Monologku: Belajar Bareng NuBar Pro

Hawa dingin pagi hari masih menyelimuti, hangat sinar mentari tak mampu menembus tembok kamar. Ah, rasanya masih inginku meringkuk di tempat tidur. Tapi itu tidak mungkin.

Kutekan tombol power ponsel, jam menunjukkan pukul 04.54. Setengah sadar, aku berjalan ke toko yang ada dibagian depan rumah. Sembari menguncir rambut singaku. Rutinitas baru di pagi hari, sebelum berangkat kerja. Jaga toko.

Sambil menunggu tetangga yang beli, kubuka aplikasi youtube dan segera mengetik “Nubar Pro” di kolom pencarian. Jari telunjukku sibuk memilih, video mana yang akan kujadikan sarapan otak pagi ini.

Hmm, ini aja kali ya ….

Tak perlu menunggu lama, segera kutekan play.

*

Video mulai berputar, tampak tulisan yang tertera dalam video, Menulis Bareng Deejay – Menulis Semudah Update Status. Sang moderator menyapa penonton yang tak ada real di depannya.

Tema kali ini yang dibahas adalah tentang manfaat outline.

Kata outline, sebenarnya sedikit asing di telinga. Kita lebih mengenalnya dengan kerangka karangan, dimana hampir 80% merupakan inti dari sebuah tulisan.

Menurut Kang Deejay, kebanyakan penulis pemula, ketika ditanya tentang kerangka karangan. Mereka menjawab jika mereka tak memakai kerangka karangan saat menulis. Membiarkannya mengalir begitu saja.

Aku juga sih, salah satunya. Timpalku dalam hati.

Jika dikaji lebih dalam, manfaat outline sendiri sangat bagus dalam kepenulisan. Kebanyakan penulis senior pun, tidak pernah lebar dari outline. Karena ini merupakan rel-nya kereta tulisan.

Sehingga, saat kereta sudah ada di atas rel, dia tidak akan belok ke sana ke mari. Berjalan sesuai jalurnya, dan akan mengantarkan suatu tulisan ke titik-titik tertentu. Begitulah ilustrasi dari Kang Deejay.

Hoo … jadi begitu to. Pantesan, kalau aku nulis berseri malah nggak pernah selesai. Nggak nyambung. Kuangguk-anggukkan kepala.

Salah satu manfaat jika kita menggunakan outline, adalah menjamin bahwa penulisan kita bersifat konseptual, menyeluruh dan terarah. Jadi, ketika kita ingin menulisan satu tema, pendidikan misalnya. Dengan terdiri dari tiga bab, dimana bab pertama membahas tentang pendidikan jaman dahulu. Sejarahnya, pencetusnya, alat yang digunakan dan lain sebagainya.

Jika outline sudah kita buat, maka pengerjaan tiap-tiap babnya akan lebih mudah. Pun, jika kita menghadapi kebuntuan saat menulis. Selain itu, juga memudahkan kita untuk mencari sumber bacaan referensi tulisan yang akan kita buat.

Manfaat yang kedua, adalah memudahkan penulis untuk menciptakaan klimaks yang berbeda. Maksud dari klimaks yang berbeda yaitu, dalam setiap bab, tulisan kita tidak akan cenderung monoton. Karena dari outline tulisan, kita sudah menentukan apa-apa yang akan dibahas dalam setiap babnya.

Berbeda jika kita menulis mengalir begitu saja, tanpa adanya outline. Kita akan merasa bahwa, tulisan dalam setiap bab kurang lebih sama. Tak ada pembedanya.

Bahkan, kemungkinan kita akan menemui kebuntuan saat menulis.

Hmm … jadi ini penyebab hilangnya ide pas lagi nulis.

Manfaat ketiga dari outline yaitu ….

“Mbak Cha, beli gas,” teriak tetanggaku.

“Iyaa … ”

*

Yah, kepending dulu deh belajarnya. Lanjutin besok lagi Kuy! Hehe

Oh ya, kalau penasaran cek link ini aja https://www.youtube.com/watch?v=S550LrMW2ic

Atau, bisa cari NuBar Pro di laman youtube. Jangan lupa untuk like, subscribe dan komen yaa. Biar nggak ketinggalan materi-materi kepenulisan lainnya. 🙂

Jombang, 07 Desember 2020

Salam Literasi, Salam Unyu

0Shares

Tinggalkan Balasan