Mengenali dan mencegah Baby Blues yuk!

“Tidak ada  cara untuk menjadi ibu yang sempurna, namun ada berjuta cara untuk menjadi ibu yang baik” (Jill Churchill)

Assalamualaikum sahabat!

Sudah pernah merasakan Baby blues? Apa saat ini sedang mengalami masa kehamilan yang begitu amazing?!

Mencegah lebih baik dilakukan. Sahabat, yang baru akan melahirkan atau yang belum menikah, dengan membaca artikel ini beruntung banget!

Suatu ilmu itu penting untuk menambah wawasan kita, bahkan bisa mengenali emosi kita lebih dalam. Sehingga saat kita mengalaminya diharapkan kita mampu mengelola emosi dengan sebaik-baiknya. Ada berjuta cara untuk menjadi ibu yang baik:)

Sebelumnya kita perlu tahu nih apa ini Baby Blues. Baby = Bayi, Blues= Biru-biru. Bayi Biru? enggak gitu juga kalik ngartiinnya, hihihi ….

Dilansir dari laman alodokter  Baby blues adalah gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi.

Baby blues itu bisa dialami sejak minggu pertama setelah melahirkan dan pada umumnya bertahan hingga dua minggu. Keluhan ini tidak terus menerus dirasakan, melainkan hilang dan timbul. Suasana hati naik turun nih, kalau orang bilang baper ya. Pentingnya, keluhan ini harus diatasi dengan baik agar tidak berkembang menjadi depresi pascamelahirkan (postpartum depression).  

Apa saja sih yang dapat memicu terjadinya kondisi ini?

Berikut diantaranya:

Perubahan hormon

Para perempuan yang baru melahirkan, mengalami perubahan kadar hormon yang cukup drastis. Hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kimia di otak dan memicu terjadinya perubahan suasana hati (mood swing). Dewi inget nih saat kelahiran pertama, rasanya badan tuh rapuh banget, jangan sampai suasana hati ikut rapuh ya!

Sulit beradaptasi

Perubahan yang ada dan tanggung jawab sebagai ibu baru dapat menjadi salah satu penyebab baby blues. Banyak ibu baru yang merasa kewalahan untuk mengurus segalanya sendiri, termasuk mengurus kebutuhan Si Kecil. Bisa bayangkan saat kondisi masih tertatih dan nyeri saat melahirkan kita, justru harus ekstra merawat diri dan si kecil. Tak jarang kesulitan adaptasi dialami oleh ibu baru, dan berpengaruh pada kondisi emosinya pula pada orang-orang disekitarnya.

Merasa kurang tidur

Ralat ya, bukan merasa … tapi memang kurang tidur!

Bayi yang baru lahir belum memiliki siklus tidur yang teratur, ia membutuhkan aktivitas menyusui setiap saat yang ia butuhkan. Pencernaannya yang masih sebesar kelereng membuatnya lebih cepat merasa lapar, dan kapan saja bisa terbangun. Hal ini menyebabkan ibu harus terjaga di malam hari dan menyita banyak waktu tidur sang ibu. Waktu tidur yang berkurang ini terjadi terus-menerus sehingga akan membuat ibu kelelahan dan tidak nyaman. Hal ini adalah salah satu pemicu terjadinya baby blues.

Cara Mencegah Baby Blues

Menurut Psikolog Rizki Dawanti, M.Psi., berikut cara pencegahan Baby blues

Dimulai pada saat masih hamil:

Merawat diri

Kita siapkan menu makan yang seimbang, olahraga, dan istirahat penting untuk mencegah dan mengurangi perubahan perasaan (emosi).

Jangan malu untuk meminta dukungan

Mulailah meminta dukungan dan bantuan keluarga sebelum proses melahirkan. Dengan dukungan dari keluarga dan orang terdekat, sahabat bisa menceritakan pada mereka tentang ini, sehingga baby blues syndrome dapat teratasi setelah beberapa waktu.

Menguatkan hubungan Vertikal

Sebenarnya kapan saja hububungan vertikal penting untuk dilakukan, namun kondisi gundah atau cemas saat akan melahirkan sebenarnya cukup mengganggu emosi calon ibu tersebut. Maka sangat penting bagi para ibu hamil untuk mendekatkan diri pada Tuhan untuk memperoleh ketenangan batin.

Persiapkan mental dan pengetahuan Anda seputar perawatan dan kesehatan bayi

Jika kita sudah menguasai berbagai kiat merawat bayi sejak sebelum melahirkan, maka mental kita pun akan siap untuk menjadi seorang ibu. Kita memposisikan diri kita sudah siap menangani permasalahan yang umumnya terjadi pada balita. Cara ini bisa dengan sharing dengan ibu kita, mertua kita, komunitas ibu-ibu bahkan dengan googling.

Saat Sesudah Melahirkan:

1. Mintalah bantuan suami, orang tua, mertua, serta kerabat dalam mengurus bayi. Ada saatnya sang ibu merasa lelah, ingin makan bahkan ingin tenang untuk sejenak. Tidak perlu ragu untuk meminta bantuan suami dan juga keluarga.

2. Tidurlah setiap ada kesempatan. Tidak perlu sungkan, karena saat kita merasa mengantuk penting sekali untuk beristirahat, terlebih lagi saat bayi telah tertidur. Seringkali ibu baru kesulitan tidur, maka buatlah kondisi badan untuk beristirahat senyaman mungkin. Pastikan kondisi bayi aman saat ibu sempat untuk beristirahat.

3. Ceritakan berbagai kesulitan kita kepada suami. Keterbukaan pada suami sangatlah penting. Dengan demikian, bisa meringankan beban pikiran dari ibu baru bahkan menemukan solusi yang tepat bagi keluarga kecil ini.

4. Bergabunglah bersama komunitas ibu untuk berbagi pengalaman dan perasaan.

5. Jangan terlalu membebani diri. Kita memberikan kesempatan pada diri untuk menguatkan komitmen dengan cara, memberi waktu pada diri sendiri untuk beradaptasi dengan rutinitas baru yang harus dijalani, sampai akhirnya kita terbiasa dan bisa menyesuaikan diri dengan baik.

6. Manfaatkan waktu luang untuk rileks. Kita mencari hobi untuk menyalurkan perasaan kita menjadi lebih rileks. Carilah hobi yang dapat menyenangkan diri dan tentu tidak membahayakan karena kondisi fisik yang masih baru saja melahirkan.

7. Perhatikan pola makan Anda. Seringkali kesibukan ibu baru membuat kewalahan dan sang ibu melewatkan jam dan pola makan untuk dirinya sendiri. Untuk itu, sang ibu sangat membutuhkan support dari lingkungan bahkan diri sendiri untuk tetap bisa menghasilkan makanan yang bergizi untuk dirinya .

8. Beri penjelasan kepada suami tentang Baby Blues Syndrome, agar ia bisa memahami berbagai perubahan sikap dan tingkah laku kita.

Itulah hal-hal yang dapat mencegah terjadinya Baby blues. Sahabat, sharing untuk kesehatan bersama sangatlah penting apalagi bagi ibu yang baru saja memiliki bayi. Semoga bermanfaat ya!

Baca juga:

Referensi:

Ditinjau oleh : Rizki Dawanti, M.Psi., Psikolog

dr. Meva Nareza. 2020. Alodoc: Kenali Penyebab Baby Blues dan cara mengatasinya. https://www.alodokter.com/kenali-penyebab-baby-blues-dan-cara-mengatasinya diakses pada 21 Mei 2020

freepik.com

Iklan
0Shares

3 thoughts on “Mengenali dan mencegah Baby Blues

Tinggalkan Balasan