Hai Sobat curhat, baru saja aku menulis dengan mengikuti Event atau Tantangan.

Aku sadar, terlalu lama jeda waktu bagiku untuk kembali menyapa kalian. Namun, tidak ada kata terlambat bukan? ūüėä

Kali ini aku tidak meriview buku atau menulis kisah traveling.  Tidak juga menulis Tips dan Trick atau menulis cerita pendek. Namun,  aku ingin  berbagi pengalaman.  Penasaran kan pengalaman apa?

menulis tantangan

Jadi gini, sekitar lima puluh hari yang lalu, aku ikut event di salah satu komunitas penulis. Event tahunan yang rutin diselenggarakan dan bersifat mengikat untuk mereka yang bergabung di komunitas tersebut. Sebagai new member, tentu bagai bebek yang sedang diangon. Dibawa ke kiri yang ikut ke kiri, dibawa ke kanan ya ikut ke kanan.  Intinya masih proses belajar.  

Tantangan yang diberikan berupa karya duet dengan pasangan yang tidak kita ketahui sebelumnya. Semacam dijodohkan. Tema  sudah ditentukan yaitu tema keluarga. Waw seru banget kan? Keluarga ibarat mutiara di dasar kehidupan, yang setiap orang pastinya sangat mendambakannya. Bahkan menjadi tujuan hidupnya. Menjadi motivator sejati. Bahkan ada yang menganggap bahwa keluarga adalah kebahagiaan yang hakiki.

Nah menulis dengan tema keluarga, berduet dengan teman yang mungkin belum kita kenal saking banyaknya  member di komunitas tersebut.  Deg degan banget pastinya.  Apalagi setelah ada bocoran bahwa  menulisnya di platform Wattpad. OMG!

Aku belum pernah menulis di platform itu. Kebayang dong paniknya gimana? Aku yang ngakunya penulis, tapi belum pernah menulis di Wattpad. Gak kebayang juga, cara menulisnya gimana, karena selama ini hanya sesekali membaca cerita di platform itu. Namun aku belum pernah sekalipun menulis di sana.

Rasa paniknya bertambah, saat diumumkan jodoh menulisku siapa. Jodoh yang sudah dipilihkan  Admin benar-benar akan menjadi seseorang, yang mungkin melebihi, pasangan hidup kta sendiri. Karena bersamanya, selama lebih dari empat pulu hari, harus dapat  bekerja sama melahirkan sebuah karya duet.

Allah Maha Baik, Aku tidak mengira memperoleh jodoh menulis–meski aku belum mengenalnya‚ÄĒternyata aku sedang membaca novel solonya. Sebuah surprise yang luar biasa,¬† penulis yang novelnya sedang aku baca, lha tahu-tahunya menjadi jodoh menulisku.

Kejutan lain adalah aturan bahwa karya yang akan kami buat harus minimal empat puluh ribu kata selama empat puluh hari.

Menulis duet dengan pasangan yang dijodohkan, bertema keluarga, berjumlah empat puluh ribu kata, selama empat puluh hari yang di posting di platform Wattpad. Waw!

Sobat curhat,

Selama persiapan, kami diharuskan menentukan judul, membuat premis, menyusun outline dan membuat sinopsis. Tidak hanya itu, kami  juga harus mempromosikan partner menulis dan cover yang kami buat.

Sudah pasti, setiap tahapan tersebut sedikit mengelitik hati dan pikiranku, karena ini pengalaman pertama pastnya ada rasa khawatir salah dan aku tidak mempu mengimbangi partner menulisku. 

Beruntungnya aku memperoleh partner yang sudah lebih pengalaman sehingga aku bisa banyak belajar darinya. Ada jam-jam kami saling mengudara di ponsel, karena jari sudah lelah berselancar. 

Terkadang partnerku sering meminta aku merekam suara untuk menjelaskan sesuatu. Mungkin lebih¬† jelas kalau mendengarkan suaraku yang agak serak-serak gimana gitu. Hihihi¬† ūüėä

Kami berinisiatif membagi empat puluh ribu kata ke dalam formasi selang seling menulis. Partner menulis di bab ganjil sedangkan aku di bab genap. Kami menulis bergantian dengan komitmen masing-masing minimal seribu kata.

Sobat curhat,

Setiap hari kami berkomunikasi karena kami sepakat sebelum dipublish di Watpad kami saling mengirimkan tulisan kami kepada partner agar saling mengoreksi atau menyempurnakan. Aku setuju sekali karena aku sadar teknis menulis dan pilihan kata kata masih terlalu standar. Bahkan gaya menulisku masih berantakan. Untunglah partner sekalipun mungkin jengkel karena aku sering typo dan standar banget, ia selalu memberi masukan. ūüėä

Hari demi hari, aku lalui dengan tidak ada permasalahan yang berarti. Kejadian lucu pastinya ada. Kejadian yang memusingkan kepala pastinya ada. Kejadian kejar-kejaran dengan kerjaan kantor dan kampus pastinya juga ada.  Tapi semua kami lalui  dengan saling memahami.  

Publish atau posting di jam-jam mbak kunti adalah hal biasa kami lakukan. Terlebih ketika aku harus dinas ke luar kota. Tentu waktu yang ada terasa tidak mencukupi.

Sobat curhat, sepuluh hari menuju waktu yang telah ditentukan, Partner mengabarkan kalau Laptopnya mengalami gangguan dan harus masuk RS seama tiga hari. Duh! Kalau mau dibawa  panik ya bisa, tapi aku berusaha untuk tetap tenang.

Akhirnya kami sepakat untuk mengganti formasi menulis. Jadi aku harus menulis part yang bersambung selama Mr. lappy di opname. Nanti baru disambung Partner.  Ya sudah lima part  aku yang menulis dan dilanjutkan lima part berikutnya sampai tamat oleh partner. Ya Tamat.

Akhirnya hari ke 39,  kisah yang kami tulis bersama, sampai  pada kata keramat tersebut. T A M A T.  Penulis mana yang tidak merasa happy ketika sampai pada kata tersebut?

Sobat curhat,

Apa yang bisa kita peroleh dari pengalaman di atas?

Kerja smart lebih dibutuhkan daripada kerja keras, karena hanya dengan kemampuan untuk mengelola waktu, tenaga dan pikiran, maka kita akan sampai ke tujuan yaitu TAMAT.

Kemampuan beradaptasi dengan sikon dan cepat mengambil keputusan sangat dibutuhkan dalam proyek bersama. kita juga belajar untuk bersabar. Terlebih kami yang menulis dengan format bergantian sudah pasti kesabaran menanti sangatlah dibutuhkan.

Yang tak kalah penting adalah kemampuan mengendalikan ego.

Bagi seorang penulis, dirinya adalah dewa bagi hasil karyanya karena mau jadi seperti apa karya smeua ada di tangan penulis. Hal itu akan berlaku mutlak ketika sang penulis sendirian dalam berkarya. Lalu bagaimana bila karya duet? 

Jujur, pengendalian ego adalah hal yang tak kalah pentingnya. Aku melihat disinilah letak perbedaan penulis besar dengan ‚Äúbesar‚ÄĚ.¬†

Seorang penulis besar adalah penulis yang tidak dikendalikan oleh egonya.  Pengalaman selama menulis karya duet mengajarkanku bahwa seorang yang berjiwa besar yang dapat mengendalikan egonya adalah asset untuk  menjadi penulis  besar. Partner menulisku bisa saja menulis kisah yang ia mau, karena ia lebih berpengalaman, tapi dia justru mengajakku memutuskan bersama dan tidak malu bertanya untuk  hal-hal kecil sekalipun.

Hal lain apa lagi yang bisa kita peroleh?

Sebagai penulis, mengikuti event atau tantangan adalah cara kita untuk mengasah kemampuan dan ketrampilan menulis kita.  Daya juang kita ketika mengikuti tantangan atau event akan berbeda karena ketika kita mengikuti tantangan atau event ,selalu ada aturan dan batas waktu yang akan memaksa kita untuk fokus pada karya kita dan menyelesaikan  tepat pada waktunya. Coba bedakan dengan kita menulis sebuah karya yang tanpa ada aturan atau batasan waktu?

Untuk penulis yang ingin menjadi penulis produktif, sebaiknya mengikuti komunitas penulis karena  hanya dengan mengikuti komunitas penulislah,  kita akan terbiasa mengikuti event dan tantangan.   Dengan mengikuti  tantangan dan event maka kemampuan dan ketrampilan kita untuk menulis akan semakin berkembang.

Sobat curhat,

So jangan segan untuk mengikuti event atau tantangan menulis. Tidak ada yang kebetulan dalam dunia menulis. Semua berawal dari proses pembelajaran dan keinginan kuat kita.  Mengikuti event dan tantangan adalah metode yang kita butuhkan dalam berproses. Mari kita jadikan event dan tantangan sebagai sarana pembentukan seorang penulis.

Baca juga:

See you later

Sabiqis

0Shares

Tinggalkan Balasan