Kemarin, 7R_Production mendapat kunjungan dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Dalam rangka men-support wirausaha pemula.

Aku baru mendapat kabar akan ada kunjungan sehari sebelumnya. Otomatis persiapan jadi serba cepat. Mulai dari memikirkan nanti bakal terima tamu di mana, menyuguhkan apa, dan memikirkan bahan obrolan juga.

Teras depan kami setting untuk menerima tamu. Meja dan kursi dikeluarkan dan disusun sedemikian rupa, sehingga cantik. Beruntung, suamiku senang bercocok-tanam, jadi ada hijau-hijaunya sedikit, tampak kontras dengan dinding rumah yang berwarna biru.

Untuk sajian tamu, Alhamdulillah, banyak teman-teman yang support. Ada yang kirim pempek ikan, pempek dos, puding mangga, risoles dan kerupuk. Praktis, aku hanya menyiapkan tempat dan air mineral saja.

Selagi rombongan belum sampai ke rumah, aku masih deg-degan. Berulang kali menelepon perwakilan dari Dinas Koperasi Kota Palembang, hanya untuk menanyakan di mana posisi dan kapan kira-kira sampai di rumah.

Sesampainya mereka di rumah, kami mengobrol santai. Mereka menanyakan apakah pandemi berdampak juga terhadap usaha kami?. Bagai mendapat kesempatan ‘curhat’, aku mulai bercerita tentang bagaimana usaha kami selama masa pandemi.

Sebelum pandemi, teman-teman UMKM rutin memesan stiker untuk mempercantik kemasan produk mereka. Namun, karena mereka tutup, otomatis mereka juga berhenti memesan stiker.
Untuk bertahan, akhirnya terciptalah produk baru yang kami beri label 7R_Kidzone. Qodarullah, produk baru kami inilah yang akhirnya membuat kami bisa bertahan di masa pandemi hingga sekarang.

Setelah mendengar ceritaku dan aku tunjukkan produknya, Bapak dari kementerian berkata, “Wah, bagus sekali ini, Bu! Sangat inovatif!”

“Nanti ini bisa coba ditawarkan di sekolah-sekokah TK. Saya rasa, anak-anak akan sangat senang bermain walau hanya di rumah saja. Terlebih lagi, ini juga ada edukasi di dalamnya. Ada penjelasan tentang planet. Bagus! Bagus sekali!”

“Alhamdulillah, Pak. Konsepnya memang bagaimana permainan di luar bisa dimainkan di dalam rumah, makanya terciptalah mainan tersebut”, kataku.

Aku bahagia bukan kepalang, apresiasi itu benar-benar berarti untukku. Aku berterima kasih pada Beliau-beliau yang memperhatikan dan memberikan dukungan nyata pada UMKM, terlebih pada kami yang masih pemula.

Terakhir, Beliau mengatakan “Semangat memajukan usaha, jangan menyerah dan harus bangkit”.

Dukungan itu merupakan lecutan semangat, sehingga kami siap bangkit mengembangkan usaha.

Terima kasih atas kunjungan serta apresiasinya Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Semoga sambutan kami yang sederhana itu tetap memberikan kesan mendalam.

Cerita kemarin akan menjadi salah satu kenangan manis semasa pandemi. Kutuliskan agar suatu saat bisa kukenang sambil senyum-senyum sendiri.

With Love,
Ratih Paskie

0Shares

Tinggalkan Balasan