Dalam hidup ini, kita pasti menjalani peran yang tidak hanya satu. Teriring waktu yang bertambah, sudah pasti banyak peran yang kita jalani. Me Time, siapa mau?

Sebagai anak, sebagai kakak, sebagai adik, sebagai teman dan sahabat, sebagai murid, sebagai pelajar, sebagai mahasiswa, sebagai pacar, sebagai anak buah, sebagai atasan, sebagai suami atau istri, sebagai orang tua, sebagai menantu, sebagai tante atau om, sebagai pak de atau bu de, sebagai ponakan, sebagai kakek atau nenek dan banyak lagi peran yang kita jalani seiring dengan bertambahnya usia dan sosialisasi terhadap lingkungan.

Banyak peran yang kita jalani  dalam keseharian terkadang mengalami  benturan antara satu peran dengan lainnya. Konflik peranan ini menjadi meluas ketika melibatkan pihak lain. Kemampuan seseorang untuk menangani konflik peranannya tidak sama. Masih ada celah untuk munculnya rasa jenuh.

Rasa jenuh ini dapat memicu pergolakan dalam diri seseorang sehingga meahirkan perubahan secara psikis seseorang. Terlebih bila aktivitas yang dijalani sepanjang waktu hanya itu-itu saja.

Berangkat jam 06.00 WIB pulang sampai di rumah jam 18. 00 WIB. Naik kendaraan dengan rute yang sama. Kegiatan di kantor rapat dan rapat. Bertemu  dengan orang-orang yang sama.

Atau … para Mrs yang di rumah melakukan aktivitas yang sama dari pagi bangun tidur sampai mata terlelap di malam hari. Merapikan rumah yang tidak pernah selesai, berbelanja  ke pasar atau warung, mengantar dan menjemput si kakak dan menemani debay yang tertidur. Mungkin waktu beristirahat adalah hal langka.

Melihat debay bisa tertidur dan bisa sekedar memejamkan  mata sejenak rasanya sudah luar biasa, karena sebentar lagi Paksu pulang sementara makanan mungkin belum tersaji, rumah belum rapih, duh … rasanya belum selesai pekerjaan yang satu, pekerjaan yang lain sudah menanti. ☹

Ibarat sebuah mesin, tubuh manusia membutuhkan waktu sejenak untuk beristirahat. Tidak peduli seorang Mrs  atau Miss, semua sama-sama membutuhkan waktu untuk sedikit merasa lebih santai. Waktu inilah yang sering disebut sebagai me time. 

Me Time

Me Time adalah waktu dimana kita dapat mengerjakan segala sesuatu yang kita sukai tanpa kehadiran orang lain.

Mengapa seorang Mrs butuh Me Time?  Seperti sudah diungkap di atas bahwa padatnya rutinitas dan  peran yang dijalani dapat menyebabkan munculnya kejenuhan dan seperti halnya sebuah mesin tubuh manusia membutuhkan suatu perawatan agar tetap terjaga keseimbangan  fisik maupun psikis.

Seorang Mrs, terlebih yang tidak bekerja, membutuhkan Me Time agar emosi para Mrs dapat terkendali. Padatnya aktivitas di rumah sangat rentan terhadap emosional para Mrs.  

Bila seorang Mrs tidak dapat mengendalikan emosinya, siapa yang akan  terkena imbasnya? Si kakak dan debay! Paksu pastinya akan terkena imbas juga, belum lagi barang-barang atau hewan kesayangan (hihi..).

Paksu harusnya sudah bisa mendeteksi kebutuhan me time ini yaitu bila kecenderungan para Mrs untuk mengeluh atau menggerutu meningkat. Sepanjang hari Mrs mengeluh dan mengeluh sebenarnya itu adalah alarm bila para Mrs butuh me time.

Level meninggi ketika Mrs tidak saja mengeluh tapi mulai menunjukkan amarahnya kepada anak-anak bahkan kepada Paksu. Bisa dibayangkan dong … situasi ini sangat tidak enak. Bila Paksu sedang capek pulang kantor mudah terpancing dengan sikap Mrs yang sensitife … Masya Allah … bisa terjadi sebuah perang dunia ketiga. Sungguh dapat membuat stress semua anggota keluarga. Tidak hanya Mrs.

Bagaimana untuk para Miss? Tidak berbeda jauh hanya saja pelampiasan menggerutu, mengeluh atau marah-marahnya tidak kepada Paksu, si Kakak atau debay. Biasanya kepada rekan kerja atau pasangannya. Rasa malas mendera dan sering mengurung diri di kamar. Kinerja menurun.

Jadi harus me time neh? Ya me time itu sebuah kebutuhan. Agar tenaga terasa seperti dicharge kembali, agar pikiran menjadi lebih tenang dan bahagia maka me time menjadi suatu keharusan.

Apa saja sih aktivitas yang bisa kita lakukan pada saat me time? Apakah kita harus liburan atau traveling? Tidak selalu. Kita dapat melakukan me time dalam bentuk yang sederhana seperti  membaca buku sambal ditemani lagu-lagu yang kita sukai. Boleh juga ditemani suguhan cemilan. Atau kita bisa ke salon untuk melakukan perawtaan tubuh seperti message, luluran, creambath, facial, totok wajah, potong rambut atau meni pedikur.  Kita bisa juga shopping atau meakukan hobby kita lainnya.

Kalau para Mrs gimana?

Waktu yang kita miliki tidak bisa lama untuk melakukan me time. Terus apa yang bisa kita lakukan?

Banyak! Bisa berkebun, bisa menyoba resep baru, bisa menjahit atau merajut. Tidak perlu lama-lama. Cukup 1 atau 2 jam.  Kalau kita suka berolah raga, senam misalkan, bisa kita lakukan senam atau yoga di rumah  dalam waktu 1 atau 2 jam. 

Kalau mau seperti para Miss yang nyalon atau shopping juga boleh. Bagaimana kalau hanya butuh tidur siang? Boleh banget. Intinya kita dapat melakukan apa saja sesuai yang kita inginkan sendiri tanpa kehadiran orang lain.

Kalau saya melakukan me time dengan menulis. Menulis adalah me time saya selain membaca buku atau novel yang baru.  Setiap minggu saya selalu meluangkan waktu 1- 2 jam untuk  menulis bergantian dengan membaca buku.

Sebulan sekali saya melakukan me time dengan pergi ke salon.  Setahun sekali minimal  saya melakukan traveling sendiri diluar bersama para sahabat dan keluarga.  Yang ini tidak tentu sebisanya saja.

Kapan waktu yang tepat untuk me time?  Tidak ada patokan. Baik untuk para Miss atau Mrs sama-sama tidak ada pedoman harus kapan. Hanya para Miss dan Mrs yang tahu waktu yang tepat untuk me time.  Untuk itu kebiasaan kita on time dapat memperlancar kita melakukan me time karena kita tidak seperti diburu-buru pekerjaan atau aktivitas rutin.

Taman bermain Grage Sangkan Kuningan Spa & resort. Dok Pribadi

Untuk para Mrs, ada baiknya harus dikomunikasikan dengan Paksu tentang kebutuhan untuk me time ini. Agar Paksu mengerti dan dapat  membantu berperan menggantikan para Mrs menjaga si kakak dan debay sebentar.

Kalau si kakak sudah besar dan mengerti, malah lebih enak lagi. Bisa ikut berperan membantu.  Jangan ragu untuk membicarakan hal ini dengan Paksu.  Karena me time tidak harus dalam waktu yang lama. Me time bisa dilakukan bergantian dengan our time bersama Paksu dan keluarga. Intinya adalah bila seorang Mrs bahagia maka akan membuat keluarga bahagia pula.

Baca juga yuk:

Saya teringat saat akan menulis edisi curhatan ini, saya melakukan pooling kecil-kecilan dan sederhana kepada enam orang di sekitar saya. Saya mengambil  sample tiga orang Miss dan 3 orang Mrs. Secara umum mereka menyebutkan  me time ebagai sebuah kebutuhan dan hanya satu orang yang menjawab lebih membutuhkan waktu bersama pasangan (Paksu)  daripada me time.  Tidak ada yang salah karena setiap dari  kita memiliki cara tersendiri untuk menyikapi masalah yang datang.  Semua adalah pilihan kita.

So … Me time siapa mau?

Iklan
0Shares

1 thought on “Me Time, siapa mau?

  1. Bener juga …kejadian hampir hampir mirip lah…di.kehidupan rumah tangga… kita perlu mencharge ulang…biar kembali ok.menghadapi hari hari yg melelahkan

Tinggalkan Balasan