Monologku: Belajar Bareng NuBar Pro (2)

Sepertinya pembaca bakal bosan, jika kuawali dengan kata-kata yang mengandung hujan. Tapi mau bagaimana lagi?

Pagi ini mendung masih setia menyambut, rintiknya pun membuatku betah molor dalam selimut. Beruntung, hari ini libur nasional. Coblosan katanya. Meskipun daerahku tak ikutan.

Lumayan kan? Bisa rebahan. Hihihi.

Oh ya, mumpung lagi libur, lanjut nonton materi yang ketunda kemarin ah!

Ikutan yuk! Boleh klik langsung tautan ini https://www.youtube.com/watch?v=S550LrMW2ic.
*
Lanjut Kang, manfaat ketiga dari outline itu apa Kang?

Manfaat ketiga yaitu, kita bisa menyusun karangan secara teratur. Dengan memiliki kerangka karangan, kita bisa memulai tulisan dari mana pun.

Saat membuat kerangka, kita tahu apa-apa saja yang akan kita tuangkan dalam tulisan. Sehingga, memudahkan untuk mulai menulis dari bagian mana saja. Entah kita mau menulis bagian akhir terlebih dulu, atau bagian tengah.

Hmm … kalau nulis fiksi, bisa nggak ya? Soalnya sering kepikiran konflik terus sih. Jadi susah nulis awal dan akhirnya. Kutepok jidatku sendiri.

Nah, manfaat keempat adalah memudahkan kita untuk mencari referensi pembantu.

Salah satu fondasi untuk menjadi penulis yang baik, adalah dengan memperbanyak referensi bacaan. Bukan hanya punya banyak, tapi juga dibaca.

Saat kita akan membuat tulisan, dari kerangka karangan tadi. Kita jadi tahu, referensi apa saja yang dibutuhkan. Dan, memudahkan kita untuk menambahkannya, jika ada perkembangan terbaru yang terkait dengan tulisan.

Jadi, kita tak perlu bongkar pasang tulisan. Mau ditaruh bagian mana, referensi baru ini.

Menurut Kang Deejay, untuk menulis satu buku, minimal referensi yang harus kita punya adalah sepuluh buku bacaan. Ingat, buku ya. Belum referensi dari artikel, surat kabar baik online maupun offline, majalah dan yang lainnya.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa, saat akan menulis sebuah buku dengan menuliskan kerangka karangan terlebih dulu. Beliau juga mempersiapkan buku-buku referensi apa saja, yang akan dibacanya. Tentu saja, buku yang disiapkan adalah untuk per bab tulisannya.

Wiiih … banyak bener. Eh, tapi kalau sebuku, referensi segitu kurang kali ya? Hmm, aku bisa fokus nggak ya, kalau nulis buku tapi referensi bacaannya segitu banyak? Kuusap-usap pelipis kiri. Pening rasanya.

“Manfaat yang kelima, apa Kang?” tanya Kang Aan, sang moderator.

Yaitu, untuk menghindari penulisan topik dua kali atau lebih. Ini merupakan kesalahan yang fatal, jika sampai terjadi. Karena pembaca akan mengira, buku salah ketik atau cetak.

Jika demikian, pembaca akan mengecek kembali halaman yang ia baca. Karena merasa sudah pernah membaca tulisan yang sama, dalam buku tersebut.

Ah! Bener itu. Aku pernah baca tulisan yang sama persis. Padahal beda kejadian dalam cerita.

Panggilan masuk memotong video yang tengah kutonton.

“Cha, anterin galon ke rumah ya. Sekarang, keburu kepedesan ini,” pinta suara diseberang.

“Oke,” jawabku singkat.

Baiklah, lanjut materi lainnya besok lagi. Sekarang, nganterin galon dulu.
*
Guys, kalau mau tahu materi kepenulisan lainnya, boleh cari chanel NuBar Pro di youtube. Atau bisa klik link yang ada di atas yak.

Biar nggak ketinggian materi terbaru, klik like dan subscribe chanelnya yaa.

Jombang, 09 Desember 2020
Salam Literasi, Salam Unyu

0Shares

Tinggalkan Balasan