“Dek, sudah selesai belum masaknya?” Tanya suamiku sepulang dari Salat Jumat.

“Belum, Kak. Sebentaarrr lagi. Sabar yaaa.” Jawabku.

Beberapa saat kemudian..

“Taraaaa.. makanlah, Yank.” Kataku

“Apa ini, Dek? Wangi ya. Hmm aroma daun pisang dibakar ini enak banget.” Sahutnya sambil menghirup aroma nasi bakar buatanku.

“Coba ada aroma apa lagi?” Aku memintanya menebak.

“Hmm, apa yaa?” Kulihat dirinya mencicip sesendok demi sesendok.

“Adek tambahkan daun jeruk, Kak.” Kataku dengan mata berbinar.

“Oohh iyaa, pantes beda. Enak Dek!” Sahutnya lagi.

“Alhamdulillah. Syukurlah kalo Kakak suka.” Senangnya hatikuuu, lagi-lagi si dia bilang masakanku enak, uhuuyy!!

——-

Sebenarnya sudah lama si Umi ingin mengeksekusi resep nasi bakar ini. Tapi entah ada saja hambatannya. Baik itu dari luar (misalnya, bahan yang dipakai kurang atau tidak tersedia), maupun dari dalam (mood jelek, nggak semangat masak, sibuk dan lain-lain)

Berhubung beberapa hari lalu si Umi sudah mengisi stok bahan makanan di kulkas, akhirnya hari ini jadi juga si Umi masak nasi bakar.

Si Umi lupa dapat resepnya dari mana, kalau tidak salah hasil dari menjelajahi Youtube. Berhubung nontonnya tempo hari cuma sekilas saja, jadilah banyak improvisasi dalam proses memasak hari ini.

Sebenarnya proses pembuatan nasi bakar ini sederhana. Nasi putih diberi toping tumisan cumi cabe hijau, lalu dibakar. Sebelumnya nasinya ditumis dengan bawang merah dan bawang putih serta tambahkan daun jeruk.

Aroma daun pisang yang dibakar ditambah aroma daun jeruk membuat nasi bakarnya semakin istimewa. Terlebih menikmatinya bersama orang-orang tersayang. Hmmm, pasti rasanya semakin mantap.

Kalau masakan si Umi laris manis begini, si Umi makin semangat masak. Besok-besok mau mencoba resep nasi bakar yang lain. Nasi bakar ayam kemangi, sepertinya enak nih!

0Shares

Tinggalkan Balasan