Siapa sih yang tidak ingin sukses menjadi orang tua? Tulisan “Sukses jadi Orang Tua-Review buku part 2” bisa jadi referensi untuk selalu membakar semangatmu sebagai orang tua – Dewi Adikara.

Baca disini untuk review sebelumnya ya:

Sukses jadi Orang Tua PARENTING WITH TALENTS anak bahagia bermasa depan cemerlang ‚Äď Review buku part 1

Sukses jadi Orang Tua PARENTING WITH TALENTS anak bahagia bermasa depan cemerlang-Review buku part 1

Hai … Sobat Curhat,

Jumpa lagi dengan saya Sabiqisūüėä

Kali ini, kita masih mereview buku yang sangat rekomended untuk dibaca dan dimiliki. Banyak sekali bahasan dalam buku ini, yang penting dketahui oleh para orang tua dan pemerhati Parenting dan anak.

Sebelumnya telah disebut oleh Meswantri  dan Daniel: Bahwa para orang tua merasa telah berhasil membesarkan anak pertama, maka menganggap bahwa metode yang telah dilakukan adalah baik untuk anak berikutnya. Bahkan menganggap itu adalah metode pengasuhan anak yang paling benar. Padahal setap anak berbeda dan membutuhkan pola yang tidak sama.

Bakat tidak bisa dilihat dengan kasat mata, harus digali lebih dalam melalui serangkaian tes.  Banyak orang tua bila ditanya apakah mengetahui bakat anaknya selalu menjawab tahu karena sudah mendampingi si anak sedari kecil. Namun sejatinya yang terlihat hanyalah kulit luarnya saja sehingga membutuhkan alat test bakat untuk menemukan bakat seseorang sebenarnya.

Itulah sebabnya dalam dunia kerja, banyak Perusahaan yang  mengubah orientasi. Sebelumnya: The Right man at the Right place menjadi  The Right Talents at the Right Place.  Apa bedanya?

The Right man at the Right Place lebih menitik beratkan pada kompetensi seseorang. Sedangkan  The Right Talents at the Right Place  selain telah sesuai kompetensinya diharapkan dengan talent yang dimiliki sanggup mencapai level prestasi dan kreativitas yang lebih tinggi.

Pengembangan Bakat Anak

Sobat Curhat,

Pada bab kedua buku ini, dibahas mengenai tujuh kasus terkait pengembangan bakat anak yang pernah didampingi oleh penulis. Terdapat dua kasus yang menurut saya menarik untuk di bahas di bawah ini.

Kasus pertama, merupakan kisah seorang siswa SMA yang bercita-cita menjadi seorang pilot. Orang tuanya mendukung, sekalipun masih meragukan kemampuan anaknya. Apakah sang anak benar-benar berbakat untuk menjadi seorang Pilot. 

Setelah dibawa kepada penulis dan dilakukan serangkaian wawancara dan tes. Diperoleh hasil bahwa sang anak memiliki karakter yang ekstrovert, suka berbicara, rendah hati dan berkomunikasi dengan baik.

Penulis menyarankan sang anak, untuk menjadi seorang psikolog, konselor atau marketing. 

Sang anak merasa berat karena ternyata hasil tes tidak menyebutkan seorang pilot, sebagaimana cita-citanya. Penulis menyampaikan bahwa, menjadi seorang pilot harus berada dalam kabin selama lebih dari satu jam bahkan bisa puluhan jam. Mengingat sang anak sangat menyukai musik, apakah bisa mendengarkan musik selama bertugas di udara?

Penulis juga menyarankan si anak untuk menonton film the Crew yang menceritakan seorang pilot yang sangat ahli. Akan tetapi ia berulang kali dipecat oleh maskapai tempatnya bekerja. Ternyata sang pilot adalah seorang yang memiliki tingkah laku ekstrovert.

Sehingga tidak cocok untuk menjadi seorang Pilot. Sang anak akhirnya mengikuti saran Meswantri dan berprofesi sebagai seorang psikolog.

Kasus kedua yang menarik adalah kisah pendampingan Meswantri terhadap seorang anak yang merasa cemas dan gelisah, karena harus menjalani  kuliahnya setengah hati. Orang tuanya yang pebisnis handal, berharap sang anak mengikuti jejaknya sebagai pebisnis. Sedangkan sang anak merasa tidak cocok untuk menjadi pebisnis atau bekerja di perusahaan besar.

Baca juga yuk:

Berdasarkan hasil wawancara dan tes diperoleh bahwa sang anak sangat menyukai dunia fotografi. Penulis menyarankan orang tuanya, untuk mendukung sang anak berkiprah di dunia fotografi. Orang tuanya setuju dengan catatan sang anak  dapat menunjukan hasil kerjanya sebagai seorang fotografer, dan menggantikan modal pertama untuk bekerja di bidang tersebut.

Orang tua sebenarnya menginginkan hanya untuk memacu sang anak, agar serius dalam bidangnya. Anak tetap melanjutkan kuliah dengan sesekali mengikuti kursus dan perlombaan bidang fotografi. Sampai akhirnya sang anak menjadi seorang fotografer ternama.

Metode MESH 13

Penulis pada bab ketiga, membahas mengenai metode MESH 13. Metode yang merupakan suatu metode atau alat bantu yang ditemukan oleh penulis di dalam menemukan bakat seseorang.

Meswantri dan Daniel menemukan bahwa ada lima aspek yang terintegrasi satu sama lainnya. Dapat digunakan dalam menemukan bakat seseorang. Meliputi aspek alami, aspek kepribadian, aspek tingkah laku, aspek cara belajar atau mengajar dan aspek kekuatan atau keunggulan.

Dalam aspek alami pada keragka MESH 13 ini didasari oleh suatu konsep popular. Hal ini disebut sebagai multiple intelegencies sebagaimana dikemukakan oleh  Prof Howard  Gardner.

Menurut Gardner, setiap orang normal sedkitnya memiliki delapan kecerdasan. Meliputi kecerdassan berbahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual splasial, kecerdasan musik, kecerdasan kinestetik tubuh. Berikutnya: kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan naturalis.

Kecerdasan berbahasa adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secraa efektif baik lisan maupun  tulisan. Kecerdasan ini mencakup  kepekaan terhadap arti kata, suara, ritme, dan intonasi dari kata yang diucapkan. Seorang anak yang memiliki kecerdasan linguistik akan peka terhadap Bahasa. Ia akan dapat berbicara secara jelas, sistematis dan memiliki penalaran yang tinggi.

Sobat Curhat,

Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan dalam masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun jalan keluar dengan urutan yang kogis atau masuk akal. Ia suka angka, suka logika dan keteraturan. Ia mengerti pola hubungan dan dapat berpikir secara induktif dan deduktif.

Anak dengan kecerdasan logika matematika sangat menyukai berpikir yang abstrak, menikmati tugas hitungan. Senang memecahkan soal melalui rumus atau pemprograman computer. Ada kalanya menyukai untuk melakukan penelitian atau riset (duh ini saya banget nie,,ūüėä)

Menurut Meswatri, kecerdasan visual spasial adalah kemampuan melihat dan mengamati gambar dan ruang. Menyukai warna warni dan gradsinya, menciptakan sketsa, dan mampu mengerakkan semua panca indra untuk dapat melukiskan sesuatu.

Anak dengan kecerdasan ini  sedari dini sudah mengetahui warna baju atau kaos apa yang cocok bahkan sudah terbiasa berpakaian dengan warna yang menarik dan pas.

Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati dan mengamati, membedakan, mengarang dan mengekpresikan bentuk-bentuk musik. Anak dengan kecerdasan music akan peka terhadap nada, irama dan warna suara.  Anak akan mampu mendengar suau lagu lalu memainkannya pada alat musik secara langsung pada nada-nada yang tepat.

Penulis menyebutkan kecerdasan kinestetik tubuh sebagai kemampuan  dalam menggunakan tubuh secara trampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran,perasaan.  Kecerdasan ini meliputi kemampuan fisik dalam bidang koordinasi, daya rahan, kelenturan dan kecepatan. Anak dengan kecerdasan kinestetik tubuh sangat menyukai bidang olah raga,  senang bergerak dan sangat tertarik pada bidang mekanik.

Adapun kecerdasan intrapersonal dan interpersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri dan lingkungan. Anak yang memiliki kecerdasan ini akan sangat menghargai norma atau aturan, etika, moral. Ia memiliki kemampuan untuk berunding dan memimpin orang lain.

Terakhir adalah kecerdasan Naturalis, yaitu kemampuan untuk mengenal, membedakan. Mengungkapkan dan membuat katagori terhadap apa yang dijumpai di alam atau lingkungan. Anak dengan kecerdasan ini adalah anak yang sangat menyukai alam sekitar, senang berada di alam  terbuka daripada di ruangan. Lebih suka berpetualang dan menjelajah.

Aspek kepribadian

Aspek selanjutnya dalam Metode MESH 13 adalah aspek kepribadian.

Menuru penulis, secara umum terdapat empat dimensi keprbadian seseorang  yaitu :

  • Dimensi Introvert-Ekstrovert ( dimensi orientasi energi)
  • Dimensi Sensing-Intuition ( dimensi mengelola informasi)
  • Dimensi Thinking-Feeling (dimensi pengambilan keputusan)
  • Dimensi Judging dan Perceveing (dimensi orientasi pada struktur)

Menurut Meswantri dari empat dimensi ini akan melahirkan 16 macam  kepribadian seseorang  yaitu:

  • ISTJ (Introvert Sensing Thinking Jundging)

Disebut sebagai si pekerja keras yang merupakan 11-14% dari populasi dunia. Seseorang dengan kepribadan ISTJ memiliki kata kunci: terorganisir, tegas, mengikuti alur dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal penting berikutnya, ie senang mempertahankan kerangkan kerja yang ada.

Pekerjaan yang cocok: Dokter, Eksekutif  Bisnis, Akuntan, Polisi/detective, hakim, pengacara. Programer dan analis serta pemipin militer. Mereka yang masuk dalam kelompok ini adalah para Inspektor mereka yang senang melakukan apa yang harus dilakukan.

  • ESTJ (Ekstrovert Sensing Thinking Judging)

Kepribadian ESTJ  sering disebut sebagai pelindung  yang memiliki kata kunci yaitu senang mengatur orang dan tugas, analitis, pemecah masalah, senang mengembangkan prosedur,dan pengambil keputusan.

Populasi ESTJ di dunia sebanyak 8% -12 %. Adapun pekerjaan yang cocok adalah:  manajer Bisnis, pemimpin militer, pengajar, polisi dan detektif, Hakim, petugas keuangan dan sales.

Mereka yang masuk dalam kelompok ini adalah Para administrasi kehidupan.

  • INTJ (Introvert Intuition Thinking Judging)

Kepribadian  INTJ  adalah kelompok Peneliti dengan jumlah populasi  2%-4% dengan kata kunci atau ciri: menyukai berpikir strategis, analitis, pemecah masalah. Disain  konseptual dan perencana.  Adapun pekerjaan yang popular dan cocok untuk kepribadian INTJ adalah: perencana, peneliti, teknisi, professor dan pengajar. Contoh lainnya adalah ahli strategis, pemimpin militer, pengacara dan programmer atau sistim analis.

Mereka dengan keribadian ini sering disebut sebagai Mastermind.

  • ENTJ (Ekstrovert Intuition Thinking Judging)

Kepribadan ENTJ adalah kepribadian   yang menguasai populasi sebesar 1%-5% yang biasa disebut sebagai The Executive. Kepribadian ini memiliki  kata kunci atau ciri-ciri sebagai berikut: Senang berorganisasi, pemecah masalah di tingkat system, tegas, analitik,  dan memiliki visi jangka panjang. Pekerjaan yang cocok adalah : Pengusaha, Konsultan, pengacara, pengelola universitas atau Rektor.  Mereka yang masuk dalam kelompok ini sering disebut sebagai Pemimpin yang alami dalam kehidupan.

Sobat curhat,

Penasaran tidak dengan 12 macam kepribadan lainnya? Yuk nantikan bahasan lanjutnya pada part 3 yang akan tayang  Sabtu mendatang.

0Shares

2 thoughts on “Sukses Jadi Orang Tua-Review Buku Part 2

Tinggalkan Balasan