Sukses jadi Orang Tua PARENTING WITH TALENTS anak bahagia bermasa depan cemerlang – Review buku part 1

Hai sobat curhat,

Selamat datang untuk yang baru mengunjungi web ini.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mereview buku dengan judul :

Sukses jadi orang Tua, Parenting With Talents, anak bahagia bermasa depan cemerlang

Buku ini ditulis oleh Dr. Meswantri, ST.,MsiM.,MPM., CHRA dan Daniel  Lukito,  ST., MM.,MSc.IB.,CFP.

Penerbit :  Pustaka Kaji Jakarta

Cetakan   : edisi pertama Januari 12019

Halaman : 183 halaman

Berawal dari sebuah seminar yang saya hadiri yaitu tentang kesiapan kita di dalam memiliki sertifikasi kompetensi untuk profesi apapun yang kita jalani.  Pembicara yang juga penulis buku ini, yaitu Meswantri mengenalkan metode management talent sebagai salah satu metode untuk mengenali bakat. Bakat ini yang bila di eksplore secara mendalam dapat menjadi sebuah kompetensi yang luar biasa.  Buku ini terdiri atas  empat bab yang dilengkapi dengan contoh studi kasus.

Sobat curhat,

Meswantri dan Daniel memberi  judul bab pertama dengan Parenting dan  Talents. Pada bab pertama meliputi bagaimana pikiran manusia itu bekerja, tiga level pikiran manusia dan kasih tak sampai.  Selanjutnya dibahas mengenai kerja keras dan bakat, sekolah dan ujian serta pemahaman parent dan parenting.

Parenting

Penulis menyitir pendapat Jane B. Brooks dalam bukunya yang berjudul The process of Parenting, bahwa  Parenting adalah suaru proses untuk mengedepankan dan mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial dan intelektual dari seorang anak sejak dini bayi sampai beranjak dewasa.

Menurut penulis, pemahaman parenting lebih menekankan pada aspek membesarkan seorang anak dariada sekedar hubungan  biologis antara anak dengan orang tuanya.  Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu mengenai tiga level pikiran manusia, yaitu pikiran sadar, pikiran pra sadar dan pikiran tidak sadar.

Menurut penulis, pikiran tidak sadar (conscious)  adalah buah pikiran yang digunakan dalam keadaan fokus, melakukan sesuatu atau aktif berimajinasi atau berkreasi. Hanya sekitar 10-12% dari hidup kita yang dikendalikan oleh pikiran sadar kita.

Pikiran pra sadar (presconscious) adalah tempat disimpannya memori dan belief. Memori adalah ingatan kita dan belief adalah apa yang kta percayai sebagai suatu kebenaran meskipun orang lain mungkin mengatakan salah.

Penulis menyontohkan bahwa pada saat kita belajar naik sepeda atau motor atau mobil, tentu pikiran sadar yang akan mengendalikan kita karena kita akan menjadii fokus sementara saat kita sudah terbiasa naik  sepeda atau mobil maka kita menggunakan pikiran bawah sadar kita karena kita telah menyimpan memori bagaimana cara mengendarainya dan kita bisa santai melihat pemandangan sekitar.

Pikiran yang ketiga adalah pikiran tidak sadar (unconscious mind) yaitu tempat dimana gerakan tubuh kita secara otomatis dikendalikan. Ingatan tersebut tidak ingin diakses lagi oleh manusia.

Reticular Activating System

Menurut Meswantri, bagian dari otak yaitu Reticular Activating System (RAS)  adalah bagian kecil dari otak yang  terletak dekat tulang belakang  yang memiliki fungsi sebagai penjaga pintu gerbang derasnya informasi. Bagaimana RAS pada anak-anak? 

Pada usia 0 tahun sampai 10 tahun, RAS belum terbentuk dengan sempurna sehingga anak-anak  akan  menerima dan mengingat semua perkataan yang ia dengar baik dari ayah atau ibunya, mbak Asisten Rumah Tangga, atau apa yang ia lihat melalui media Televisi atau youtube. Semua yang ia dengan dan lihat menjadi sebuah kebenaran

Berbeda dengan anak yang sidah berusia diatas 12 tahun, RAS sudah mulai terbentuk sempurna dan berfungsi sebagai pintu gerbang informasi yang masuk

Sobat Curhat,

Makna yang ingin disampaikan penulis pada bab pertama ini adalah, sebagai orang tua kita harus dapat memahami mengenai RAS dan tiga level pikiran, agar dapat memahami tingkat laku seorang anak. Orang tua juga tidak dianjurkan untuk menanamkan cita-cita pribadinya pada anak-anak mereka, karena beda generasi beda situasi. Beda bakat beda takdir. Untuk itu menjadi orang tua yang memahami mengenai  parenting sudah semestinya, berusaha mencari bakat dan membangun sikap, pengetahun dan keahlian anak-anak merea berdasarkan bakat yang dimiliki anak-anak.

Pada halaman 49, Penulis menjabarkan mengenai pengertian Talent. Talent diartikan sebagai kemampuan alami seseorang untuk melakukan satu hal dengan baik terutama bila tanpa diajari oleh siapapun.

Menurut Penulis, talent atau bakat bukanlah skill atau kompetesi yang diperoleh melalui suatu proses pembelajaran atau pelatihan.  Talent adalah kemampuan alami. Anugerah yang diberi oleh Allah SWT sejak lahir. Oleh karena talent adalah kemampuan alami maka talent itu tidak bisa diciptakan namun talent juga tidak bisa dimusnahkan. Talent hanya dapat dibentuk, dipertajam, dan dikembangkan.

Meswantri menyebutkan bahwa setiap anak itu unik dan memiliki talentnya masing-masing. Disebutkan pula bahwa personality atau kepribadian seseorang akan memberi warna pada talent atau bakat seseorang. Personality seseorang diperoleh dari akumulasi pengalaman seseorang sepanjang hidupnya.

Pada bab pertama dibahas pula mengenai kerja keras dan bakat.  Dimana seseorang yang bekerja keras, dapat lebih berhasil daripada orang yang memiliki bakat namun tidak dapat mengoptimalkan bakat yang dimilikinya.

Baca juga yuk:

Menurut penulis, kerja keras mengalahkan talent ketika talentnya tidak dapat bekerja dengan keras. Hal ini dikarenakan bakat yang dimiliki tidak serta merta dikembangkan dengan membangun kompetensi  yang dapat memberikan penghasilan yang baik sehingga  sering dsebut orang sukses adalah orang yang mau bekerja keras. Bisa karena biasa bukan keran memiliki bakat.

Pesan yang ingin disampaikan dari bab pertama buku ini adalah seringkali terjadi anak yang hebat, namun gagal tumbuh menjadi manusia yang hebat, karena orang tuanya tidak tahu kalau mereka membutuhkan pengetahuan dan keahlian parenting di dalam membimbing anak-anak mereka menjadi manusia yang hebat.

Sobat curhat,

Bagaiman lanjutan dari review buku ini?

Yuk kita nantikan sabtu minggu depan. Tentu dengan bahasan yang lebih menarik karena ada studi kasus dan bahasan mengenai 16 macam kepribadian.

Jangan lupa ikuti terus yaa….

Iklan
0Shares

4 thoughts on “Sukses jadi Orang Tua-Review buku part 1

Tinggalkan Balasan