Ada yang bilang kalau, tak apa berbuat salah jika nggak ada yang tahu. Tapi apa plagiat itu hal yang salah? Apa itu plagiat?

Jika menilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), plagiat adalah mengambil karangan atau pendapat dari seseorang, dan menjadikan seolah karangan atau pendapat tersebut adalah karyanya. Atau, secara kasar bisa disebut juga dengan njiplak1.

Nah, tentang plagiat ini, salahkah kalau aku berpendapat bahwa salah satu, yang mungkin menjadi pelakunya justru kebanyakan dari kalangan mahasiswa?

Kenapa berpikir demikian?

Coba ingat-ingat, pernahkah dulu mengerjakan tugas sendiri? Tanpa minta contekan teman? Pasti seringkan, meng-copy paste jawaban teman?

Atau, pernahkah kalian mengerjakan tugas dari dosen, membuat makalah, esai atau karya tulis. Tanpa meng-copy paste dari internet? Tanpa mencantumkan sumber atau tautannya?

Di jaman yang apa-apa serba menggunakan internet, seperti sekarang ini. Tentu sangat memudahkan bukan, mencari jawaban dari tugas-tugas yang seabrek itu? Tinggal tanya sama si mbah gugel, dan woilaa … tugas cepet kelar.

Hayo ngakuu ….

Kalau ada yang merasa dan tanya, kok tahu sih?

Ya iyalah, dulu pernah jadi mahasiswa soalnya. Hahaha.

Pernah dulu, disalah satu mata kuliah, pernah jadi tukang kumpul jawaban teman-teman satu kelompok. Saat proses menggabungkan, tentu saja harus baca semua hasil kerja. Nggak mau dong, kalau nilai jelek gara-gara asal nyatuin tugas. Isi jadi berantakan dan nggak nyambung.

Sebenernya mudah sih tugas-tugasnya, karena sudah terfasilitasi internet. Memudahkan untuk mencari referensi. Iya, semudah itu.

Tapi untukku, nggak ya. Entah sejak kapan, aku mulai belajar untuk tidak langsung meng-copy paste, tulisan dari internet. Karena, rasanya kurang sreg kalau bukan hasil sendiri.

Dosen pun mengingatkan, jangan asal sukur copy paste dari internet. Setidaknya ubah kalimatnya, jadi bahasamu sendiri. Jangan lupa juga untuk menyantumkan sumbernya. Itu sama saja dengan plagiat!

Berhubung ini adalah tugas kelompok, saat mau protes atau minta buat ulang. Tugas nggak akan bisa selesai tepat waktu, karena pengumpulan hasil teman-teman malam hari H-1 jadwal mata kuliah bersangkutan.

Jadi, saat tahu ada yang kopas (copy paste),  meski menyantumkan tautan dimana dia mengambilnya. Rasanya pengen nepokin jidatnya deh. Karena sudah pasti bakal begadang, buat edit dan segala macamnya.

Emang siapa yang rugi kalau kita plagiat?

Selain penulis yang kita jiplak, tentu saja dampak paling besar yang menerima adalah diri sendiri. Apalagi jika kita adalah seorang akademik atau tokoh. Cap plagiator akan sulit hilang.

Nggak mau kan, kalau saat kita bertemu dengan orang, mereka malah menyapa kita dengan sebutan plagiat?

Terus gimana dong biar nggak plagiat?

Banyak baca, perbanyak diskusi dan sumber referensi. Selain itu, bisa juga dengan mengecek tulisan kita secara online. Ada banyak situs dan aplikasi, yang menyediakan jasa untuk mengecek tulisan. Apakah tulisan tersebut plagiat atau tidak.

Sekali lagi, jangan plagiat lagi yaa. Stop!

Cobalah jujur, setidaknya pada diri sendiri tentang tulisan atau tugas-tugas kalian. Karena, kalau bukan dari diri sendiri, siapa lagi yang akan menghentikan plagiasi?

Betul?

Jombang, 18 Desember 2020

Salam Litersi, Salam Unyu

—-

Sumber: 1https://kbbi.web.id/plagiat. Diakses secara online tanggal 18 desember 2020

0Shares

Tinggalkan Balasan