“Apakah kamu bisa masak?”  tanya seorang pria dari seberang telepon. Pria tersebut menelponku karena dicomblangi oleh teman kantorku.

Itu adalah salah satu pertanyaan yang selalu saja dilemparkan kepada seorang wanita lajang. Pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang laki-laki yang sedang melakukan taáruf atau pendekatan (istilah anak jaman sekarang).

Bila sang wanita menjawab tidak bisa memasak, apakah sang lelaki akan mencelanya ataupun meninggalkannya karena tidak memenuhi persyaratan sebagai istri yang baik.

Lalu sang lelaki juga menuntut mengurus anak, beberes rumah tanpa pembantu, juga membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Padahal  tujuan pernikahan atau berumah tangga pada hakikatnya yaitu menciptakan ketenangan, menumbuhkan rasa cinta dan kasih saying, sejak akad nikah sampai ajal menjemput.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

(surat Ar-rum:21)

Bila diawal pendekatan, sang lelaki terlalu banyak menuntut kepada seorang wanita. Bahwa seorang harus begini dan harus begitu padahal hak dan kewajiban seorang istri sudah diketahui oleh si wanita. Begitu pula hak dan kewajiban suami kepada istri yang juga diketahui oleh wanita dan harus diketahui oleh si lelaki.

Berikut ini adalah hak-hak seorang istri yang harus dipenuhi oleh suami, yaitu :

  1. Dibayar penuh maharnya;
  2. Mendapatkan nafkah lahir dan batin serta tempat tingga yang layak;
  3. Diperlakukan dengan patut;
  4. Diberikan nafkah lebih layak;
  5. Diperlakukan dengan lemah lembut dan suami diharapkan bersabar untuk menghadapi tabiatnya;
  6. Tidak disakiti bila ada permasalahan keluarga;
  7. Mendapatkan pembelaan dan perlindungan dari suaminya terhadap diri dan hartanya. Sehingga, suami diharamkan untuk menyebarkan aib atau rahasia istri yang dia ketahui;
  8. Mendapatkan bantuan suami dalam menjalankan tugasnya di dalam rumah;
  9. Mendapatkan hak-haknya, dalam segala hal, seimbang dengan tuntutan suami kepada istri
  10. Istri berhak mendapatkan pengajaran, Pendidikan dan bimbingan dalam menjalankan agama dan akhlak yang mulia, sehingga bisa menjauhkan dari adzab Allah, baik di duni maupun di akhirat.

 Lalu kewajiban seorang istri, antara lain :

  1. Selalu taat kepada suami. Karena seorang istri merupaka makmum yang harus memngikuti suami sebagai imam
  2. Menghindari murka dan mencari kerelaan suami seperti melakukan tindakan lain yang disenangi suami dan dapat membahagiakan hatnya, membantu suami menyelesaikan pekerjaan, mengatasi masalah, terampil mengurus rumah serta peka terhadap kebutuhan suami dan lain-lain.
  3. Menjaga harta, rumah dan kehormatan suami.

Lalu bagaimana bila ada seorang pria banyak melakukan tuntutan terhadap hal-hal yang sebenarnya dapat dilakukan bersama-sama. Dimana suami dan istri memiliki hak bersama dalam membangun rumah tangga mencapai ridho Illahi yang sudah diatur dalam Al-quran.  (sumber : Bimbingan islam untuk hidup Muslimah)

0Shares

Tinggalkan Balasan