DUNIA MENULIS EDISI CURHAT TEMA CHALLENGE IDE SEGAR WCR

Tentang Dunia Kecilku

Tentang Dunia Kecilku.

Aku bukan orang yang percaya diri, lincah, atau bahkan super ceria.

Bagi sebagian orang, yang baru pertama kali mengenalku, aku adalah orang yang pendiam. Mungkin juga jutek. Karena hukum gravitasi, membuat pipi bakpaoku melukiskan wajah jutek.

Sudah nasib para pemilik pipi gembul, yang susah tirus karena sering dicubit.

Bagaimana dengan orang yang sudah lama mengenalku? Hmm … coba saja tanyakan pada mereka langsung. Mungkin jawabannya akan berbeda. Hihihi.

Yah, bagaimanapun orang memandangku, aku tak peduli. Cukup dengan tidak mempedulikan saja, perkataan negatif-negatif itu.

Meski terkadang itu cukup mengganggu. Aku selalu punya obat manjur, sebagai tempat pelampiasan. Karena, beberapa perkataan itu tak mudah untuk menceritakannya pada orang lain. Bahkan orang terdekat sekalipun.

Drugs?

Tentu saja bukan! Itu barang haram, yang sekali kalian mengkonsumsinya, bakal ketergantungan. Dan tentu saja, itu akan merusak kalian. Entah tubuh atau hubungan dengan keluarga, mungkin.

Pastinya, itu juga bukan minuman keras. Karena ketidaksadaran setelah meminumnya, justru dapat menyebabkan tindakan negatif yang merusak. Bukan hal bagus sebagai tempat pelampiasan, kan?

Terus, apaan dong?

Menulis.

What?

Yes, menulis! Itu cukup banyak membantu melampiaskan emosi yang lama terpendam.

Pernah dengar ungkapan, time heals every wound, alias waktu akan menyembuhkan setiap luka?

Yah, waktu memang akan menyembuhkan luka. Tapi bagiku, dengan membiarkan waktu berjalan sesukanya, membawa kita mengaliri waktu, seperti ikan yang mati. Berjalan begitu saja, mengikuti aliran sungai. Tanpa merasakan asiknya, riak air.

Jika saja, selama waktu berjalan, dengan membiarkan jemari merangkai cerita yang tak bisa terucapkan. Membuat hati menjadi lebih baik, bukan?

Setidaknya, tak membiarkan kita menjadi ikan yang mati.

Selain itu, bukankah dengan menulis kita bisa menghasilkan karya? Tentu saja dengan mencari ‘rumah’ yang tepat bagi tulisan kita. Seperti NuBar misalnya.

Kalian tahu? Mereka adalah keluarga pertama dalam dunia kecilku. Bukan hanya membantuku menerbitkan tulisan-tulisan ‘receh’. Tapi juga dengan tantangan menulis yang diadakannya, cukup membantu mengasah kemampuan menulis.

Jika yang tadinya, kita hanya menulis untuk melampiaskan emosi yang tertahan. Menjadikannya salah satu terapi pelepasan emosi. Maka, bukan sesuatu yang mustahil saat, orang-orang akan mengenal kita karena karya.

Bukankah itu suatu kemajuan besar?

Memang, bisa saja kita menulis seperti diari saja. Atau menjadikannya sebuah status di laman media sosial. Tapi apa itu cukup melegakan?

Bukankah, dengan bersama orang-orang yang dapat membangun sisi positif yang kita butuhkan, itu lebih baik?

Ini yang kurasakan saat terjerumus dalam NuBar. Imajinasi yang sudah lama mati suri, seolah bangkit dalam tantangan-tantangan yang dihadirkan. Meski belum bisa mencapai garis finis, waktu itu. Tapi hati ini menyakini bahwa suatu saat nanti, pasti bisa menaklukkannya.

Takut berkarya lewat tulisan, karena kurang menguasai materi kepenulisan dan tetek bengek lainnya?

Tenang saja. NuBar bukan hanya sekedar wadah bagi penulis untuk menerbitkan tulisan mereka.

Kini, NuBar pun memiliki chanel youtube. NuBar Pro, Nulis Bareng Production, namanya. Ada banyak materi dan tips yang diberikan oleh Pak Ilham dan Pak Deejay, selaku foundernya.

Bisa banget kulik materi-materinya. Salah satunya, boleh kunjungi link ini https://www.youtube.com/watch?v=jyXQg5HeVo8

Jangan lupa like dan subscribe chanelnya. Biar nggak ketinggalan info penerbitan, materi dan tips kepenulisan lainnya.

NuBar bisa menjadi rumah bagi siapa saja, yang ingin berkarya dalam bidang literasi. Tak perlu jago, asal mau berkomitmen dengan literasi dan tak plagiat karya.

Kalau penasaran NuBAr seperti apa, yuk nyemplung salah satu evennya!

Jombang, 28 Nopember 2020

Salam Literasi

One thought on “Tentang Dunia Kecilku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *