TEMA CHALLENGE IDE SEGAR WCR

Perundungan Dalam Dunia Pendidikan

Perundungan Dalam Dunia Pendidikan

Definisi tentang HAM (Hak Asasi Manusia), sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia pasal 1 ayat 1, yaitu merupakan hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara hukum, Pemerintahan, dan setiap orang.

Terdapat 10 hak yang dibahas dalam UU Nomor 39 tahun 1999 tersebut, yaitu:
1. Hak untuk hidup.
2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
3. Hak mengembangkan diri.
4. Hak memperoleh keadilan.
5. Hak atas kebebasan pribadi.
6. Hak atas rasa aman.
7. Hak atas kesejahteraan.
8. Hak turut serta dalam pemerintahan.
9. Hak wanita.
10. Hak anak.

Pada bagian ketiga yang membahas tentang hak mengembangkan diri. Dalam pasal 12 menyatakan bahwa, setiap orang berhak untuk memperoleh pendidikan. Di mana dalam proses  tersebut mendapat rasa aman dan nyaman.

Pada bulan Juni tahun 2015, pemerintah mulai memberlakukan program wajib belajar 12 tahun. Atau dengan kata lain, mewajibkan setiap anak untuk mendapatkan pendidikan hingga tingkat menengah atas. Meski demikian, dalam prakteknya masih terdapat beberapa kasus, dimana seorang anak tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Entah karena kondisi ekonomi. Atau karena tuntutan orang tua, untuk segera menikah saja. Dibanding melanjutkan pendidikan.

Kendati demikian, pelanggaran mengenai hak asasi manusia yang diterima baik siswa-siswi maupun guru. Masih sering kita dengar dalam sebuah berita, maupun media massa, baik cetak atau online.

Dalam laman kpai.go.id, pelanggaran hak anak dalam bidang pendidikan, sepanjang bulan Januari hingga April pada tahun 2019. Menyatakan bahwa kasus-kasus yang sering terjadi yaitu perundungan, seperti kekerasan fisik, psikis dan seksual.

Retno Listyarti, selaku komisioner KPAI Bidang Pendidikan, mengungkapkan bahwa ada 12 kasus anak korban kekerasan fisik dan perundungan. Serta ada 4 kasus, anak sebagai pelaku perundungan terhadap guru.

Permasalahan yang diadukan, mengenai kasus anak korban kekerasan fisik dan perundungan adalah korban dituduh mencuri. Sehingga anak tersebut dirundung oleh teman-temannya bahkan oleh guru. Kasus lainnya, yaitu ketika anak dan temannya saling mengejek dalam media sosial, terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara pada kasus anak sebagai pelaku perundungan terhadap guru, viral dalam jagat maya melalui sebuah video yang diunggah di media sosial. Kasus yang serupa juga terus meningkat secara drastis pada tahun 2019.

Agar kasus perundungan, baik terhadap sesama siswa-siswi maupun guru. Diharapkan pemerintah dapat turun tangan, untuk menangani dan atau dapat mencegah kasus-kasus perundungan seperti yang lalu, terjadi lagi.

Peran orang tua juga sangat penting, untuk mencegah atau menghindari agar anak tidak menjadi pelaku atau korban perundungan. Bisa dengan mendampingi kegiatan putra-putri mereka, atau menunjukkan rasa ketertarikan terhadap apa yang dilakukan anak-anak selama berada dalam lingkungan sekolah.

Bisa juga dengan, bertanya pada guru kelas. Jika merasa ada sesuatu yang terjadi pada sang anak. Pun demikian, tidak langsung membela atau membenarkan tindakan sang anak. Ketika mereka memperlakukan guru kurang pantas, atau menggunakan kekerasan.

Jombang, 25 Desember 2020
Salam Unyu

Sumber referensi
Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.
Maradewa, Rega. 2019. Pelanggaran Hak Anak Bidang Pendidikan Masih Didominasi Perundungan. https://www.kpai.go.id/ berita/pelanggaran-hak-anak-bidang-pendidikan-masih-didominasi-perundungan diakses pada tanggal 25 Desember 2020.
Wajib belajar. https://id.m.wikipedia.org/wiki/ wajib_belajar diakses pada tanggal 25 Desember 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *