VONIS – oleh Sukma.

“Karena miom Ibu sudah besar, dan hampir memenuhi rahim Ibu. Maka saran saya rahim ibu harus segera diangkat agar jaringan miomnya tidak menyebar menjadi kanker” ucapan mendiagnosis hasil USG membuatku kehilangan kata-kata

“Obat yang saya resepkan hanya bersifat sementara dan untuk menghentikan darahnya saja. Segera untuk operasi pengangkatan rahim ya Bu” ujar dokter yang duduk dihadapkanku sambil menulis resep obat. Aku hanya bisa duduk terdiam mengamati diagnosa dokter dan gerak-gerik tangannya dalam menuliskan resep.

Miom adalah benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Miom atau fibroid uterus dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun bagian luar. Seorang wanita yang mengalami miom dapat memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. Gejala miom yang muncul pada penderitanya bergantung kepada ukuran, lokasi dan jumlah tumor yang terdapat pada rahim.

Sebuah vonis yang harus ditanggung wanita, Miom umumnya tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun jika muncul gejala, penderita dapat merasakan perdarahan menstruasi yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, keluar darah menggumpal dari vagina, nyeri perut bagian bawah, dan sering buang air kecil. Miom yang akan mengarah ke ke kanker rahim dan yang berakibat juga pengangkatan rahim. Sebagai seorang wanita normal yang masih menginginkan seorang keturunan yang hadir dalam rahimnya, ini merupakan suatu berita yang tak ingin didengar.

Bagaimana mungkin, sebuah tempat di mana berkembangnya seorang janin bayi sampai sembilan bulan harus diangkat dan meninggalkan sebuah kekosongan serta luka.

Bukan hanya luka fisik tapi juga psikis, menganggap bahwa kodratnya sebagai seorang wanita akan hilang. Rahim yang dibangga-banggakan sebagai tempat di hembuskan roh manusia dan mengandungnya selama 9 bulan menjadi manusia sempurna yang akan dilahirkan kedunia akan hilang dari dirinya.

Sungguh beban yang tidak mudah untuk dihadapi oleh seorang wanita. Antara melepaskan rahimnya tapi tidak bisa mengandung anak manusia atau tetap mempertahankan rahimnya dengan bersarangnya Miom yang sewaktu-waktu menjadi ganas dan menjadi kanker lalu merenggut nyawanya. Pilihan yang tidak mudah bagi seorang wanita.

Apalagi hadirnya seorang anak manusia dari rahim ditengah-tengah sebuah keluarga merupakan suatu tuntutan bagi sebagian keluarga dan orang-orang disekitar wanita. Dengan hadirnya seorang bayi atau lebih dari rahim wanita, itu merupakan penghargaan yang tidak terhitung nilainya.

Namun sebuah vonis dokter membuyarkan sebuah angan wanita untuk memiliki seorang anak atau lebih pada rahimnya. Ironisnya, orang-orang disekitarnya akan menjudge-nya menjadi wanita cacat yang tidak berguna yang tidak bisa melahirkan seorang keturunan bagi keluarga yang dibinanya.

Ini sungguh tidak mudah bagi seorang wanita yang di hadapi sebuah kenyataan seperti ini. Dukungan dari orang-orang sekitarnya sangat diperlukan untuk selalu mensupport agar tetap bertahan hidup dan mengikuti sebuah pilihan yang baik bagi hidup wanita.

Baca juga: Ketika Ucapan menjadi sebuah Doa yang terkabul

Cerita ini aku angkat bukan hanya semata-mata aku seorang wanita yang suatu saatpun hal tersebut akan kuhadapi juga, tapi aku telah melihat kejadian yang sama dialami wanita-wanita yang disekitarku.

Hanya dukungan dan perhatian untuk para wanita untuk menghadapi cobaan yang datang padanya. Agar mereka tetap bangkit dan melanjutkan cita-cita yang belum mereka ingin capai.

Sungguh ini merupakan cobaan yang terberat yang mereka hadapi bahwa harus kehilangan hal yang paling berharga pada dirinya dan dapat membuat kebahagian bagi semua orang yaitu mengandung seorang bayi selama 9 bulan dalam rahimnya dan melahirkannya ke dunia dengan selamat.

Baca juga: Makna sahabat bagi sobat curhat

Semangat terus wahai para wanita-wanita kuat.

vonis
0Shares
Categories WCR

1 thought on “VONIS

Tinggalkan Balasan