Mengenal makna Perempuan dan Wanita

Assalamualaikum sahabat curhat!

Alhamdulillah kita sudah memasuki hari kedua di bulan puasa. Meskipun kondisi tahun ini berbeda dari pada tahun sebelumnya, semoga tidak menghilangkan makna dari ‘berpuasa’ itu sendiri.

Nah, kali ini Dewi mau membahas tentang penggunaan kata Perempuan dan Wanita. Jangan sampai ada perdebatan kecil kalau kalian mengusung topik ini di rumah. Lah kok bisa ya?

No … No … No. Jangan sampai ada perdebatan karena hal ini.

Perdebatan itu tidak akan pernah habis jika kita masih kekeh dengan pendapat yang kita pegang masing-masing. Bagaimana pun dalam rumah tangga itu harus ada satu nahkoda untuk memimpin. Dan ada orang dibalik nahkoda yang turut berperan penting untuk menjalankan kapal tersebut.

Setelah membaca artikel ini, insyaAllah sahabat curhat tidak perlu lagi memperdebatkan hal ini dari topik yang saya angkat.

Sudah siap amunisi sabar? Saya rasa sudah ya, kan sedang berpuasa:D

Mengenal Perempuan dan Wanita

Sahabat curhat, kalian mau dipanggil perempuan atau wanita?

Ada yang bilang ‘wanita’ itu terbentuk dari kata wani di tata (berani diatur), ada pula yang bilang ‘wanita’ lebih mulia. Ada pula pendapat ‘perempuan’ dipandang meliputi semangat perjuangan karena berasal dari kata empu, yang secara denotatif bermakna ahli kerajinan.

Ada juga pendapat bahwa kata ‘perempuan’ berarti ‘yang di-empu-kan’ artinya ‘induk’ atau ‘ahli’. Dari pengertian itu, kata ‘perempuan’ boleh jadi lebih disukai karena tersirat arti penghormatan dan kemandirian (Sadli 2010).

Dalam KBBI daring sendiri, ‘perempuan’ dan ‘wanita’ cenderung didefinisikan berdasarkan kategori anatomi dan fisiologi, khususnya berkenaan dengan fungsi reproduksi, sedangkan pembedaan di antara keduanya hanya terletak pada aspek usia.

Kata ‘perempuan’ didefinisikan sebagai manusia yang memiliki vagina, mengalami menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui. Sementara itu, kata ‘wanita’ didefinisikan sebagai perempuan dewasa.

Baca juga ya: Rumah tangga dan Pizza

Seringkali keputusan pemilihan dari kedua kata ini adalah kita ingin yang maknanya baik bagi kita, benar bukan?

Sebenarnya arti kedua kata ini memiliki arti yang sama, hanya saja keduanya memiliki sejarah yang berbeda sehingga timbul rasa dan nilai yang berbeda dari makna implisit dibalik kedua kata ini.

Berdasarkan dari hasil penelitian dari Susi Yuliawati berjudul: Perempuan atau Wanita? Perbandingan berbasis korpus tentang leksikon bias gender. Dari dua korpus yang dijadikan sumber data, IndonesianWac dan ind_mixed_2013, secara umum kecenderungan menunjukkan bahwa kata wanita justru lebih populer terutama pada korpus bahasa Indonesia yang dikonstruksi pada tahun 2013 (ind_mixed_2013) daripada korpus yang dikonstruksi pada tahun 2010 (IndonesianWac). Meskipun dalam korpus IndonesianWac kata perempuan berfrekuensi lebih tinggi  daripada wanita, perbedaannya tidak terlalu besar.

Selain frekuensi penggunaan kata, penelitian ini pun telah memperlihatkan makna ‘perempuan’ dan ‘wanita’ berdasarkan data penggunaannya yang nyata berdasarkan preferensi semantis, tidak hanya dengan menunjukkan kesamaan kategori semantis, tetapi juga perbedaan di antara kedua kata itu.

Berdasarkan pola penggunaannya, kedua kata itu sering diperbincangkan terkait dengan empat hal, yaitu: fungsi tubuhnya sebagai pemenuh kebutuhan reproduksi; hubungannya dengan laki-laki dan keluarga; serta usia.

Sementara itu, kategori semantis yang membedakan kedua kata itu adalah perihal isu kesetaraan, hak dan kegiatan keorganisasian, serta hubungan seksual.

Dengan kata ‘perempuan’ selain terkait dengan empat hal di atas, sering pula dikaitkan dengan isu kesetaraan, hak, dan keorganisasian, sedangkan kata wanita dihubungkan dengan hubungan seksual. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa kata ‘perempuan’ cenderung digunakan untuk melambangkan ‘perempuan’ yang terkait dengan perannya tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga di ranah publik.

Jika dikaitkan dengan pendapat yang menyatakan bahwa kata ‘perempuan’ memiliki konotasi ‘mulia’ atau ‘bermartabat.’ Penelitian ini menunjukkan pula bahwa dari pola pengguaan kata wanita, konotasi ‘mulia’ itu tampaknya merujuk pada peran wanita di ranah domestik.

Masak yuk: Ada Resep Kare Kepiting

‘Wanita justru lebih banyak digunakan untuk melambangkan perempuan yang terkait dengan perannya di ranah domestik. Wanita dicirikan dengan sifat-sifat keputrian, seperti lemah lembut, sabar, halus, tunduk, patuh, mengabdi, dan menyenangkan pria. Sedangkan ‘Perempuan’ dalam lembaga lebih mencerminkan pergerakan kaum hawa. Contoh: Solidaritas Perempuan, Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan, hingga Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak.

Lembaga dan organisasi tersebut seperti membawa kembali makna perempuan ke posisinya sebelum mengalami peyorasi akibat disandingkan dengan kata ‘wanita’. Kata ‘perempuan’ memberikan energi baru.

Bahwa perempuan punya suara dan bukan kaum inferior. Kata ‘perempuan’ menempatkan kaum hawa sejajar dengan kaum adam. Tak seperti ‘wanita’ yang lekat dengan urusan keputrian, kata ‘perempuan’ lebih mandiri dan berdaya. Wah jadi ingat pergantian nama kementerian dari ‘peranan wanita’ menjadi ‘pemberdayaan perempuan’.

Nah, teman-teman setelah tahu bacaan ini, lebih suka dipanggil perempuan atau wanita?

Pilihan ada pada diri sahabat curhat ya. Cukup maknai keduanya untuk diri kita, dan penghargaan atas diri kita yang telah diciptakan begitu mulia oleh Yang Kuasa.


Jangan mudah baper jika ada yang memanggilmu tidak sesuai dengan keinginanmu, tidak semua memahami arti dibalik kata perempuan dan wanita:)

Sahabat curhat, mau tahu lebih banyak cerita saya soal perempuan? Alhamdulillah, saya bukukan bersama teman-teman. Penasaran judulnya? Silahkan klik di sini.

Salam,

Dewi Adikara

Sumber referensi:

Astarini, Dwi. 2019. Wanita vs Perempuan, pilih (Mau jadi yang) mana? https://merahputih.com/post/read/wanita-atau-perempuan-pilih-mau-jadi-yang-mana diakses 25 April 2020

KBBI. Perempuan. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/perempuan diakses pada 25 April 2020

KBBI. Wanita. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/wanita diakses pada 25 April 2020

Sadli, Saparinah. 2010. Berbeda Tetapi Setara: Pemikiran tentang Kajian Perempuan, peny. Imelda Bahtiar. Jakarta: Kompas.

Yuliawati, Susi. PEREMPUAN ATAU WANITA?
PERBANDINGAN BERBASIS KORPUS TENTANG LEKSIKON BERBIAS GENDER. dalam Paradigma Jurnal Kajian Budaya Vol. 8 No. 1 (2018): 53–70. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia  diakses pada 25 April 2020

 

0Shares

4 thoughts on “Mengenal makna Perempuan dan Wanita

Tinggalkan Balasan