Tulisan ini dari nara sumber Psikolog curhatanaksekarang.com yaitu saudari Nila Ainu NIngrum., M.Psi., Psikolog, CH., CHt. untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa sekolah  dalam pembelajaran jarak jauh di Masa Pandemi Covid19.

          Dalam Masa Pandemi Covid 19 seperti yang sedang kita alami sekarang, sekolah memilih Pembelajaran Jarak Jauh  dengan memanfaatkan jaringan online (dalam Jaringan/ Daring dan Luar jaringan atau Luring). Untuk itu Guru sekolah perlu memiliki kreativitas dalam mengajar daring  Misalnya, dengan menghidupkan  metode Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM) siswa dalam mengajar.

Baca juga: Dimensi perilaku masyarakat

       Istilah STEAM, diciptakan di Sekolah Desain Pulau Rhode (RIDS) (dikutip dari www.affordablecollegesonline.org). STEAM sendiri menggambarkan peran seni dalam desain dan sains. Salah satu pendiri awal Georgette Yakman, menyebut STEAM sebagai “Sains dan Teknologi, yang ditafsirkan melalui Teknik dan Seni, semua berdasarkan unsur-unsur matematika.”

         STEAM merupakan Teknik pembelajaran dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang bisa mengembangkan itu semua. Misalnya:

Saat belajar matematika juga bisa mengembangkan imajinasi siswa, Siswa tetap bisa diajak berimajinasi ketika belajar matematika. Contohnya,

1.    Ketika menghitung luas lingkaran, anak bisa mencari benda berbentuk lingkaran yang ada di rumah. Untuk lebih memahami bagaimana luas lingkaran.

2.       Ketika belajar kesenian. Agar tidak monoton, guru bisa meminta siswa mencari alat musik dari bahan yang ada di rumah yang  bisa menimbulkan suara dan nada dan mengirimkan hasilnya melalu jaringan daring. Misalkan dengan  mencari cup terus diisi benda dengan volume/isi  yang berbeda, akan menimbulkan suara yang berbeda.

Menurutnya, hal ini juga mendorong anak untuk aktif belajar dengan metode daring. Sekaligus, menghilangkan rasa bosan pada anak ketika melakukan isolasi diri di rumah.

       Guru juga dituntut pandai mengatur waktu agar siswa tak kelelahan saat pembelajaran jarak jauh. Guru juga harus memahami kemampuan setiap murid dalam mengikuti pelajaran. Jadi kita harus tahu waktu yang cukup agar mereka bisa terus konsentrasi dan tidak bosan,” Waktu maksimal yang efektif untuk belajar ialah 30 menit untuk satu sesi bagi siswa tingkat sekolah dasar (SD). Setelahnya, harus ada jeda bagi siswa sebelum melanjutkan sesi berikutnya.

Disaat jeda itu mereka benar-benar tidak melihat laptop atau gadget-nya. Di rumah,  orang tua bisa mengajak mereka masak, main puzzle atau melakukan kegiatan lain yang menyenangkan,

Pentingnya metode STEAM bagi anak

          Metode STEAM melatih anak berpikir secara kritis serta membangun cara berpikir logis dan sistematis. Melalui metode ini anak akan belajar tanpa menyadari bahwa dirinya sedang belajar, karena STEAM dikemas dalam bentuk permainan menyenangkan bagi anak. Anak-anak akan bermain permainan yang memiliki nilai edukasi.

Orangtua akan diajarkan bagaimana membuat aktivitas bermain bersama anak di rumah saat liburan, saat sedang turun hujan dan tidak bisa pergi kemana-mana, beberapa kegiatan ketika sedang liburan bersama keluarga dan di situasi lainnya seperti situasi di masa Pandemi Covid 19 saat ini.

Bagaimana Orangtua mengenalkan STEAM pada Anak?

Orangtua bisa mengenalkan anak pada dasar-dasar keterampilan STEAM, seperti (schoolofparenting.id):

1.      Mendorong anak bertanya.

2.      Bekerja bersama anak (terlibat dalam aktivitas anak).

3.      Mengajarkan anak berpikir secara kreatif.

4.      Mendorong anak menyelesaikan masalah (problem solving).

5.      Mendorong anak mengeksplorasi sesuatu dan mengambil resiko yang sudah diperhitungkan dampaknya bagi anak.

6.      Menguji solusi dari suatu masalah.

7.      Menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu.

       Dengan mendorong anak bertanya dan mengizinkan mereka untuk mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran, maka akan membantu anak memahami dunia di sekitar mereka.

Saat anak bertanya sesuatu pada Anda, maka saat itu juga anak-anak sedang mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan membangun kemampuan STEAM mereka sendiri. Saat anak bertanya usahakan untuk tidak langsung menjawab. lakukan dukungan agar anak-anak mencari jawaban sendiri dalam pendampingan orangtua, sehingga anak lebih kritis dan inovatif.

***

Wah, metode ini sangat bermanfaat sekali ya untuk mengatasi kejenuhan si kecil dalam menjalankan program belajar di rumah selama masa pandemi covid. Terimakasih mbak Nila untuk sharingnya.

Baca juga: Menebar kebaikan dari yang kau miliki

NGUPI

Sahabat curhat jika ingin komunikasi lebih lanjut dengan beliau yuk ikutan kelasnya. Topik yang akan beliau angkat kali ini adalah sebagai berikut:

Hati adalah kunci, terasa surga atau bagai di neraka tergantung bagaimana hati memaknai

Dear Ayah dan Ibu,

Pada proses menjalankan tugas pengasuhan dan kehidupan pernikahan ada banyak hal yang harus kita kerjakan, tak jarang rasa lelah dan stress yang melanda membuat orangtua menjadi mudah tersulut emosi. Sehingga mempengaruhi kualitas pengasuhan dan hubungan dengan pasangan. Lalu bagaimana cara mengatasi situasi ini? Bagaimana cara mengelola emosi dengan tepat?

PUSPAGA Nganjuk dan Mahya Consultant mengajak anda untuk ngobrol santai seputar parenting pada :

Hari: Rabu, 20 Mei 2020
Pukul: 09.00-10.30 WIB

Pemateri: Nila Ainu N, M.Psi, Psikolog., CH., Cht (Psikolog, Hipnoterapis, Direktur Mahya Consultant)
Moderator: Lailatul Fitriah, M. Psi., Psikolog (Psikolog, Dosen IAIN Kediri)
Tema: “Piawai Menata Hati”
Tempat : WAG (WhatsApp Group)

GRATIS!

Bonus : HTHT (Hand Touch of Hipnoteraphy)

Pendaftaran ketik DAFTAR kirim ke WA kami dengan tautan sebagai berikut: bit.ly/halopuspaga

Informasi layanan dan edukasi bisa akses di ig @puspaga.nganjuk & @mahya.consultant.

***

Jangan lupa catat tanggalnya ya!

Salam,

Dewi Adikara

Referensi:

https://www.livescience.com/43296-what-is-stem-education.html

https://www.affordablecollegesonline.org/college-resource-center/steam-careers-art-schools/

https://leftbraincraftbrain.com/what-is-steam-and-why-is-steam-important/

Iklan
0Shares

1 thought on “Mengatasi Kejenuhan Belajar

Tinggalkan Balasan