Sejak bulan Maret kita resmi di rumah saja. Semua aktivitas, baik di kantor, di sekolah atau bahkan acara nongkrong bareng dialihkan dengan kegiatan didalam rumah. Hal ini dikarenakan Indonesia tengah dilanda wabah corona yang mematikan. Banyak kasus terjadi karena transmisi lokal. Ada pula yang disebabkan karena penularan dari wilayah terdampak. Sementara jumlah kasus atau pasien yang dinyatakan positif terdampak makin bertambah dari hari ke hari. Mirisnya, jumlah pasien meninggal pun juga bertambah. Para medis yang menjadi garda terdepan pencegahan covid-19 banyak yang tumbang.

Tak ada yang bisa kita lakukan selain tetap produktif meski di rumah saja. Semuanya ini demi memutus rantai penyebaran covid-19 yang kian massiv. Dengan di rumah saja, kita bisa melakukan banyak aktivitas bermanfaat. Wajar saja selama pandemi berlangsung banyak hal viral yang menginspirasi, seperti dalgona atau video challenge.

Dalgona merupakan minuman yang terbuat dari campuran kopi. Cara membuatnya mudah. Minuman ini menjadi viral karena penampakannya mirip minuman yang dijual di café atau toko minuman lainnya. Minuman yang diatasnya tampak seperti foam yang modelnya mirip coffee latte atau minuman latte lainnya dan biasa kita jumpai di KFC, McDonal’s atau Starbucks.

Sejak viralnya dalgona ini, banyak yang mencoba mempraktekkannya di rumah. Bukan hanya dalgona, bahkan para ibu rumah tangga yang tadinya sibuk di kantor atau suka menghabiskan waktu di luar rumah, akhirnya harus beraktivitas di rumah. Kebiasaan memasukkan baju ke laundry akhirnya terhenti. Jalan bareng teman yang berujung nongkrong di café, rumah makan atau bahkan nonton bareng di Twenty One, terpaksa juga harus dihentikan. Ibu rumah tangga harus totalitas di rumah, menjadi seorang ibu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, setrika atau membersihkan rumah. Bahkan beberapa diantaranya harus mendampingi anak belajar secara online dari rumah. Nyaris waktu 24 jam dihabiskan ibu untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah.

Padatnya aktivitas di rumah bukanlah kendala bagi seorang ibu yang sudah terbiasa mengerjakannya. Namun bagi ibu yang notabene lebih memilih kesibukan di luar rumah, tentu hal ini menjadi hal baru dan menantang. Kadang timbul rasa bosan bila terus menerus melakukan rutinitas yang monoton setiap hari.

Munculnya rasa bosan ditambah kerinduan ngumpul bersama teman yang sudah hampir dua bulan ini tidak dilakukan, akhirnya melahirkan ide untuk membuat video challenge. Video yang lebih dulu viral adalah Pass The Brush Challenge, yaitu gabungan video dari beberapa orang yang memainkan peran lempar-lemparan kuas make up saat wajahnya masih polos belum di rias. Begitu kuas itu dilempar ke teman maka wajahnya berubah menjadi cantik dengan riasan make up. Setelah seorang teman menerima lemparan kuas, hal yang sama kembali terulang sampai ke lemparan terakhir. Semuanya berubah menjadi cantik dengan riasan make up diwajahnya.

Setelah pass the brush challenge berhasil mengundang tawa penontonnya, kini muncul berbagai challenge dengan tema variatif. Ada yang saling melempar handuk, lipstick, buku atau panci. Semua itu dilakukan untuk mengusir kebosanan.

Dan akupun seolah ketagihan dengan video challenge ini. Berawal dari menonton video challenge di instagram, lalu muncullah ide mengajak teman untuk membuat video singkat dengan tema tertentu. Akhirnya aku mencoba menggabungkan video kiriman teman dengan tema lempar kuas make up, lempar piring dan lempar lipstick dengan teman-teman blogger Bali.

Apa yang kudapat?

Seru, asyik dan tertantang

Bahkan nonton video challenge yang sudah diedit dapat mengusir rasa bosan. Akupun sering tersenyum sendiri saat nonton video lucu ini berulang-ulang. Saat menghadapi tumpukan setrikaan, kubuka dulu video challenge ini. Semuanya kulakukan agar aku tidak malas membereskan pekerjaan rumah tangga. Dan asyiknya lagi, video yang kubuat ini menggunakan sebuah aplikasi yang menghasilkan video menarik.

Berkenalan dengan Kinemaster Pro

Untuk menciptakan sebuah video challenge, aku memanfaatkan aplikasi KInemaster Pro. Aplikasi ini dapat diunduh melalui google play atau youtube dengan cara copy paste link-nya. Dan aku lebih memilih aplikasi Kinemaster Pro ini ketimbang aplikasi Kinemaster gratisan yang ada di playstore henpon android. Di aplikasi Kinemaster Pro tidak ada watermark-nya, bahkan pilihan transisi atau grafisnya juga banyak. Banyak pilihan yang bisa di download dari Toko Kinemaster, sehingga tampilan videonya juga menarik. Berbeda dengan aplikasi Kinemaster gratis yang terbatas tampilan dan pilihan grafisnya.

Kalau sudah memanfaatkan aplikasi Kinemaster Pro tentunya memberikan tantangan untuk memodifikasi video yang lucu dan menarik.  Bagaimana membuat sebagian video speednya dicepatkan, bagaimana memunculkan suara mirip kamera dibunyikan, bagaimana membuat frame menarik pada bagian tertentu, bagaimana menggabung suara pengiring selama video berlangsung atau bagaimana membuat opening dan closing video? Semuanya ini menjadi sebuah tantangan saat menciptakan video menarik dengan aplikasi Kinemaster Pro.

Inilah yang membuatku makin bersemangat beraktivitas ditengah pandemi. Memang, terlalu lama berdiam diri di rumah akan menimbulkan rasa bosan. Bosan untuk beraktivitas, apalagi dihadapkan oleh rutinitas rumah tangga yang selalu monoton. Mengisi waktu luang dengan menciptakan video challenge menjadi cara mengusir rasa bosan yang kualami. Meski video ini gabungan dari tingkah polahku, nyatanya sempat mengundang gelak tawa penontonnya. Bahkan beberapa teman sempat japri dan menyampaikan sangat terhibur dengan video buatanku.

Kamu lagi bosan di rumah saja? Cobalah mempelajari aplikasi Kinemaster Pro. Ajaklah anggota keluargamu untuk membuat video challenge dengan tema tertentu. Tujuannya untuk seseruan bareng. Dengan begini, rasa bosan karena terlalu lama berada di dalam rumah akan terobati. Dan kamu makin bersemangat, bahkan mampu menerima keadaan bahwa hal terbaik yang dilakukan saat ini adalah berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran covid-19.

Penasaran dengan salah satu video yang kubuat? Berikut ini videonya.

Iklan
0Shares

2 thoughts on “Mengusir Rasa Bosan Dengan Video Challenge

  1. Aku youtube-an masih pakai kinemaster gratisan download dari playstore. kalau mau yg pro tinggal bayar gitu per bulan atau per tahun kayak aplikasi pada umumnya. Nah, aku belum mau ambil yg pro karena bikin videonya juga belum konsisten, sayang kalau bayar. Bukannya Playstore dari google juga ya? Kalau kinemaster pro yg mbak maksud ini link di youtube-nya bisa minta infonya lebih lanjut mbak? Mau dong kalau nggak berbayar heheee. Tapi legal kan, bukan crack?

    1. Iya mbak legal kok….ada linknya. Waktu itu aku langsung copas link dan langsung ku download lewat google. Nanti tak Carikan link nya ya mbak Lusi.

Tinggalkan Balasan