Sukses Jadi Orang Tua -Review Buku Part 4

Salam hangat dari saya Sabiqis. Terima kasih masih mengikuti review buku yang berseri panjang sekali.😊 Kali ini saya membahas “Sukses Jadi Orang Tua -Review Buku Part 4”

Seperti disebut pada part sebelumnya, bila pada part terakhir ini akan dibahas  mengenai satu aspek dalam MESH 13, yang dikembangkan oleh Meswantri dan Daniel dalam bukunya yang berjudul: Sukses Jadi orang Tua, Parenting With Talent, anak bahagia bermasa depan cemerlang.

Pada aspek kekuatan dan keunggulan, terdapat empat kelompok besar berdasarkan kekuatan dan keunggulan seseorang yaitu Executing, Influencing, Relationship Building dan Strategic Thinking.

Ciri khas seseorang yang masuk kelompok Executing, yaitu  orang yang suka kesibukan dan produktif, senang merencanakan  sesuatu agar berjalan lancar, percaya bahwa manusia hidup untuk membantu orang lain, konsisten,sudah mempertimbangkan masak-masak suatu keputusan,senang melakukan hal rutin dan teratur, fokus, bertanggung-jawab dan sanggup menemukan solusi dari permasalahan yang datang.

kak Syla dan Abang sedang di ruang perpustakaan yang berada di lingkungan Musiuem kata Andre Hirata Belitong

Ciri khas seseorang yang masuk kelompok Influencing, yaitu  sangat aktif dan tidak sabara bereaksi, sanggu mengendalikan situasi dengan cepat, senang berkomunikasi, senang berkompetisi,  sanggup mengubah sebuah potensi, yakin dan sadar akan keputusan yang diambil, merasa bahagia bila dihargai orang lain dan mudah membuat orang lain yang baru dikenal langsung menyukainya.

Ciri khas seseorang yang masuk kelompok Relationship Building, yaitu sangat kudah beradaptasi, percaya tidak ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup, senang membantu orang lain, penuh empati,  sangat tidak suka dengan konflik, senang melibatkan orang lain, percaya bahwa setiap orang berbeda, selalu berpikir positif dan senang berada di lingkungan orang-orang yang mau bekerja sama.

Kelompok Strategic Thinking, adalah orang-orang yang memiliki ciri khas sebagai berikut:  senang menganalisis dan mampu memperkirakan berbagai  hal yang terjadi, memahami kondisi yang ada dengan mengetahui hal-hal yang sebelumnya pernah terjadi, berpikir ke depan, sering menemukan hubungan dari dua peristiwa yang bagi orang lain bukan hal penting, cepat memperoleh informasi, menyukai diskusi yang cerdas, suka sekali belajar tentang segala hal, dan mampu berpikir strategis.

Dari kelima aspek yang sudah dijabarkan, yang dapat kita gunakan dalam menemukan talent atau bakat seseorang, harus digunakan  secara komprehensif, tidak bisa hanya salah satu aspek saja, karena dapat menjadi lebih tajam dan mendalam bagi kita, untuk menemukan bakat seseorang, terutama yang terkait pekerjaan yang cocok.

Pada bab keempat buku ini, Meswantri menulis mengenai pola asuh. Menurut Meswantri, setiap anak adalah unik terlahir dengan  bakat yang berbeda-beda dengan kelebihan, bakat dan minat yang berbeda satu dengan lainnya. Untuk itu terdapat tiga jenis pola asuh yaitu   Koersif, Permisif dan Dialogis.

Pola asuh yang Koersif adalah pola asuh yang identik dengan Reward dan Punishment. Hadiah atau pujian diberikan ketika anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik, sedangkan Punishment atau hukuman diberikan pada saat ia berbuat salah atau tidak enak.

Pola asuh yang Permisif adalah pola asuh orang tua yang biasanya menghendaki anak-anak tumbuh dengan mandiri.  Orang tua mengijinkan anak berbuat apa saja dan sedikit sekali memberi batasan, karena orang tua percaya anaknya sudah bisa mandiri.

Pola asuh Dialogis  adalah pola asuh yang menyeimbangkan kebebasan dan keteraturan. Anak-anak diberikan kesempatan bereksperiman atau melakukan apa saja, namun disisi lain orang tua mengarahkan melalui dialog terbuka antara anak dan orang tua.

Meswantri pada bab terakhir dari buku ini membahas mengenai pentingnya komunikasi dalam Parenting, baik Komunikasi verbal  maupun  non verbal antara orang tua dan anak, sangatlah penting dilakukan agar terjadi kesepahaman antara anak dengan orang tua. Anak memahami apa maksud orang tua dan orang tua memahami apa yang diinginkan anak-anaknya.

Meswantri menuliskan cara komunikasi pada anak yang kurang tepat yaitu:

  • Orang  tua berbicara dengan tergesa.

Bila orang tua berbicara dengan tergesa, dikhawatirkan anak tidak bisa menangkap maksud pembicaraan orang tuanya. Setiap berbicara sebisa mungkin menyebut namanya karena anak akan merasa dihargai bila kita menatapinya dengan menyebut namanya.

  • Orang tua beranggapan semua anak sama.

Ini kesalahan yang fatal karena setiap anak berbeda tidak sama. Karea setiap anak berbeda, maka orang tua harus memahami teknis menghadapinya.

  • Tidak bisa membaca bahasa tubuh anak.

Menjadi orang tua yang efektif, adalah orang tua harus memahami geak gerik Bahasa  tubuh anaknya.

  • Tidak mendengarkan anak

Menjadi orang tua, kita harus mau mendengarkan apa yang diinginkan anaknya, jangan tidak mau mendengar apa yang diinginkan atau diharapkan.

  • Menggunakan gaya komuniaksi negatif.

Terdapat dua belas gaya komunikasi negatif yaitu memerintah, meremehkan, membandingkan, memberi lebel anaknya, mengancam, menyindir, menyalahkan, menasehati, membohongi, mengkritik, menganalisa dan marah.

Komentar saya atas bahasan dalam buku ini

Buku ini sangat pantas direkomendasikan untuk dibaca orang tua  atau pemerhati Parenting, terutama lima aspek dalam menemukan atau menggali bakat atau talent.  Bahkan pada bab keempat dikupas cara berkomunikasi yang baik, dengan anak sehingga dengan mudah dapat dipahami pembaca dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai 16 macam kepribadian sepertinya harus dilakukan oleh psikolog atau pemerhatinya, sehingga kita bisa benar-benar memahami karena bila perorangan, belum tentu dapat mengetahui secara langsung dirinya masuk maca kepribadian yang mana. Mungkin Meswantri dan Daniel mengarahkan pembaca untuk berkonsutasi pada pihak terkait yang memahami metode MESH 13.

Kesimpulannya  

sebagai orang tua, tentu akan lebih membahagiakan ketika memiliki anak-anak yang bahagia, daripada sekedar pintar, karena anak-anak yang bahagia di masa kanak-kanaknya hingga beranjak dewasa, akan memiliki masa depan yang cemerlang. Untuk itu orang tua harus dapat menemukan  talent atau bakat anaknya karena anak yang telah menemukan bakatnya dapat menuai sukses dimasa mendatang dan orang tua tinggal mengarahkan dan mendukungnya.

Sobat Curhat,

Demikianlah review buku yang sangat rekomended sekali. Semoga Sobat curhat dapat mengambil sisi positif dari Buku ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih.

0Shares

Tinggalkan Balasan