Hai Sobat curhat, kita lanjutkan lagi review buku yang berjudul Meretas Badai Lebih Sehat Jika Menulis -part 2 (Review Buku)

Bertemu lagi dengan saya, Sabiqis Edogawa. Pada Part ke 3 kali ini saya akan  melanjutan review rmengenai tiga bab terakhir dari buku yang berjudul Meretas Badai  Lebih Sehat Jika Menulis.

Ratna Dewi Pudiastuti dalam bab ke 6 membahas mengenai Penjelajahan Cakrawala Kepenulisan. Pada bab ini diuraikan mengenai menulis adalah pilihan, apa yang harus dipersiapkan sebelum menulis, manfaat menulis  dan persyaratan untuk menjadi seorang penulis.

Menurut Ratna, menulis adalah suatu keahlian dalam menuangkan ide atau gagasan atau suatu gambaran, yang ada dlalam pikiran manusia menjadi suatu karya tulis yang dapat dibaca dan dipahami olrang lain. Kemampuan berbahasa seseorang akan mempengaruhi dalam memperoleh hasil tulisan yang baik. Penulis yang senang membaca, pasti akan memiliki pembendaharaan kata  dan ungkapan yang menarik.

Persiapan Menulis

Untuk dapat menulis yang harus dipersiapakan sebelumnya adalah:

Menelaah tema

Untuk dapat menelaah tema, kita perlu menganalisis permasalahan yang mungkin timbul dari tulisan yang akan dibuatMaksud dan tujuan penulisan harus jelas

  • Maksud dan tujuan penulisan harus jelas
  • Pokok pikiran atau pokok bahasan yang akan ditulis mudah ditelusuri  dan jelas
  • Kesimpulan akhir penulisan  cukup beralasan dan jelas

Menguji kelayakan topik atau judul

Uji kelayakan lebih mudah daripada menelaah. Hasil uji kelayakan lebih cepat diperoleh sehingga terkadang uji kelayakan dilakukan tanpa penelaahan tema .

  • Apakah bahan yang akan ditulis berdasarkan informasi yang didapat, akan menarik untuk dibaca? Daya tarik suatu penulisan  dapat disebabkan oleh  tema yang ditulis merupakan tema baru, tema yang aneh atau berbeda dari lainnya, tema yang luar biasa dan tema yang kontroversi.
  • Apakah hasil tulisan akan memberikan manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan atau diunia tulis menulis?.

Mengumpukan bahan acuan

Mengumpukan bahan bacaan  sangat diperlukan untuk mendukung karya tulis yang sedang disusun. Unutuk memudahkan penelusuran Pustaka, makalah dan artikel ada baiknya, kalau memanfaatkan petunjuk literatur agar diperoleh bahan yang sesuai dengan topik bahas. Petunjuk literarur yang dimaksud adalah: abstrak, katalog kepustakaaan dan daftar isi. Selain ketiga literarur tersebut dapat digunakan fasilitas internet.

Baca yang Part 1 di sini yuk :  Meretas Badai Lebih Sehat Jika Menulis -part 1 (Review Buku)

Menyusun kerangka tulisan

Kerangka tulisan pada umumnya berupa tulisan yang secara garis besar saja. Selain itu, kerangka tulisan sedapat mungkin memuat informasi yang sesuai dengan topik bahasan atau telah ada gambaran, bahwa bila penulisan akan dilanjutkan maka isi tulisan pada setiap bab atau bagian telah ada dan dapat disiapkan

Kerangka tulisan perlu ditulis terlebih dahulu karena atas dasar kerangka tulisn tersebut, maka penulisan akan berjalan lancar dan tidak keluar dari kerangka. Permasalahan yang sering muncul, adalah bagaimana merangkai kata-kata maupun kalimat agar tulisan dari awal pembahasan bisa terus bersambung dengan baik sampai dengan bagian akhir penulisan.  Jangan pernah merasa takut salah. Tugas kita adalah membuat kalmat yang baik dan benar. Ketrampilan menulis dan penguasaan bahasa yang baik dan benar  serta menarik hati, yang sering disebut dengan seni menulis, tidak datang secara tiba-tiba namun diperoleh melalui berbagai latihan menulis yang dilakukan terus menerus.  Seni menulis ini akan didapat dengan banyak membaca.

Syarat sebagai Penulis

Adapun syarat  sebagai penulis dikemukakan oleh Ratna Dewi sebagai berikut

Berwawasan luas

Menurut Ratna Dewi menciptakan tulsan yang berkualitas dan orisnil tidaklah semudah kita membalikan telapak tangan. Dibutuhkan wawasan dan pengetahuan yang luas

Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap berbagai peristiwa sekitar

Mencari ide atau gagasan adalah tantangan tersendiri bagi penulis. untuk itu seorang penulis harus memilik kepekaan yang tinggi agar dapat mencermati lingkungan sekitar sehingga dapat menjadi  ide menulis

Mampu menuangkan berbagai ide dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan

Kita dapat saja memiliki ide yang melimpah ruah, namun akan menjadi sia-sia ketika penulis tidak bisa menuangkannya dalam suatu rangkaan kalimat

Komentar saya untuk bab ke 6 pada sub judul disebutkan menulis adalah pilhan namun tidak ada penjelasan mengenai menuis adalah pilihan,  yang ada penjabaran mengenai bentuk tulisan secara umum yaitu karya tulis ilmiah, karangan bebas dan karya tulius drama atau film. 

Pada sub judul persiapan sebelum menulis, disebutkan mengenai tahapan mengumpulkan bahan acuan dimana petunjuk literatur yang dimaksud adalah abstrak, katalog kepustakan dan daftar isi. Pelu ditambahkan pula bagaimana cara mengumpulkan bahan acuan yang berdasarkan kisah nyata atau fiksi.

Untuk sub judul manfaat menulis, masih terdapat tumpang tindih manfaat menuilis yang satu dengan yang lain. Sehingga dari 10 manfaat, sebenarnya dapat diringkas menjadi lebih sedikit .

Dalam bab ini juga disebutkan yang dibutuhkan penulis yaitu alat tulis, komputer atau mesin tik, kamus, jaringan internet dan disket atau CD. Terdapat beberapa hal yang kurang mengikuti jamannya pada saat ini. Dimana pada tahun 2015 sudah jarang yang menggunakan mesin ketik atau disket. Semua sudah menggunakan PC, laptop atau usb.

Baca juga:

Media Massa

Untuk bab ke 7, Ratna Dewi menguraikan mengenai komunikasi media masa dimana dalam bab ini dibahas mengenai media massa, syarat menulis di koran, ciri umum artikel, aktualisasi media masa, kebebasan pers , proses lomunikais publik dan penulisan naskah.

Menurut Ratna Dewi, syarat tulisan yang bisa diterbitkan dalam media masa adalah:

  • tulisan asli bukan jiplakan dan belum pernah dimuat oleh penerbit lainnya
  • menyangkut kepentingan umum sebagian pembaca
  • cara penyajian padat, singkat dan mudah ditangkap serta gaya enak dibaca
  • panjang karangan biasanya antara 4-7 halaman kuarto dengan spasi rangkap tanpa banyak coretan
  • tulisan berbentuk narasi, deskripsi, eksposis arau argumentasi

Seringkali naskah yang kita kirimkan tidak kunjung diterbitkan, Ratna Dewi menyebutkan secara umum, alasannya yaitu:

  • tidak actual dan factual (update)
  • tidak menggunakan kaidah jurnalistik
  • tulisan bersifat kaleng yang tidak dapat dipertanggung jawabkan
  • tidak cocok dengan misi visi media yang bersangkutan
  • tidak disertai dengan data dan fakta yang akurat
  • Terlalu sarat opini atau berbau propaganda atau teori yang melelahkan pembaca

Komentar saya untuk bab ke 7, cukup menarik   pengetahuan mengenai permasalahan yang biasa terjadi saat kita mengirimkan karya kita ke penerbit atau ke media masa.

Krisan

Bab terakhir dalam buku ini yaitu bab ke 8, penulis membahas mengenai istilah dalam jurnalistik, gaya bahasa jurnalistik, dan perbedaan antara artikel dengan essai atau feature.

Dalam bab ini penulis hanya menuliskan empat istilah dalam jurnalistik yaitu tajuk, berita, kolom dan resensi. Selebihnya menuliskan mengenai gaya bahasa pers, bagaimana memberi judul, membuat lead , feature dan artikel. 

Komentar saya, judul bab kurang menerjemahkan isi dalam bab, seharusnya bukan istilah dalam jurnalitik namun bahasa jurnalistik, dimana nanti di dalamnya terdapat bahasan mengenai  istilah yang  biasa digunakan.

Kesimpulan

Buku ini cukup inspiratif dalam memberikan wawasan mengenai dunia tulis menulis dan menyajikan fakta bahwa lebih sehat jika kita menulis karena dengan menulis kita terbiasa untuk mencari ide dan menuangkan ide tersebut ke dalam sebuah karya yang memilik tujuan dan manfaat bagi banyak orang.  Terlepas dari komentar yang saya sampaikan, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca.

Marilah kita menulis, karena dengan menulis kita seperti menggenggam dunia.

Iklan
0Shares

Tinggalkan Balasan