Sehari sebelum puasa, tetanggaku datang mengantar dua buah nasi bakar. Kupikir Fawaz tidak suka nasi bakar. Biasanya kalau aku membeli nasi bakar dari sebuah toko makanan, selalu menghabiskannya seorang diri. Nasi bakar dianggap makanan yang tidak menarik bagi Fawaz dan papanya. Tapi rupanya nasi bakar buatan tetangga menarik perhatian Fawaz. Sampai-sampai dua buah nasi bakar dimakannya saat itu juga. Bahkan papanya hanya kebagian dua sendok makan saja.

Lalu, saat berbuka puasa, tiba-tiba Fawaz nyeletuk….

“Ma, buatin aku nasi bakar seperti buatan Bu Sis!”

Waahhh…mataku terbelalak. Bikin nasi bakar? Sumpah ini hal baru bagiku. Membuat nasi bakar harus menyediakan bakaran, daun pisang dan bahan pelengkapnya. Sementara aku tidak punya alat untuk membakar. Sempat melihat-lihat alat bakaran di swalayan, namun harganya cukup mahal. Kisaran lima ratus ribu keatas. Uang dari mana? Apalagi saat harga kebutuhan makin naik ditengah pandemi seperti saat ini. Tentu tidak ada anggaran untuk membeli sebuah alat bakaran.

Meski begitu, bukan berarti aku tidak memenuhi keinginan Fawaz. Permintaannya menjadi tantanganku. Lekas kubuka channel youtube, kucari-cari resep membuat nasi bakar. Ada banyak cara, tapi aku memilih resep yang praktis saja. Dan ternyata, menurut resep tidak harus menggunakan alat bakaran, tetapi bisa menggunakan teflon yang diolesi minyak goreng atau margarin.

Belum hilang rasa penasaran untuk membuat nasi bakar, tiba-tiba Fawaz kembali nyeletuk setelah dia membuka whatsapp grup teman-teman sekolahnya.

“Ma, ada tugas IPS, disuruh ngumpulin resep masakan yang sudah pernah dibuat. Resepnya diketik disertai dengan gambar dan di share di grup. Resep harus murni buatan sendiri lho ma, termasuk gambarnya. Tidak boleh nyontek dari internet!”

“Dueeeengggg…..”

Bener-bener tertantang ini rupanya. Sumpah, sejak diberlakukan physical distancing atau stay at home, aku merasa menjadi ibu yang super sibuk. Sibuk membereskan pekerjaan rumah tangga, dan sibuk menemani anak belajar di rumah. Rasanya tidak cukup waktu untuk beristirahat, karena tugas itu selalu berdatangan.

Akhirnya aku mencoba membuat nasi bakar. Dan dengan terpaksa aku harus pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahannya, mulai dari daun pisang, udang dan bumbu dapur. Maklum aku paling anti ke pasar demi membeli bumbu dapur. Meski harganya lebih murah, namun aku lebih suka belanja di supermarket yang harganya tak jauh beda dengan harga pasar. Selain barang-barangnya tertata rapi, kebersihannya juga terjaga.

Dengan amat terpaksa aku menyusuri jalanan kota Denpasar demi nasi bakar permintaan Fawaz. Memakai masker, kaos tangan dan membawa serta hand sanitizer, itulah perlengkapan yang kubawa saat bepergian. Demi menghindari tertularnya virus corona!

Setelah sampai rumah, aku ganti baju, membersihkan badan, lalu lekas kueksekusi bahan-bahan demi memasak nasi bakar udang permintaan Fawaz. Seperti di youtube, maka aku menggunakan teflon untuk membakar nasinya. Kalau ingin memasak nasi bakar udang sepertiku, ini resepnya:

NASI BAKAR UDANG

 Bahan:

  • 4 piring nasi putih
  • Udang basah atau kering secukupnya
  • 2 buah sosis ayam, potong tipis menyerong
  • 5 buah scallop, rajang tipis memanjang
  • Daun pisang secukupnya
  • Lidi secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu:

  • 1 batang sereh, geprek
  • 2 buah daun jeruk
  • Garam secukupnya
  • Gula sedikit
  • Santan kara secukupnya

Bumbu halus:

  • 4 buah bawang merah
  • 2 buah bawang putih
  • 2 cm kunyit
  • 2 buah kemiri
  • 3 buah cabe rawit

CARA MEMBUATNYA:

  • Siapkan wajan, panaskan dengan api sedang. Lalu tumis bumbu halus dengan sedikit minyak. Masukkan daun jeruk dan sereh geprek. Tumis lagi hingga harum.
  • Goreng juga irisan scallop, sosis ayam dan udang yang sudah dipotong hingga matang. Lalu campur kedalam bumbu yang ditumis.
  • Masukkan nasi putih, ditambah sedikit air. Aduk semua bahan hingga rata. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Supaya gurih bisa ditambahkan sedikit santan kara, lalu aduk kembali hingga tercampur semuanya.
  • Tes rasa. Bila sudah sesuai selera lalu matikan kompor.
  • Siapkan daun pisang yang sudah layu. Lalu bungkus nasi yang telah dibumbui seperti membungkus lontong. Pakailah lidi agar nasi yang dibungkus tidak terlepas.
  • Setelah semua nasi dibungkus daun pisang, saatnya membakarnya. Untuk membakar nasi bisa menggunakan panggangan atau bisa memanfaatkan teflon yang sudah tak terpakai.
  • Panggang nasi bakar kurang lebih 30 menit diatas api. Bolak balik hingga daunnya terbakar dan tercium aroma harum.
  • Bila dirasa sudah matang, nasi bakar siap dihidangkan.
  • Resep ini cukup untuk 4 porsi.

Ternyata nasi bakar udang buatanku sukses menambah selera makan Fawaz. Buka puasa dengan nasi bakar jadi tidak ribet menyiapkan lauk pendamping, karena didalam nasi bakar sudah tersedia lauk lengkap. Nasinya terasa gurih, lengkap dengan sosis dan scallop serta udang kering yang kugoreng. Makan dua bungkus cukup membuat kenyang. Nikmatnya lagi jika didampingi teh manis hangat sebagai penghilang dahaga.

Anda ingin mencoba? Siapa tahu resep nasi bakar udang ini menjadi inspirasi sajian buka puasa di bulan Ramadhan ini. Kata Fawaz, menyiapkan menu puasa yang nikmat adalah pahala, jadi aku sebagai ibunya berusaha membuat orang seisi rumah puas menikmati buka puasanya. Bagaimana dengan Anda? Semoga di bulan Ramadhan ini kita senantiasa diberikan berkah dan nikmat oleh Allah SWT.

0Shares

Tinggalkan Balasan