Memaknai Ramadhan Di Tengah Pandemi

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, hidayah dan ampunan. Kehadirannya selalu ditunggu oleh umat Muslim setiap tahunnya.

Selama bulan Ramadhan itu pula, umat Muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah agar mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Mulai dari sholat tarawih berjamaah di masjid setelah sholat isya’, membaca tadarus di malam hari, sampai mengirim takjil ke masjid sesuai gilirannya. Bagi anak-anak sekolah juga mendapatkan tugas untuk merangkum ceramah diantara sholat isya’ dan sholat tarawih.

Setelah selesai sholat tarawih diharuskan minta tanda tangan imam sholat. Semua aktivitas itu merupakan tradisi yang hampir selalu dijalankan setiap bulan Ramadhan tiba.

Bahkan, salah satu ciri khas di bulan Ramadhan adalah banyaknya penjual takjil dipinggir jalan. Mereka menjual aneka makanan dan minuman. Ada paket nasi dan lauk, aneka lauk dan sayur, aneka minuman seperti es buah, kolak atau bubur, serta aneka kue yang dijual dengan harga terjangkau.

Setiap menjelang Maghrib, para penjual makanan dan minuman di pasar kaget ini selalu ramai oleh kerumunan pembeli. Tak ayal jalanan yang tadinya terlihat biasa saja, kini berubah menjadi ramai oleh pembeli yang memadati area pinggir jalan untuk membeli takjil.

Jam operasional warung makan juga berubah semenjak Ramadhan. Mereka buka 24 jam demi melayani pelanggan yang ingin membeli lauk untuk makan sahur. Tak jarang, warung-warung itu juga ramai di jam makan sahur.

Banyak pelanggan yang memilih makan ditempat ketimbang dibawa pulang. Namun semenjak pandemi ini semuanya berubah. Demi memutus rantai penyebaran virus covid-19 suasana masjid terlihat sepi. Hanya suara muadzin yang terdengar mengumandangkan adzan ketika waktu sholat tiba.

Selebihnya para jamaah dihimbau melaksanakan sholat di rumah masing-masing. Pun saat tarawih pertama tiba. Tak ada lagi sholat tarawih berjamaah di masjid. Tak ada lagi tadarusan di masjid. Bahkan, tak ada lagi jadwal kirim takjil  yang dibagikan remaja masjid. Semuanya diharuskan beribadah di rumah bersama keluarga.

Baca juga: Keluar dari Zona Nyaman

Ramadhan kali ini memang terasa berbeda. Anak-anak bilang tidak seru, karena mereka tidak bisa melaksanakan sholat tarawih di masjid bersama teman-temannya. Barangkali mereka rindu berbuat keonaran saat sholat tarawih berlangsung.

Inilah yang kerapkali membuat mereka bosan berdiam diri di rumah. Ibarat seekor burung, mereka dikurung rapat-rapat dalam sangkarnya.  

Hal serupa juga dialami para orang tua. Terlebih jika mereka tidak bisa melakukan kebiasaan di bulan Ramadhan, seperti ngabuburit, buka puasa bersama (bukber) atau membeli takjil secara bebas dipinggir jalan. Pasti sedih berada dalam situasi yang serba terbatas ini.

Namun sebagai umat Muslim yang bijak dan meyakini bahwa segala yang terjadi di bumi ini adalah kehendak Allah SWT, hendaknya kita bisa mengambil hikmah dari pandemi ini.

Renungan

Mari sama-sama kita merenung seraya mengingat kembali apa saja yang pernah kita lakukan disaat bulan Ramadhan tiba?

1.Malas memasak di rumah dan memilih membeli menu buka puasa dipinggir jalan. Meski makanan dan minuman yang dijual variatif, namun tidak semuanya sehat. Bahkan sempat tersiar khabar ada beberapa pedagang nakal yang menyampur bahan tertentu dalam makanan yang dijualnya. Otomatis hal ini sangat membahayakan tubuh kita.

2. Mengajak buka bersama (bukber) di resto. Tradisi bukber seringkali dilakukan di bulan Ramadhan. Kita mengajak teman untuk bukber di sebuah resto. Setelah bukber selesai bukannya langsung pulang tetapi masih ngerumpi sampai larut. Ada yang pernah seperti ini.

3.Ketika mendengarkan ceramah setelah sholat Isya’, kadang suasana sangat ramai. Beberapa jamaah, terutama ibu-ibu tidak mendengarkan ceramah tetapi malah menyebar gossip atau membicarakan kejelekan orang lain. Adakah yang merasa demikian?

4. Ngabuburit dilakukan sembari menunggu adzan Maghrib tiba. Ada yang menghabiskan waktu di tempat rekreasi, ada pula yang jalan ke mall. Bila sudah ke mall dikhawatirkan lapar mata dan berbelanja demi memenuhi keinginan. Padahal ada sebagian harta kita yang harus disedekahkan.

Saat Ramadhan tiba, saatnya kita menahan hawa nafsu, tidak berbuat boros serta tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Kita harus memperbanyak ibadah disertai berbuat kebaikan seperti bersedekah, membantu anak yatim atau menyantuni fakir miskin.

Pandemi ini seolah menjadi peringatan bagi kita, khususnya umat muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita harus banyak berdzikir seraya memohon ampun atas dosa-dosa kita. Terlebih saat Ramadhan tiba.

Hendaknya kita mampu memaknai Ramadhan ditengah pandemi. Kalau kita diharuskan mengerjakan semuanya di rumah, termasuk beribadah dan bersedekah, mungkin saatnya kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Tips Optimalkan Kemampuan Belajar Anak

Hikmah Pandemi Corona

Mari sama-sama kita resapi hikmah pandemi Corona selama bulan Ramadhan:

1.Melaksanakan sholat tarawih dan tadarus di rumah. Tidak berinteraksi dengan orang banyak, mendengarkan ceramah hanya di TV atau melalui media online. Ini artinya menjauhkan kita dari ghibah dan menyebar gossip. Bahkan ibadah kita lebih khusyu’ dan bisa dilakukan bersama keluarga. Insyaallah pahala akan kita dapatkan.

2.Menyiapkan takjil dan menu buka puasa serta makan sahur di rumah. Artinya kita masak sendiri di rumah jauh dari bahan-bahan yang membahayakan tubuh kita. Keluarga puas dengan menu yang kita siapkan dari rumah, tubuh pun tetap terjaga kesehatannya.

3.Menghindari ngabuburit ke mall atau tempat wisata yang menyebabkan pengeluaran tak terduga. Daripada uang dihamburkan untuk keinginan sesaat lebih baik kita tabung demi masa depan atau kita sedekahkan kepada yang membutuhkan.

4.Menghindari buka bersama yang berujung ngerumpi, lebih baik kita mengirim nasi kotak atau bahan makanan ke panti asuhan serta membagikannya kepada yang membutuhkannya.

5.Memaknai Ramadhan ditengah pandemi akan membuat kita menyadari begitu sayangnya Allah SWT kepada umatNya. Dengan wabah ini kita diingatkan untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya, dengan senantiasa bermunajat agar dosa-dosa kita diampuni demi mencapai ridhoNya.

Semoga Ramadhan tahun ini akan memberikan keberkahan kepada seluruh umat Muslim. Amiin.

Iklan
0Shares

Tinggalkan Balasan