TEMA CHALLENGE IDE SEGAR WCR

Panggung Drama NuBar

Panggung Drama NuBar.

“Panggung drama RNB tampak remang. Satu lampu menyala, menyoroti bagian depan tengah panggung. Tampak sesosok berdiri di sana.

Tangannya mengenggam secarik kertas. Dengan lantang, ia mulai membaca apa yang tertulis dalam kertas.

“Jalu, adalah pemuda desa yang baru saja masuk ke kota besar. Dia berniat untuk mengadu nasib saja, daripada hanya angon bebek Pak Ahmad. Ini juga demi bisa segera melamar si Lastri, kembang RW incarannya.

Untung tak dapat diraih, sial tak dapat ditolak. Mobil pikup yang ia tumpangi, terguling demin menghindari rombongan beber yang sedang diangon lewat. Naas bukan?

Tamat!”

Lampu sorot mati, panggung kembali gelap.

“Woi narator! Jangan seenaknya gitu dong! Cerita baru mulai, main namatin aja!”

Lampu sorot kembali menyala. Kali ini menyorot seseorang yang tengah duduk di bangku penonton.

“Suka-suka gue dong! Orang gue penulisnya. Wee …. “

“Tor, gue tau lu jomblo. Tapi tokoh ciptaan lu, jangan dibikin jomblo juga dong. Udah jomblo, ngenes lagi! Bikin ceritanya, gue nikah dulu sama si Lastri, punya anak dulu kek!”

“Woi Jal!

Itu ide yang bagus! Oke, gue kabulin permintaan lu.”

“Nah, gitu dong Tor.”

Lampu sorot kedua menyala, menyoroti narator di panggung.

“Tapi! Lu musti kumpulin tujuh dragon friut balls!”

“Yee … kasih syaratnya yang gampangan dikit npa Tor.”

“Ah, elu! Belum dicoba, udah protes duluan. Ya udah, lu bikin buku aja deh. Gak boleh nolak, kalau mau lanjut ceritanya.”

“Tapi … tapi kan … gue nggak pernah nulis Tor. Gimana caranya dong?”

“Duh! Bikin tepok jidat mulu lu Jal! Bisa merah jidat gue. Nih, tonton video satu ini aja. Ikuti panduannya. Ntar juga bisa nulis. Kalau udah selesai, bangunin gue. BYE!”

Narator mundur ke belakang, bersiap tidur. Lampu sorotnya meredup.

Lampu yang menyoroti Jalu meredup, sebelum akhirnya mati. Ruangan gelap. Sementara di belakangnya memendar cahaya, dari sebuah layar besar.

Sebuah video dari kanal youtube dimainkan, tampak logo bertuliskan NuBar Pro – Nulis Bareng Production. Channel Mendidik, Menghibur, dan Memberi Manfaat.

Slide berganti, terpampang sebuah tulisan yang menjadi tema yang akan dibahas. Menulis Bareng Deejay. Materi Non Fiksi – 9 Langkah Menulis Buku Non Fiksi.

Jalu hanyut menyimak video. Sesekali tangannya menulis.

“Oke sip. Buku perdana gue udah jadi.

Woi narator! Bangun lu. Buku gue udah jadi nih!”

Lampu kembali menyoroti panggung. Seseorang terbangun dari tempat dia berbaring. Menguap.

“Udah?”

Sang narator menjentikkan jarinya. Berlembar-lembar kertas berpindah dari tangan Jalu, dipegang narator.

Sekilas narator membaca, matanya mendelik.

“Apa-apaan tulisan … “

Semua lampu mati. Hening.
*
“Duh, kebiasaan deh itu anak-anak drama. Abis nonton, nggak ada yang mau beresin. Ruangan dibiarin nyala, LCD belum dimatiin,” Pak Parto mengomel.
**

Jombang, 23 Desember 2020
Salam Literasi, Salam Unyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *