Ramadhan, Berbagi Kebahagiaan di tengah Pandemi

Ramadhan telah tiba. Seharusnya ramadhan disambut dengan bahagia. Tapi kali ini sangat berbeda. Ramadhan di tengah pandemi membuat semua aktifitas dibatasi. Tidak ada bukber, sahur bersama, sahur on the street. Berlaku Sosial distancing. Pemerintah telah menetapkan peraturan #dirumahsaja.

Yang paling merasakan dampak ini adalah rakyat kecil. Tukang sayur keliling, tukang ojek, penjual makanan keliling, pemulung, tukang becak. Begitu juga karyawan yang dirumahkan, bahkan ada yang tanpa di gaji. Terpikir bagaimana mereka akan menjalani ramadhan kali ini.

Namun ada yang istimewa. Biasanya ramadhan tahun-tahun sebelumnya waktu bersama keluarga terbagi dengan acara yang lain. Kali ini tidak. Tahun ini menjadi ramadhan bersama keluarga. Sholat terawih berjamaah di rumah, tilawah bersama, berkumpul dan bercerita, membuat aktifitas bersama, disamping tetap mendampingi anak- anak yang sedang belajar daring. Karena sekolah juga sudah dilaksakan dari rumah.

Di tengah pandemi ini, berbagi menjadi satu hal yang wajib kita lakukan. Meski hanya dengan melebihkan kuah dari masakan kita dan berbagi dengan tetangga. Kita tidak tahu, apakah tetangga kita punya sesuatu untuk dimakan hari ini atau tidak. Jangan sampai kita makan tetapi tetangga kita kelaparan. Nauzubillah.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan, yaitu:

  1. Berbagi sembako.
  2. Berbagi takjil.
  3. Berbagi pakaian layak pakai.
  4. Berbagi perlengkapan sekolah.

Meski kita juga mungkin nasibnya tidak lebih baik, tapi berbagi rasa itu akan sangat terasa indah.

Selamat menjalankan ibadah puasa dengan penuh cinta.

Iklan
0Shares

Tinggalkan Balasan