TEMA CHALLENGE IDE SEGAR WCR

Terima Kasih Tahun Kembar. Hai 2021!

Terima Kasih Tahun Kembar. Hai 2021!

Kupandang lampu kamar yang mulai meremang. Malam semakin larut, tapi netra tak kunjung terpejam. Meski kantuk sudah memberat. Ah, besok temanya apa ya? Intip bentar ah, jangan sampai salah lagi. Seperti sebelumnya.

Sesekali netra memejam, mungkin sudah waktunya lelap. Samar, tapi masih bisa terbaca. Tanggal dua puluh sembilan, tema renungan akhir tahun dan resolusi 2021.

Kali ini, netra benar-benar terpejam. Membawaku ke alam mimpi, untuk sekedar rehat sejenak.

Hmm … 2020?
*
Aku pikir, tahun ini akan berjalan seperti biasa. Hanya pekerjaan saja yang akan sedikit lebih sibuk. Tapi ternyata, kedatangannya benar-benar mengubah tahun ini.

Corona virus, dikabarkan mulai masuk Indonesia.

Mengingat berita yang tersiar, rasanya ngeri. Mereka yang berpunya, berbondong-bondong memborong stok bahan makanan. Pun dengan handsanitizer dan masker. Iya tak semua, tapi cukup menyebabkan kelangkaan dimana-mana. Terutama masker.

Bahkan kabarnya, petugas garda terdepan kekurangan masker. Alat Pelindung Diri yang standar pun, hanya beberapa. Sisanya? Memakai jas hujan plastik. Miris rasanya.

Apakah aku terkena dampak kedatangannya?

Jika dimana-mana terjadi pengurangan karyawan, banyak PHK masal, pemotongan gaji hingga separuh. Alhamdulillah, aku tak sampai. Gaji pun menerima penuh. Hanya saja, segala pekerjaan, berpindah halauan menjadi serba online dan kirim via kurir.

Karena kami tak bisa ber-work from home, seperti yang lain. Maka, protokol kesehatan seperti memakai masker dan menyiapkan tempat cuci tangan, menjadi hal yang harus terpenuhi. Meski pengap memakai masker, tak apa, setidaknya meminimalisir penyebaran virus.

Lebaran? Kurang rasanya, jika tak bisa sholat ied bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini hanya para bapak-bapak yang bisa sholat bersama. Begitu pun dengan sholat Idul Adha, tak jauh beda.

Tik tok tik tok.

Hari terus berlalu, berganti bulan. Tak terasa penghujung tahun akan datang. Bukan kah baru kemarin tahun berganti, 2020?

Padahal, baru kemarin level 1 RNB Batch 3 dimulai. Meski terkadang terasa jenuh saat harus menulis, tapi rasanya cepat sekali berlalu. Sekarang, tersisa dua hari tantangan menulis satu ini.

Renungan?

Ah … ada banyak hal yang harus direnungkan. Seperti, harus benar-benar menjaga kesehatan. Apalagi saat dan setelah pandemi ini. Harus rajin dan memaksa menulis juga, biar resolusi tahun lalu tak sekedar wacana.

Harapan? Resolusi tahun 2021?

Jika memang bisa, dan harus terwujud, aku harap setelah tahun kembar ini:

1. Bisa rajin menulis dan ikut tantangan menulis lainnya!
2. Nerbitin buku lagi. Entah ikut dua tiga event antologi, atau bikin buku solo (saat dananya siap).
3. Pengen nyobain jadi editor.
4. Pengen nyoba buka jasa konsultasi tentang sertifikat kepemilikan secara online.
5. Punya usaha sendiri.
6. Bisa lebih baik, versiku sendiri.
7. Kurus!

Muluk banget ya? Tak apakan?

Jangan mengecilkan harapan orang, jika tak bisa mendoakan. Lebih baik mulai berpikir sendiri, apa yang benar-benar kamu harapkan untuk tahun mendatang. Jangan sok sibuk ngurusin orang. Karena bisa jadi, orang itu pengen gemuk. 😀

Semoga, apa yang kita harapkan benar-benar terwujud. Kalaupun belum, tetap semangat dan terus kejar!

Jika lelah, berhentilah sejenak, untuk melompat lebih tinggi lagi! Keep fight!

Terima kasih tahun kembar.

Hai 2021!

Jombang, 29 Desember 2020
Salam Hangat, Unyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *