oleh Sukma

“MasyaAllah Denny, kamu itu anak perempuan. Tapi kelakuan kamu kayak anak laki-laki” Ibu mengomel saat melihatku diatas pohon sawo Mak Darmi tetangga sebelah rumah.

“Turun kamu! jangan sampe Ibu lempar sendal ini ya!”ancam ibu bersiap memegang sendal yang dipakainya

“iya bu, sebentar, satu lagi nih sawo yang mau dipetik”kilahku agar aku bisa panen buah sawo Mak Darmi sebanyak-banyak.

Apalagi pasukanku telah menunggun dengan harap-harap cemas bisa memenuhi keranjang yang mereka bawa.

“Gak perduli! cepat turun!”

Aku pun segera turun, karena bukan sendal yang dipegang ibu. Tapi kayu yang dipakai untuk mengambil buah yang dipegang ibu, bersiap untuk menjolok aku.

Sampai dibawah pohon, ibu segera menghampiriku yang sibuk mengibas-ngibaskan semut yang masih menempel

“Kamu itu bukan anak kecil lagi Denny! kamu itu udah kuliah, sudah semester tiga! Kalau di kampung, kamu itu ”omel ibu sambil memukul lengan atasku.

Aku yang menerima serangan hanya bisa meringis. Disaksi oleh pasukan kecil yang menampung sawo-sawo yang sejak tadi aku petik.

“Ada apa toh bu Ajeng? Kok anaknya dipukuli gitu”tanya Mak yang baru keluar dari dalam rumahnya dan menghampiri kami.

Mak Darmi melalui matanya memberi kode kepada pasukan pengumpul panen sawo untuk masuk terlebih dahulu kedalam rumahnya.

“ini lho Mak, si Denny kapan dewasanya. Kelakuannya masih aja seperti anak-anak, padahal dia udah kuliah. Tuh, tuh lihat kelakuanny Mak”ibu menunjuk aku yang sudah berlari kebelakang Mak Darmi, karena merasa ada perlindungan dari tindak kekerasan dari ibu.

“sini kamu!”

“Gak mau! Nanti ibu pukul lagi”

Aku bersembunyi dibalik badan Mak Darmi , agar tidak kena pukul kembali dari ibu

“Ya sudah Bu, tadi itu saat yang meminta tolong kepada seseorang memanen buahnya. Tapi anak laki-laki saya masih belum pulang ”penjelasan Mak Darmi

“Duh, saya itu bukan melarang Denny membantu. Tapi kalau kelakuan yang seperti ini terus, nanti tidak ada yang tertarik padanya” seru ibu sambil melotot kearahku yang masih bersembunyi di balik punggung Mbok Darmi

Mak Darmi tersenyum

“Denny, wanita yang  menarik kok tante”sahut seorang laki-laki yang ternyata anak Mak Darmi yang baru pulang kerja, Mas Abimanyu.

Anak Mak Darmi adalah seorang perwira pertama Tentara. Betapa bangganya Mak Darmi saat anaknya lulus seleksi dan masuk Pendidikan sebagai seorang perwira Tentara. Anak seorang janda yang sehari-hari hanya jual pecel keliling Kampung. Umur Mas Abimanyu tidak begitu jauh dari umurku. Makanya kami sangat akrab. Bahkan aku sudah menganggap keluarga mas Abimanyu atau Mak Darmi sebagai keluargaku sendiri.

(bersambung)

0Shares
Categories WCR

Tinggalkan Balasan