Qadarullah, hari ini si Umi mendapatkan nikmat sakit. Kalau kata si Ayah, sakitnya karena capek yang terakumulasi. Otomatis, seharian, si Umi hanya gegoleran saja di tempat tidur.

Semua kegiatan di rumah dan di ‘ofis’ dibagi ke semua anggota keluarga. Memasak dan mengepel, misalnya, sudah bisa didelegasikan kepada anak gadis dan anak bujang. Memotong stiker juga sudah bisa dibantu anak-anak. Bahkan Dedek Fiya kebagian tugas menemani si Umi.

Si Umi tak melihat senyum di wajahnya. Mukanya sedih dan ditekuk. Bahkan ketika sempat dijauhkan sebentar dari uminya karena si Umi pusing luar biasa, si Dedek sempat menangis sesegukan. Akhirnya tidur di pelukan si Umi.

Si Dedek juga membuat surat untuk si Umi, diserahkannya kertas berisi tulisan tangannya tersebut sambil dibacakan isinya “Umi, semoga cepat sehat. Adek nggak suka lihat Umi begini.”

“Begini, gimana, Dek?” tanya si Umi.

“Ya begini, Umi cuma tiduran sambil memijat kepalanya,” jawabnya

“Ohh, Adek sedih ya Umi sakit?” tanyaku sambil mengusap pipinya.

“Iya, kan Adek jadi nggak bisa main sama Umi,” katanya dengan tertunduk lesu.

Si Umi lihat ada sedikit genangan di matanya.

Tak lama Kakak Aisa pun masuk, menanyakan kondisi Umi dan langsung bertanya, “Umi mau Aisa pijat?” tawarnya.

“Mau, Kak. Tolong pijat kepala Umi, ya.” jawabku.

——-

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menyebutkan “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.”
Hadist tersebut diriwayatkan oleh Muslim.

Ketika kita sakit, Allah SWT ambil tiga perkara, yaitu:

1. Allah SWT mencabut keceriaan di wajah kita.
2. Allah SWT mencabut selera makan kita.
3. Allah SWT mencabut dosa kita.

Ketika sudah sehat, Allah kembalikan dua perkara saja, yaitu:

1. Allah SWT kembalikan keceriaan wajah kita.
2. Allah SWT kembalikan selera makan kita.

Tapi, Allah SWT tidak mengembalikan dosa-dosa kita.
Allah Kareem, ya Rahman ya Rahim.
Betapa baiknya dan sayangnya Allah pada kita.

Semoga si Umi segera pulih dan sakitnya si Umi menggugurkan segala khilaf dan salah. Aamiin.

Mohon doanya ya, Sobat Curhat.
Luv!

0Shares

Tinggalkan Balasan