama seperti yang ibu makan.

0Shares
Categories WCR

Tinggalkan Balasan