TEMA CHALLENGE IDE SEGAR TEMA CHALLENGE TETAP WCR

Suara

Suara.

29 Desember 2020, malam sebelum tahun baru.

Sekian lama, malam tak membangunkanku. Sudah berapa lama?

Klotak klotak klotak.

Suara sepatu beradu dengan lantai. Tengah malam? Siapakah gerangan? Tak ada lagi selain aku, kan?

Krees kresek kreseek.

Hmm? Suara ranting kah? Atau dedaunan yang tengah beradu? Tengah malam?

Piyik piyik piyik.

Suara anak ayam? Lapar, kah? Kemana sang induk gerangan? Hari sudah gelap. Tak elok bersuara keras.

Sssuuttt! Ayo kembali tidur.

Grook grook groook.

Dengkuran siapa gerangan? Sebelah, kah? Begitu lelah kah melewati hari? Tapi siapa?

Tik tok tik tok tik tok.

Rasanya tak pernah sejelas ini, detik jarum berdetak. Sudah berapa lama beradu? Tak jenuh, kah? Melalui hal yang sama, setiap hari?

Tes tes tes.

Suara air menetes? Dari mana? Bukankah kamar mandi jauh di belakang? Ini lantai satu, kan?

Sssuuttt ….

Dini hari tiba, tak rehat sejenak kah kau? Libur belum datang, pejamkan saja netra. Abaikan?

….

Wrebek wrebek wrebek.

Hmm? Suara sang maestro hujan kah? Tapi … bukankah malam ini cerah? Pentas apa gerangan mereka?

Drrt drrrt drrrt.

Gawai siapa? Bukankah tadi sudah kumatikan? Alih-alih bergetar, bukankah ia harusnya berbunyi nyaring?

Tuk … tuk … tuk ….

Siapa?!

Klang!

Siapa di sana?!

Tap … tap … tap ….

Stop! Jangan mendekat … tetap di sana.

Sssuuuttt, jangan berisik!*

Suara-suara itu masih tetap terdengar. Meski segala cara kulakukan agar tak mendengar suara itu. Masih saja, tetap terdengar.

Kuk, kuk geruuk koook. Kuk, kuk geruuk koook.

Kumohon, berhentilah bersuara.

….

Hening? Lagi?

Kemana suara-suara alam malam tadi? Kenapa mendadak sunyi?

Oh, ayolah. Ini lebih buruk, dibanding suara-suara itu. Aku bisa merasakannya, bulu-bulu halus seluruh tubuhku berdiri. Membuatku bergidik, ngeri.

Hmm … aroma … melati?

Apa botol parfum Bunda tumpah?

Ah, rasanya tidak. Bunda tak punya parfum dengan aroma melati.

Hihihi … anak manis, ayo main bersama. Ini sudah waktumu. Ayo ikut denganku.

Siapa?

Jangan takut anak manis, aku tak akan menyakitimu. Ini hanya sebentar saja. Tak akan sakit, hanya seperti digigit semut kecil.

Tenanglah, tenang anak manis. Aku hanya ingin membawamu ke tempat yang bagus. Tak akan ada lagi, yang menyakitimu.

Anak manis, anak manis. Jangan takut, semua akan baik-baik saja. Ayo ikut denganku.

Kamu siapa? Apa kita akan pergi jauh? Ayah Bunda tak ikut? Adek Intan boleh ikut? Apa aku boleh membawa bonekaku?

Aku? Hihihi … aku pun tak tahu. Mereka tak boleh ikut. Adek Intan akan baik-baik saja, karena mereka menginginkannya.

Hihihi. Tinggalkan saja mainanmu, di sana kamu akan mendapat apa yang kamu mau.

Tapi aku masih ingin bersama Ayah dan Bunda. Adek Intan juga. Aku akan rindu. Kenapa mereka tak boleh ikut? Mereka keluargaku. Aku masih ingin bermain bersama semuanya.

Ayo, ayo. Lekaslah, anak manis. Kita tak boleh terlalu lama. Mereka yang di atas sana, sudah menantimu.

Anak manis … ayo berangkat anak manis. Mereka tak boleh ikut, belum waktunya. Nanti akan ada waktu untuk mereka. Waktumu sudah selesai di sini.

Kapan? Apa aku boleh mengunjungi mereka sesekali? Apa aku boleh bertemu saat merindukan mereka?

Hihihi … anak manis, aku pun tak tahu. Sudah saatnya anak manis. Sudah waktumu untuk kembali pada-Nya.

Hihihi ….

Sssuuuttt, jangan berisik!

**

*Sssuuuttt, jangan berisik! adalah salah satu judul puisi dari Pak Ilham Alfafa, selaku founder NuBar. Puisi bisa dinikmati dalam kanal youtube: NuBar Pro.

Silahkan klik tautan di atas, atau mencari manual di laman youtube. Ada banyak materi kepenulisan, baik fiksi maupun non fiksi.

Sebelum berselancar di kanal NuBar Pro, klik jempol dan subscribe. Biar nggak ketinggalan materi terbaru.

Oh! Bunyikan loncengnya juga yaa ….

Jombang, 30 Desember 2020

Salam Unyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *