Selamat siang, sobat curhat..

Setiap hari, si Umi dilanda kebingungan nih. Tau nggak bingung karena apa? Iyeesss, betul! Si Umi tiap hari bingung mau menyajikan menu apa untuk berbuka dan sahur keesokan harinya. Yaa, maunya, masak makanan intinya satu kali saja, terus nanti ketika sahur tinggal dipanaskan saja. Tapi, apa daya hal tersebut sulit diwujudnyatakan. Hahaha.

Tau nggak kenapa, sobat curhat? Karena pasukan si Umi banyak, jadi kadang makanan yang disajikan udah langsung ludes di waktu berbuka. Sahur masak lagi deh. Hihihi.

Anak-anak biasanya suka makanan yang asin dan gurih. Dibanding kolak atau bubur yang manis, mereka lebih doyan pempek dan semua turunannya seperti laksan, celimpungan, model. Bahkan bakwan sayur pun lebih diminati dibanding roti manis dan donat.

Untuk menu utamanya mereka doyan sayur yang berkuah, seperti, sop, sayur asem, lodeh, semur, soto dan lain-lain. Lauknya pun nggak neko-neko, telur dadar, nugget, sosis, kornet udah favorit banget. Ayam dan ikan termasuk jarang dan bukanlah jadi menu favorit. Makanya untuk dua sumber protein hewani itu, si Umi putar otak biar anak-anak mau makannya.

Baca juga:

Si Umi berkreasi dengan menyulap ikan jadi pempek atau otak-otak dan ayam jadi bakso, pangsit atau dimsum. Alhamdulillah, it’s work! Ikan dan ayam meluncur juga ke perut anak-anak meski dalam wujud berbeda.

Nah, kali ini si Umi mau berbagi resep, nih, sobat curhat. Resep pempek Palembang. Yuk disimak.

Pempek Palembang

Bahan utama:
1 kg ikan giling (bisa tenggiri, kakap, gabus atau sarden)
400-800 ml air es (tergantung mau buat pempek premium atau ekonomis)
2-4 sdm garam (takaran sesuaikan takaran air)
1 sdt gula
600-1000 gram tepung tapioka (si Umi pakai sagu tani kuning)

Bahan optional:
2-4 sdm bawang putih yang telah dihaluskan
2 butir telur
1/2 sdm merica bubuk
1/2 sdm kaldu bubuk/penyedap

Cara membuat:
• Campur ikan giling dengan air es, aduk menggunakan whisker.
• Tambahkan garam, aduk dengan sangat cepat dan kuat hingga adonan berbentuk pasta.
• Tambahkan gula, aduk rata.
• Jika ada, tambahkan bahan-bahan optional. Aduk hingga rata. Lalu simpan di dalam frezer selama kurang lebih 30 menit.
• Tambahkan sagu, aduk hingga tercampur rata, bentuk sesuai selera lalu rebus.
• Setelah mengapung, angkat dan tiriskan pempek.
• Bisa segera dihidangkan atau digoreng terlebih dahulu.
Tips: usahakan adonan tetap dingin, jadi ketika membentuk, ambil sedikit-sedikit adonan, sisanya simpan di kulkas terlebih dahulu sampai adonan yang diambil tadi habis.

CUKO

Untuk cukonya:
Haluskan 200 gram cabe rawit bersama 200 gram bawang putih. Masukkan dalam wadah, tambahkan ½ sdm garam, sejumput gula, 4 sdm air jeruk lemon. Aduk rata lalu simpan di dalam freezer selama 6 jam.
Cairkan 1 kg gula merah dengan 1 liter air, saring.
Setelah 6 jam, didihkan gula merah cair. Setelah mendidih, matikan api, hilangkan uapnya sebentar, lalu masukkan campuran cabe bawang tadi ke dalamnya. Aduk rata, koreksi rasa.

Nah, itu dia resep pempek dan cuko Palembang. Untuk resep cuko merahnya, kapan-kapan si Umi share ya.


~Selamat mencoba~

Iklan
0Shares

Tinggalkan Balasan