Waspada Penipuan Saat Belanja Online!

Semakin berkembangnya jaman, semakin berkembang pula teknologi. Jika jaman dulu untuk memenuhi kebutuhan, bisa dilakukan dengan barter atau tukar-menukar dengan barang lain. Dimana untuk melakukannya harus bertemu langsung, serta membawa barang yang akan ditukar.

Ribet ya kalau membayangkannya sekarang ini?

Setelah barter, sistem uang mulai masuk dan bisa diterima pada khalayak ramai. Dengan sistem ini, dirasa lebih mudah dibanding barter. Tak harus lagi membawa-bawa barang yang dibutuhkan.

Hanya saja, jika membeli dalam jumlah besar (biasanya untuk dijual lagi). Akan sedikit kesulitan, karena harus menyiapkan kendaraan untuk mengangkut. Belum lagi, nominal uang yang dibawa juga besar. Rawan hilang, atau justru bertemu dengan perampok saat di jalan.

Tenang yaa, itu dulu. Di era sekarang ini, dimana era yang serba mobile. Jual-beli dapat dilakukan dimana saja, secara online. Tanpa perlu repot-repot keluar rumah, cukup dari balik layar ponsel.

Gampang kan?

Meski demikian, jual-beli online juga memiliki resiko tersendiri. Baik untuk pembeli, maupun penjual.

Nah, biar nggak kena tipu saat belanja online. Yuk intip ciri-ciri penjual curang!

Pertama, harga jauh lebih murah dibanding penjual lain, dengan barang yang sama. Misal, harga pasaran ponsel lima jutaan. Nah, si penjual berani ngebanderol seharga satu jutaan.

Siapa sih yang nggak tergoda, kalau selisih harga yang jauh kek gitu? Tul nggak?

Kedua, ketika transaksi via pesan, biasanya penjual akan minta transfer saat itu juga. Alasan klasiknya sih, promo hanya sampai jam 12.00 atau sehari aja.

Intinya, kalian patut waspada kalau diminta segera transfer! Kalau penjual menanyakan, jadi pesan atau kapan transfer keesokannya. Penulis rasa itu masih wajar, bisa jadi penjual hanya mengingatkan. Asal nggak setiap jam aja ngingetinnya.

Ketiga, kalau kalian belanja lewat media sosial seperti instagram. Perhatikan kolom komen. Jika dimatikan atau tidak bisa komen, kalian wajib waspada!

Karena rata-rata dari pencarian penulis, kebanyakan yang menonaktifkan kolom komen, adalah penipu. Alasan dimatikannya kemungkinan karena takut korban mereka, akan “merongrong”.

Keempat, kalau kalian belanja melalui pihak ketiga alias marketplace. Untuk menghindari barang nggak sesuai foto yang dipajang, perhatikan bagian review dari pembeli sebelumnya.

Jika banyak yang memberikan review buruk, sebaiknya segera pindah toko. Perhatikan juga alasan mereka memberi ulasan buruk. Bisa jadi ulasan tersebut bukan kesalahan dari pihak toko.

Nah, kalau teman-teman punya tips lain. Boleh lho, kalau mau sharing dikomen.

Happy shopping!

Jombang, 15 Desember 2020
Salam Unyu

0Shares

Tinggalkan Balasan