Waspada Penipuan Saat Belanja Online (2)

Dari Sisi Penjual

Halo … halo …

Masih menyambung tulisan haris selasa, tanggal 14 Desember kemaren. Rasanya kurang lengkap ya, kalau nggak sekalian bahas soal penipuan dari pihak pembeli juga. Eitss, kadang, ada juga lho pembeli nakal. Jadi … yuk, terus lanjut bacanya.

Kalau kalian penjual yang baru terjun di dunia per-olshop-an, biar nggak kena tipu pembeli, perhatikan hal-hal berikut yaa.

Pertama, saat selesai totalan dan pembeli ngakunya sudah transfer. Jangan langsung diproses ya. Lihat dulu transaksinya, apakah uang sudah masuk rekening atau belum.

Jika pembeli mengirimkan struk bukti transfer, tapi uang belum masuk. Perhatikan font atau kertas struk, karena dua hal tersebut sangat mudah diedit melalui aplikasi. Bahkan yang  sederhana sekalipun. Untuk menghindari, bisa dengan meminta pembeli untuk meremas struk sebelum difoto. Karena, struk yang teremas akan sulit untuk diedit.

Kedua, masih soal transferan. Pihak bank juga menyediakan sistem transfer, yang dimana uang baru dapat diproses pada tanggal yang sudah ditentukan oleh pembeli. Misalnya, pada tanggal 13 Desember pembeli mengaku sudah transfer, dan bilang kalau tanggal 16 Desember uang baru akan diproses.

Sebaiknya, tunggu sampai uang benar-benar masuk ke rekening. Karena, jika barang pesanan sudah terlanjur kita kirim. Pembeli dapat membatalkan transaksi tersebut, sebelum tanggal 16 Desember.

Ketiga, masih soal transferan juga. Untuk yang satu ini, biasanya sering terjadi pada penjual pemilik rekening bank BCA. Pihak BCA menyediakan layanan oneklik, dimana untuk menggunakan layanan tersebut harus menyantumkam kode nomor yang ada pada kartu ATM.

Dalih si pembeli, biasanya akan meminta kita sebagai penjual, kode nomor yang tertera di kartu kredit. Alasan, karena uang yang mereka transfer, baru akan masuk ke rekening jika dia memasukkan kode tersebut.

Nyatanya, itu nggak bener! Kalau ada transaksi masuk ke rekening kita, secara otomatis uang akan langsung bertambah. Tanpa perlu memasukkan kode apapun!

Jadi, jangan mau dibikin ribet sama pembeli. Setelah totalan harga barang, kita hanya perlu nunggu pembeli transfer. Baru setelah itu, kita proses pesanan mereka.

Ingat ya, jangan mau dibikin ribet soal transferan!

Kalau pembeli bilang, “Kak, aku nggak punya rekening.” atau “Kak, aku nggak punya rekening bank A. Nanti kena biaya admin 6.500 dong.” #tepokjidat

Sarankan saja, untuk ke bank langsung dan transaksi melalui teller. Atau, sarankan untuk menggunakan aplikasi yang membantu transfer antar bank.

Emang ada aplikasi kek gitu?

Ada dong. Silahkan berselancar mencari informasinya.

Daan … last but not at last, jadilah penjual yang amanah yaa ….

Oh ya, kalau kalian adalah penjual online, yuk sharing tips atau pengalaman kalian agar tidak tertipu pembeli palsu.

See you ….

Jombang, 17 Desember 2020
Salam Unyu

0Shares

Tinggalkan Balasan